Selasa, 03 Maret 2015

Ahmad Heryawan Anti Kafir Syi'ah?


Dulu saya belajar Ukhuwah Islamiyah. Persaudaraan Islam. Makanya ada organisasi yg menamakan dirinya Ikhwanul Muslimin. Persaudaraan Muslim. Persis: Persatuan Islam. Saat itu banyak yg mau jadi perekat mempersatukan ummat. Cuma sekarang memecah-belah Islam terlihat lebih "keren" dan "lurus"... ) kelompok lebih penting daripada Islam.

“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” [Al Hujuraat 10]

Orang-orang yang beriman itu ibarat satu tubuh. Jika satu bagian sakit, yang lain ikut merasakan sakit:

Hadis riwayat Nukman bin Basyir ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling kasih, saling menyayang dan saling cinta adalah seperti sebuah tubuh, jika salah satu anggotanya merasa sakit, maka anggota-anggota tubuh yang lain ikut merasakan sulit tidur dan demam. (Shahih Muslim No.4685)


Ummat Islam itu saling menguatkan satu sama lain:

Hadis riwayat Abu Musa ra. dia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Seorang mukmin terhadap mukmin yang lain adalah seperti sebuah bangunan di mana bagiannya saling menguatkan bagian yang lain. (Shahih Muslim No.4684)

Allah melarang ummat Islam untuk bercerai-berai:

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.

“Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu…” [Al Anfaal 46]

Ka’ab bin ‘Iyadh Ra bertanya, “Ya Rasulullah, apabila seorang mencintai kaumnya, apakah itu tergolong fanatisme?” Nabi Saw menjawab, “Tidak, fanatisme (Ashabiyah) ialah bila seorang mendukung (membantu) kaumnya atas suatu kezaliman.” (HR. Ahmad)

Bukan termasuk umatku siapa saja yang menyeru orang pada ‘ashabiyah (HR Abu Dawud).

Ada juga sebagian Muslim yang memecah-belah agama Islam jadi beberapa aliran. Tak jarang ada yang khawarij yang menyatakan hanya kelompoknya saja yang benar, sedang ummat Islam lain di luar kelompoknya mereka anggap sesat:

“Yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” [Ar Ruum:32]

“Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama-Nya dan mereka menjadi bergolongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu kepada mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah terserah kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.” [Al An’aam:159]

Mereka menamakan kelompoknya masing-masing dengan nama tersendiri selain Muslim. Dengan nama selain Muslim itulah mereka bangga-banggakan kelompoknya sambil menista kelompok lain. Padahal Allah telah menamakan kita sebagai Muslim:

هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ
Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu..” [Al Hajj 67]

Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2011/03/13/ummat-islam-itu-satu-dan-jangan-berpecah-belah/

Tadinya saya mengira Ahmad Heryawan bukan Ikhwanul Muslimin yang cenderung takfir / khawarij yang suka mengkafirkan Muslim. Dan berharap dia jadi presiden Indonesia. Tahu2nya sami mawon.
Dari 250 juta rakyat Indonesia ada 180 juta Muslim termasuk 2 juta Muslim Syi'ah. 70 juta lainnya ada Kristen yang Tuhannya Yesus dan tidak mengakui Nabi Muhammad sebagai Nabi, ada pula Hindu dan Budha yang tidak menyembah Allah dan tidak mengakui Nabi Muhammad.

Akankah Ahmad Heryawan akan menolak 70 juta rakyat Indonesia yang kafir tidak bertuhan Allah dan bernabikan Muhammad?

Atau cuma menolak Muslim Syi'ah yang TUhannya masih Allah dan Nabinya masih Muhammad?

Muslim Syi'ah masih sholat dan berhaji ke Mekkah.
Iran jadi anggota OKI (Organisasi Konferensi Islam) bahkan pernah jadi Tuan Rumah.
Iran juga baru2 ini jadi Tuan RUmah MTQ Internasional.

Jadi kita tunggu Ahmad Heryawan menolak kelompok kafir yang Tuhannya bukan Allah.

Gubernur JABAR, Ahmad Heryawan mengenakan kaos anti Syiah dan minta disaksikan. Kaus itu bertuliskan “We Love Ahlul Bayt and Sahabat”, sementara di bagian belakangnya bertuliskan ” Syiah Sesat Bukan Islam”.
http://www.suaranews.com/2015/03/mantaps-gubernur-jabar-berani-promosi.html

Fitnah Syi'ah Bukan Islam pada akhirnya akan menghancurkan Islam sendiri karena sebagian perawi yang dikutip oleh Imam Bukhari, Imam Muslim, dsb adalah Syi'ah. Bahkan ada yang dalam kelompok Rafidhoh. Jika perawinya yang Syi'ah digolongkan kafir, berarti tidak ada lagi Sahih Bukhari dan Sahih Muslim. Islam itu terdiri dari Sunni dan Syi'ah. Keduanya saudara dalam Islam.

Ini adalah kultwit yg bagus. Ilmu penulis lebih dalam dari saya:

FWD Rumah Sebelah pas malam Jumat
-------------------
Santri Ma'had Al Maliki Makkah : Jangan Asal Ikut Yel-yel #SyiahBukanIslam.

Muslimedianews ~ Sunni (Ahlussunnah wal Jama'ah) memiliki karakteristik yang berbeda dengan aliran lainnya, meskipun sama-sama muslim. Maka hendaknya sebagai penganut Sunni benar-benar paham mengenai dakwah dan tidak ikut-ikutan yel-yel kelompok lebay. 

Kulweet kali ini berasal dari pelajar/santri Ma'had Al Maliki di Makkah (Gus Awy), terkait bahaya Hashtag #SyiahBukanIslam terhadap bangunan syari'ah Islam, periwayatan hadits, kitab hadits, dan hukum-hukum Islam. Simak kultweet berikut secara seksama :

1. Ada hastag yg menurutku menarik tapi pada dasarnya di sisi lain cukup berbahaya untuk kerukunan dlm ummat Islam sendiri, #SyiahBukanIslam.

2. Kultwit ini tidak hendak membela syiah, secara ideologi salah tetap salah, sesat bisa jadi (dlm kasus2 tertentu), tapi #SyiahBukanIslam ?

3. Menyikapi permasalahan #SyiahBukanIslam ini harus jeli, sebab efeknya sangat banyak sekali, bahkan pada pondasi syariat kita sendiri.

4. Ah yg bener, kok berlebihan banget gt Wy? Bagi pelajar ilmu hadits, akan segera tahu bahayanya propaganda #SyiahBukanIslam.

5. Semestinya kita harus betul2 arif dalam soal ini, dan kaidah dasar yg mesti kita pegang, seseorang dihukumi muslim hanya dg dua hal saja.

6. Pertama, dia syahadat, kedua, dia sholat menghadap kiblat. Maka seluruh hukum syariat, perlakuan, perlindungan, berlaku atas dia...

7. ...dan selanjutnya setelah itu jika ideologinya melenceng, itu hal lain yg berhubungan dg batin. Bukan hukum dhohir.

8. Semestinya kita tidak begitu saja memukul rata #SyiahBukanIslam , sebab di dalam syiah sendiri terdapat berbagai macam aliran.

9. Semisal Zaidiyyah, ini pecahan Syiah, tapi kita tidak bisa memasukkannya dalam #SyiahBukanIslam sebab mereka tdk mengkafirkan Abu Bakr.

10. Kembali kepada bahaya terselubung dalam propaganda #SyiahBukanIslam yg bisa meruntuhkan pondasi syariah.. Dari mananya?

11. Kita semua pasti tahu kitab hadits Bukhori-Muslim dan 4 yg lain (Abu Daud, Ibn Majah, Tirmidzi, Annasa-i) yg jadi refernsi utama kita.

12. Jika tetap bersikukuh bahwa #SyiahBukanIslam maka (sekedar tahu saja) keenam kitab raksasa referensi utama itu semuanya tertolak !!!

13. Karena siapapun muslim tahu bahwa periwayatan hadits dari orang kafir adalah tidak diterima. Jadi mata rantai hadits harus muslim asli.

14. Sementara para periwayat hadits dalam keenam kitab raksasa tadi tidak sedikit yg Syiah, nah bagaimana jadinya jika #SyiahBukanIslam ?

15. Jika ingin tahu biografi sekaligus profil singkat para periwayat hadits dalam keenam kitab tadi, silakan ke yg paling kecil, Al-Kasyif.

16. Di situ tidak sedikit kita temukan periwayat yg statusnya Syi'i, rumiya bit tasyayyu', rofidhi... Tapi kok tetap diterima ?

17. Karena kalau mereka (syiah) itu mutlak dihukumi kafir artinya kita sama sekali tidak bisa menggunakam hadits2 riwayat Bukhori-Muslim.

18. Dan setelah itu, efek selanjutnya, segala jenis hukum fiqih hasil istinbath dari hadits2 itu juga tidak sah. Remuk redam bangunan syariah.

19. Oke, mungkin sebagian berhujjah dg pernyataan beberapa Imam semisal Imam Syafi'i bahwa #SyiahBukanIslam.

20. Tapi harus dicermati, itu kafirnya seperti apa dulu? Bisa jadi yg kafir ideologinya, tapi hukum dhohir atasnya tetap Islam sebab...

21. ...mereka juga sholat dan syahadat yg sama dengan kita. Perihal ada syahadat lain itu kembali ke bahwa syiah banyak jenisnya.

22. Satu hal yg perlu kita ingat baik2, jangan mudah menyesatkan apalagi mengkafirkan sesama muslim karena kita tdk tahu akhir kita.

23. Apa yg berpropaganda #SyiahBukanIslam itu bisa menjamin bahwa dirinya nanti bakal tetap mati dalam keadaan Islam ???

24. Jangan2 yg di-bukanislam-kan itu nantinya tobat dan yg teriak2 mem-bukanislam-kan matinya su'ul khotimah, na'udzu billah, siapa tahu.

25. Maka tugas kita bersama adl jika memang memandang mereka itu salah, maka luruskan dg santun dan baik, bukan malah menjauhkan.

26. Katanya dakwah (mengajak) kok hasilnya malah mengusir, membuat orang muak, dan ujung2nya benci. Ketahuan tidak paham arti kata "dakwah".

27. Pada akhirnya kita mesti banyak belajar dalam2, jangan asal ikut yel-yel #SyiahBukanIslam tanpa tahu efeknya, atau sebab ego saja.

28. Ingat, musuh kita yg jelas, yg disebut terang2an dalam al-Qur'an, yaitu setan, semakin hari semakin pintar dalam strategi penjerumusan.

29. Salah satunya adalah lewat pengkafiran yg lain, sebab efek pengkafiran sesama muslim adl balik ke si pengkafir itu sendiri.

30. Maka tentu di akhirat kelak akan jadi lelucon jika trnyata sama2 jumpanya di neraka. Atau memalukan jika yg dikafirkan malah masuk surga.

31. Maka, yg lebih baik adalah konsentrasi pada Islam kita masing2, sudah bener belum, bukan malah ngurusi #SyiahBukanIslam atau JIL jg.

32. Jika masih keukeuh ngurusi mereka, maka gunakan cara yg elegan, Ud'u ila Sabili Robbika bil hikmah wal mau'idzotil hasanah...

33. Juga jangan keras2, wa lau kunta faddzon gholidhol qolbi lanfaddzu min haulik. Masa' ngaku dakwah tapi ndak paham dua ayat dakwah ini ?

34. Tidak perlu aku artikan apa makna dua ayat itu, kalau mengklaim diri berdakwah mestinya sudah paham dg baik dua ayat tadi.

35. Kalau belum paham dua ayat tadi, maka silakan evaluasi diri, apakah sudah punya kapasitas untuk dakwah? Jangan asal semangat saja.

36. Semoga Allah Memberi kita taufiq, selamat malam Jumat, saatnya banyak2 membaca sholawat kepada Junjungan tercinta...

Redaktur : Ibnu Mansyur

===

Ini ceramah habib rizieq ttg perawi Syiah di Bukhari-muslim. Jadi yg bilang Syiah bukan Islam itu semangat dakwahnya besar, tapi ilmu kurang. Akhirnya fitnah:

https://youtube.com/watch?v=qs-934xZNKs

Islam itu ya terdiri dari Sunni dan Syi'ah.

Islam pecah saat perang antara Khalifah Ali dan Mu'awiyah. Pengikut Ali disebut Syiah Ali. Artinya pengikut Ali. Kemudian disingkat jadi Syi'ah saja. Pengikut Muawiyah dan yg netral disebut Sunni. Keduanya ini sama2 Islam. Ada 1 kelompok lagi disebut Khawarij / orang2 yg keluar dari Islam karena mengkafirkan dan membunuh sesama Muslim.

Ali adalah sahabat yg pertama kali dibunuh khawarij.

Jadi kalau ada yg bilang Syiah bukan Islam dan memfitnah Sunni yg membela Syiah sbg Syiah, itu Khawarij namanya

Perawi Hadits Syi'ah dalam Sahih Bukhari, Muslim, dan Kitab Hadits lainnya:   

Abbad bin Ya’qub Al Asadi Ar Rawajini Al Kufi

Keterangan tentang Beliau dapat ditemukan dalam Hadi As Sari jilid 2 hal 177,Tahdzib At Tahdzib jilid 5 hal 109 dan Mizan Al Itidal jilid 2 hal 376. Disebutkan  

Ibnu Hajar berkata bahwa Abbad adalah seorang Rafidhah yang terkenalhanya saja Ia jujurIbnu Hibban berkata bahwa Abbad seorang Rafidhah yang selalu mengajak orang lain mengikuti jejaknya.Saleh bin Muhammad berkata “Abbad memaki Usman bin Affan”

Jadi Abbad adalah Seorang Rafidhah yang oleh Abu Hatim dikatakan “Ia tsiqat”,beliau seorang Rafidhah dimana Hakim berkata Ibnu Khuzaimah ketika membicarakan Abbad, Ia berkata “Riwayat Abbad dapat dipercaya tetapi pendapatnya sangat diragukan” .Adz Dzahabi berkata “Abbad seorang yang berlebihan Syiahnya, Ahli bid’ah tetapi jujur dalam menyampaikan hadis”. Maka sudah jelas Abbad adalah seorang Rafidhah bahkan dikabarkan beliau memaki sahabat Usman bin Affan tetapi tetap saja beliau dinyatakan tsiqat dan jujur. Abbad adalah perawi hadis dalam Shahih Bukhari, Sunan Ibnu Majah, Sunan Tirmdizi, Musnad Ahmad dan Shahih Ibnu Khuzaimah. Apakah para Salafy itu mau berkelit kalau Syiah yang dimaksud disini adalah tasyayyu, padahal zahir lafal jelas adalah Rafidhah? Ah ya mungkin akan ada akrobat yang lain   

Sulaiman bin Qarm Abu Dawud Adh Dhabi Al Kufi

Dalam Kitab Tahdzib At Tahdzib jilid 4 hal 213 dan Mizan Al I’tidal jilid 2 hal 219, disebutkan pernyataan Ulama mengenai Sulaiman bin Qarm. Ada yang menyatakan beliau dhaif (Yahya bin Main dan Abu Hatim) dan ada yang menyatakan beliau tsiqah.Tetapi coba lihat apa yang dikatakan Ibnu Hibban, beliau berkata Sulaiman seorang Rafidhah yang ekstrim. Anehnya walaupun Ibnu Hibban menyatakan Ia Rafidhah, Ahmad bin Hanbal menyatakan Sulaiman tsiqat, tidak ada sesuatu yang membahayakan atas diri Sulaiman hanya saja Ia berlebihan dalam bertasyayyu.Begitu pula pernyataan Ahmad bin Adi “Sulaiman banyak memiliki hadis hasan dan afrad”. Sulaiman bin Qarm adalah perawi hadis dalam kitab Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud dan Sunan Tirmidzi. Jika Rafidhah memang pendusta mengapa Ahmad bin Hanbal menyatakan tsiqat pada seorang pendusta, mengapa Imam Muslim meriwayatkan hadisnya dalam kitab Shahih beliau Atau justru sebenarnya Ibnu Hibban keliru. Jika memang Ibnu Hibban keliru maka saya katakan kalau seorang Ulama saja bisa keliru dalam menentukan siapa yang Rafidhah mengapa pengikut Salafy itu begitu soknya dengan mudah berkata siapa yang Rafidhah.   

Harun bin Sald Al Ajli Al Kufi

Beliau sebagaimana dijelaskan dalam Tahdzib At Tahdzib jilid 11 hal 6 dan Mizan Al I’tidal jilid 4 hal 784 adalah perawi yang dapat diterima hadisnya. Tetapi beliau juga dinyatakan sebagai Rafidhah  

As Saji berkata Dia itu Rafidhah ekstrimIbnu Hibban berkata Dia Rafidhah ekstrim

Anehnya Harun juga dinyatakan tsiqat oleh Ibnu Hibban, Ahmad bin Hanbal berkataHarun orang yang saleh dan banyak yang meriwayatkan hadis darinya, Ibnu Abi Hatim berkata “Aku bertanya pada ayahku tentang Harun. Maka dia menyatakan bahwa tidak ada masalah dengan Harun”. Utsman Ad Darimi mengatakan dari Ibnu Main bahwa tidak ada persoalan dengan Harun walaupun Ad Dauri berkata bahwa Ibnu Main mengatakan Harun itu berlebihan dalam Syiahnya. Hal ini berarti Ibnu Main tidak menganggap kesyiahan Harun sebagai persoalan dalam periwayatan hadis. Jika benar setiap Rafidhah adalah pendusta mengapa Harun yang dikatakan As Saji dan Ibnu Hibban sebagai Rafidhah tetap diterima hadisnya oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim.   

Jami’ bin Umairah bin Tsa’labah Al Kufi

Dalam Tahdzib At Tahdzib 2/111 dan Mizan Al ‘Itidal 1/421, didapatkan keterangan tentang Jami’ bin Umair. Beliau dinyatakan Rafidhah oleh Ibnu Hibban. Ibnu Hibban berkata “Dia itu Rafidhah yang memalsukan hadis”. Tetapi walaupun begitu beliau adalah tabiin yang diterima hadisnya  

Abu Hatim berkata “Dia orang Kufah, seorang Tabiin dan Syiah yang terhormat. Dia jujur dan baik hadisnya”.Al Ijli berkata “Dia seorang Tabiin yang tsiqat”As Saji berkata “Dia memiliki hadis-hadis munkar, dia bisa diperhitungkan dan dia itu jujur”Bukhari berkata “Dia patut dipertimbangkan”Ibnu Adi berkata “Dia seperti yang dikatakan Bukhari,hadis-hadisnya bisa dipertimbangkan. Hadis yang diriwayatkannya umumnya tidak diikuti orang”

Jami’ bin Umairah adalah perawi hadis dalam Sunan Tirmidzi dan Al Mustadrak Al Hakim, Tirmidzi menghasankan sebagian hadisnya dan Al Hakim menshahihkan hadis riwayat Jami’ bin Umairah. Kalau memang yang dinyatakan Ibnu Hibban itu benar maka itu berarti seorang Rafidhah bisa diterima hadisnya.   

Abdul Malik bin A’yun Al Kufi

Keterangan tentang Abdul Malik dapat dilihat dalam Tahdzib At Tahdzib jilid 6 hal 385 dan Mizan Al I’tidal jilid 2 hal 651. Beliau Abdul Malik dinyatakan oleh Al Hamidi dan Sufyan bin Uyainah sebagai seorang Rafidhah Al Hamidi menceritakan bahwa Sufyan menerima hadis dari Abdul Malik seorang Syiah. Al Hamidi berkata bagiku Abdul Malik adalah seorang Rafidhah yang suka menciptakan ajaran bid’ah. Al Uqaili dalam Ad Dhuafa menyatakan bahwa Abdul Malik seorang Rafidhah Tetapi jika kita melihat pernyataan Ulama lain maka ditemukan bahwa Abdul Malik tsiqah dan jujur.  

Ibnu Hibban menyatakan Abdul Malik tsiqat dan memasukkan namanya dalam Ats TsiqatAl Ajli menyatakan Abdul Malik sebagai tabiin yang tsiqatAbu Hatim berkata “Ia orang Syiah tetapi jujur”Al Mizzi dalam Tahdzib Al Kamal berkata bahwa Abdul Malik itu Rafidhah tetapi Shaduq (jujur)Abdul Malik adalah perawi Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Nasai, Sunan Ibnu Majah, Sunan Abu Dawud dan Sunan Tirmidzi

Jadi bagaimana mungkin Rafidhah yang dikatakan dusta itu diambil hadisnya oleh para Ulama Sunni.   

Musa bin Qais Al Hadhramy

Beliau adalah seorang perawi hadis yang tsiqah sebagaimana disebutkan dalamTahdzib At Tahdzib jilid 10 hal 366 dan Mizan Al I’tidal jilid 4 hal 217. Anehnya Al Uqaily berkata Dia itu Rafidhah yang ekstrim. Apakah itu berarti Musa adalah Rafidhah yang tsiqah Yahya bin Main berkata “dia tsiqat” Abdullah bin Ahmad bin Hanbal berkata dari ayahnya yang berkata Aku tidak mengetahui tentang Musa kecuali kebaikan Ibnu Syahin berkata Musa diantara perawi yang tsiqah Ibnu Numair berkata tentang Musa dia tsiqat, banyak yang meriwayatkan darinya Abu Hatim berkata “tidak ada persoalan dengan dia” Selain itu Musa bin Qais lebih mendahulukan Ali ketimbang Abu Bakar. Hal ini dinyatakan Adz Dzahabi dalam sebuah riwayat tentang Musa, bahwa Musa berbicara tentang dirinya sendiri bahwa Sufyan bertanya kepadanya tentang Abu Bakar dan Ali, maka katanya Ali lebih kusukai. Musa bin Qais adalah perawi hadis dalamSunan Abu Dawud.   

 http://kabarislamia.blogspot.com/2013/12/kafirkan-semua-syiah-kafirkan-perawi.html

Daftar di bawah ini merupakan di antara ulama Syiah yang Bukhari sandarkan dalam Sahih-nya.  Jika kami tambahkan mereka semua termasuk periwayat dalam Sahih Muslim dan empat Sihah Sittah lain yang mengikuti keyakinan Syiah, maka jumlahnya akan banyak. Untuk menghemat tempat, referensi dimuat dalam bagian judul (kitab) hanya untuk satu hadis dari satu orang – sisanya dapat ditemukan menggunakan indeks atau software hadis.
Pembaca akan menemukan istilah Rafidi  dan di biografi berikutnya. Ulama suni secara umum mendefinisikan seorang Rafidi sebagai seorang Syiah yang secara terbuka mengkritik atau menolak legitimasi khalifah sebelum Imam Ali (as)
1.      Ubaidullah bin Musa Al-‘Absi (wafat 213 H)
Sahih Bukhari [kitab al-‘iman]
Sahih Muslim [kitab al-‘iman]
Sahih al-Tirmidzi [kitab al-salat]
Sunan al-Nasa’i [kitab al-sahw]

“Abu Daud berkata :  Dia seorang Syiah taat, hadis-hadisnya diterima… Ibnu Mandah berkata: Ahmad bin Hanbal biasa menunjukkan ‘Ubaydullaah pada masyarakat, dan dia sangat dikenal karenaRafd (keberpihakan pada Ali), dan dia tidak mengizinkan siapapun masuk ke rumahnya yang disebut ‘Muawiyah'”. [The Creed of the Imam of Hadits al-Bukhari and of the Great Scholars from whom he narrated (Salafi Publications, UK, 1997), h. 89 dari Al-Dzahabi, Siyar A’lam al-Nubala,9/553-557]

Sunan Abu Dawud [kitab al-taharah]
Sunan Ibn Majah [kitab al-muqaddamah]
Pandangan Ulama Sunni terhadap Ubaidullah bin Musa Al-’Absi
“Orang saleh, salah satu ulama penting Syiah… dipercaya oleh Yahya bin Ma’in, Abu Hatim mengatakan ia diandalkan, dipercaya… al-‘Ijli berkata : Dia pemegang otoritas Quran…” [Al-Dzahabi, Tadhkirat al-Huffaz dalam  Ubaidillah bin Musa al-‘Absi ]
2.      ‘Abbad bin Ya’qub al-Rawajini (wafat 250 H)

Abu Hatim berkata: Dia seorang syaikh, diandalkan. Ibnu Adi berkata : Dia biasa mencela salaf. Dia ekstrimis Syiah.  Salih bin Muhammad berkata : Dia biasa mencela Utsman. Saya mendengar dia berkata, “Allah lebih adil dari sekedar memasukkan Talhah dan Zubair ke surga setelah membaiat Ali kemudian memeranginya.” Ibnu Hibban berkata: Dia penyeru Rafidi.  Dia meriwayatkan hadis ini…,“Jika engkau melihat Muawiyah di mimbarku, bunuh dia!” [Ibn Hajar al-‘Asqalani, Tahdhib al-Tahdhib, dalam Abbad binYa’qub al-Rawajani”]

Sahih Bukhari  [kitab al-tawhid]
Sahih al-Tirmidzi  [kitab al-manaqib]
Sunan Ibn Majah  [kitab ma ja’ fi al-jana’iz]
Pandangan Ulama Sunni terhadap ’Abbad bin Ya’qub al-Rawajini
Dia seorang Rafidi terpercaya dan hadisnya ada di (Sahih) Bukhari. [Ibn Hajar al-‘Asqalani, Taqrib al-Tahdhib, dalam Abbad bin Ya’qub al-Rawajani ]
3.      ‘Abdul Malik bin A’yan al-Kufi
Sahih al-Bukhari [kitab al-tawhid]
Sahih Muslim [kitab al-‘iman]

Al-‘Ijli berkata: Dia berasal dari, seorang Tabi’i (pelanjut), diandalkan.  Sufyan berkata: ’Abdul Malik bin ‘A’yan seorang Syiah yg meriwayatkan pada kami, dia seorang Rafidi bagi kami, orang yg dipertimbangkan. Hamid berkata: Tiga bersaudara itu, ’Abdul Malik, Zurarah, dan Hamran adalah Rawafid. Abu Hatim berkata:  Dia termasuk orang pertama yang memeluk Syiah, dalam posisi penuh kebenaran, memiliki riwayat baik dan tercatat.  [Ibn Hajar al-‘Asqalani, Tahdhib al-Tahdhib, dalam Abdul Malik bin A’yan]

Sahih al-Tirmidzi [kitab tafsir al-Qur’an]
Sunan al-Nasa’i [kitab al-‘iman wa al-nudhur]
Sunan Abu Dawud [kitab al-buyu’]
Sunan Ibn Majah [kitab al-zakah]
Pandangan Ulama Sunni terhadap ‘Abdul Malik bin A’yan al-Kufi
Dia seorang Syiah Rafidi, salah satu orang yang dipertimbangkan. [Abu Ja’far al-‘Uqaili, Du’afa al-‘Uqayli, dalam Abdul Malik bin A’yan]
Dia seorang Rafidi, dibenarkan (shaduq). [Al-Mizzi, Tahdhib al-Kamal, dalam Abdul Malik b. A’yan”]

Ibn ‘Adi berkata :  Mereka (para ulama) tidak melihat masalah dalam hadisnya kecuali mensifatinya dengan Syiah… Dia orang terhormat … dia memuji riwayat ahlulbait Nabi dan mengabaikan yang lain… Mukhlid al-Syu’airi berkata: Saya bersama ‘Abd al-Razzaq ketika seseorang menyebut Mu’awiyah.  ‘Abd al-Razzaq berkata: ‘Jangan cemari majelis kami dengan menyebut keturunan Abu Sufyan!’. [Al-Mizzi, Tahdhib al-Kamal, dlm “‘Abd al-Razzaq al-San’ani”]

4.      Abdul Razaq al-San’ani (wafat 211 H)  
Sahih Bukhari  [kitab al-‘iman]
Sahih Muslim  [kitab al-‘iman]
Sahih al-Tirmidzi  [kitab al-taharah]
Sunan Nasa’i  [kitab al-taharah]
Sunan Abi Dawud  [kitab al-taharah]
Sunan Ibn Majah  [kitab al-muqaddamah fi al-‘iman]
Pandangan Ulama Sunni terhadap ’Abdul Razaq al-San’ani

Ibn ‘Adi meriwayatkan (hadis) dari ‘Abd al-Razzaq…, “Jika engkau melihat Mu’awiyah di mimbarku maka bunuh dia!” [Al-Dzahabi, Mizan al-‘I’tidal, dalam “Abdurrazaq al-San’ani”]

‘Awf seorang Qadari, Syi’i, setan! [Abu Ja’far al-‘Uqayli, Du’afa al-‘Uqayli, dalam ’Awf bin Abi Jamilah”]

5.      ‘Awf bin Abi Jamilah al-‘A’rabi (wafat 146 H) 
Sahih Bukhari  [kitab al-‘iman]
Sahih Muslim [kitab al-masajid wa mawadi’ al-salat]
Sahih al-Tirmidzi [kitab al-salat]
Sunan Nasa’i [kitab al-taharah]
Sunan Abi Dawud [kitab al-salat]
Sunan Ibn Majah [kitab al-salat]
Pandangan Ulama Sunni terhadap ‘Awf bin Abi Jamilah al-‘A’rabi

Dia seorang Rafidi tapi diandalkan oleh banyak ulama dan dia seorang Syiah. [Al-Dzahabi, Siyar A’lam al-Nubala, dlm “‘Awf bin Abi Jamilah”]

Mungkinkah Bukhari, Muslim, dan lainnya bersandar pada mereka tanpa tahu keyakinan yang sesungguhnya? http://www.nurmadinah.com/2011/08/perawi-yang-dikatakan-syiah-namun-diandalkan-oleh-suni/

Dia cenderung Syiah. Ibn Ma’in berkata : diandalkan, Al-Nasa’i berkata : Sangat diandalkan. [Al-Mizzi, Tahdhib al-Kamal, dlm ’Awf bin Abi Jamilah]
.

.

Ini tulisan dari Wahabi. Mereka membantah 100 perawi itu Syi'ah. Tapi cuma Tasyayyu'. Mirip Syi'ah... :). Wahabi:  Kini, tiba saatnya saya menjelaskan ke-100 perawi tersebut. Saya akan membuktikan kebenaran pendapat bahwa mereka bukan orang-orang Rafidhah sebagaimana dikatakan al Musawi, melainkan orang-orang Ahlus Sunnah yang sebagiannya berpaham tasyayyu' yang tidak sampai ke tingkat rafadh, tidak mempromosikan bid'ahnya dan tidak menghalalkan dusta. Tasyayyu' bukanlah rafadh.  
http://media.isnet.org/islam/ss/Perawi.html

Ini Perawi hadits Syi'ah. Tak tanggung2 haditsnya dimuat Imam Bukhari dan Imam Muslim di Bab Iman. Kalau Syi'ah bukan Islam / Kafir, sama saja bilang Sahih Bukhari dan Sahih Muslim itu perawinya orang kafir. Bukan Sahih lagi dong? Apalagi yg kita pegang?   

Ubayd Allah b. Musa al-Absi (Died 213 AH)
  Sahih Bukhari [kitab al-iman]

Sahih al-Tirmidhi [kitab al-salat]
   Sahih Muslim [kitab al-iman]

Sunan Abu Dawud [kitab altaharah]
  Sunan al-Nasai [kitab al-sahw]

  Sunan Ibn Majah [kitab al-muqaddamah]
Aboo Daawood said: He was an ardent Sheeee, his ahaadeeth are allowable....Ibn Mandah said: Ahmad ibn Hanbal used to point Ubaydullaah out to the people, and he was well known for Rafd (extreme partisanship for Alee), and he would not let anyone enter his house who was called Muaawiyah. [The Creed of the Imaam of Hadeeth al-Bukhari and of the Great Scholars from whom he narrated (Salafi Publications, UK, 1997), p. 89 from Al-Dhahabi, Siyar Alam al-Nubala, vol. 9, pp .553-557] 

http://www.al-islam.org/nutshell/beliefs/5.htm

KH Said Aqil Siradj (lahir 3 Juli 1953) saat ini berusia 60 tahun. Beliau menyatakan Syi’ah tidak sesat karena pada kurikulum pendidikan pada almamaternya, Universitas Ummul-Quro di Arab Saudi, Syi’ah saat itu tidak disebut Sesat.  “Wahabi yang keras saja menggolongkan Syi’ah bukan sesat,” begitu kata Aqil Siradj.

Namun banyak anak-anak muda Wahabi yang umurnya paling 30-40 tahun mencerca KH Said Aqil Siradj karena itu. Bahkan sebagian ada yang memfitnahnya sebagai seorang Syi’ah yang “Taqiyyah”.

Padahal apa yang dipelajari KH Said Aqil Siraj, sama dengan yang saya pelajari di bangku pendidikan SD di tahun 1970-an (sekitar tahun 1977). Saya sekolah di SD Negeri. Saat itu buku pendidikan agama dicetak berdasarkan bimbingan ulama NU.

Yang saya pelajari saat di SD Negeri tahun 1970-an sama dgn yg dipelajari dengan KH Said Aqil Siradj. Yaitu hingga zaman Khalifah Ali, Islam itu SATU. Belum ada Sunni, Syi’ah, dsb. Aqidah dan cara ibadah ummat Islam masih satu. Mereka generasi terbaik Islam: GENERASI SAHABAT. TIDAK ADA YANG SESAT. Namun saat pecah perang karena pemberontakan yang dilakukan oleh Mu’awiyyah, Islam terbagi 3: Sunni, Syi’ah, dan Khawarij. Sunni dan Syi’ah masih lurus. Khawarij yang mengkafirkan Muslim lain bahkan membunuh Khalifah Ali dan berusaha membunuh Mu’awiyyah itulah yang sesat. Arti Khawarij adalah orang-orang yang keluar dari Islam. Sunni dan Syi’ah itu lurus. Bagian dari ISLAM.

Syi’ah itu berasal dari Syi’ah Ali yang artinya Pengikut Ali. Khawarij itu adalah pengikut Ali yang membangkang. Sunni adalah selain dari di atas (Pengikut Mu’awiyyah dan yang netral).

Karena Mu’awiyyah menang, maka Syi’ah pun tersingkir selama berabad-abad karena Dinasti Umayyah (Keturunan Mu’awiyyah) berkuasa selama ratusan tahun yang dilanjutkan oleh Dinasti Abbasiyyah.

Saat itu di tahun 1977 masalah perbedaan Sunni dengan Syi’ah tidak sebesar sekarang. Zaman itu penguasa Iran (Syi’ah), Syah Iran Reza Pahlevi dan juga Raja Arab Saudi (Raja Fahad) sama-sama sekutu dekat AS. Jadi sama-sama teman.

Namun saat Revolusi Islam Iran terjadi di tahun 1979 oleh Imam Khomeini, hubungan Iran dengan AS terputus. Mahasiswa Iran menyandera Kedubes AS selama 444 hari untuk kemudian ditutup hingga kini. Iran namanya berubah jadi Republik Islam Iran.

AS pun melalui negara-negara Arab menghasud Saddam Husein, presiden Iraq, untuk menyerang Iran. Perang Iran-Iraq berlangsung selama 8 tahun (1980-1988). 1 juta orang tewas (baik dari Iraq dan Iran) dengan biaya sekitar Rp 10.000 Trilyun.

Ini video dari Dr Habib Rizieq Shihab:

http://kabarislam.wordpress.com/2013/06/28/video-pendapat-ulama-sunni-tentang-syiah/

Jeleknya Wahabi, jika ada Muslim Sunni tidak mau menganggap semua Syi'ah sesat, dan masih membela Syi'ah yg lurus, otomatis dianggap Syi'ah. Jika membantah disebut Syi'ah yg taqiyah. Mirip ajaran George Busuh: Either with us or against us. Jika tak bersama kami, berarti musuh kami. Karena mereka menganggap dirinya pembela Islam, jika menentang mereka artinya Musuh Islam. Amit-amit jabang bayi... :) Seperti Yahudi, tidak puas jika Sunni dan Syi'ah saling musuhan dan bunuh2an...

http://kabarislamia.blogspot.com/2015/02/fitnah-syiah-bukan-islam.html

http://kabarislamia.com/2013/04/08/imam-syiah-ali-khamenei-dan-ahmadinejad-larang-menghina-istri-dan-sahabat-nabi/

Ahmadinejad: Siapa Menghina Sahabat Rasulullah Sekutu Musuh Islam
Presiden Ahmadinejad menandaskan, “Dari tribun ini saya tegaskan bahwa barang siapa di mana pun ia berada menghina sahabat Rasulullah saw, maka ia bukanlah seorang muslim dan tidak bergerak di atas jalan Islam. Ia tidak lebih hanyalah kaki tangan dan alat mainan musuh-musuh asing.”
http://www.ipabionline.com/2013/02/ahmadinejad-siapa-menghina-sahabat.html#ixzz2PpyAj3AN
Khamenei: Haram Menghina Istri Nabi dan Simbol Ahlusunah
http://syiahali.wordpress.com/2011/09/07/fatwa-para-ulama-larangan-mencaci-para-sahabat/
Fatwa Para Ulama Syi’ah Larangan Mencaci Para Sahabat
http://www.shia-explained.com/my/archives/2364

Daftar Hitam Syi'ah oleh Wahabi


Ini daftar hitam ala PKI untuk dibunuh. Wahabi dgn bantuan Yahudi tega membunuh nama2 di daftar ini. Wahabi tega membunuh Syekh Al Buthi yg mereka fitnah sbg Syi'ah. Syekh Ahmad Hassoun Mufti Besar Suriah yg Aswaja mereka fitnah sbg Syi'ah dan mereka bunuh anaknya.

Lagi pula salah apa Haddad Alwi shg dimasukkan ke daftar itu? Sholawat Ya Robbi bil Musthofa yg dibawakan Haddad itu sholawat Aswaja. Bukan Syi'ah.
Cuma Wahabi memang sadis thd sesama Muslim dan sudah membantai jutaan Muslim dari dulu hingga sekarang. Dari tahun 1980 saja sudah 2,6 juta Muslim tewas dibantai Wahabi yg dibantu Zionis Yahudi di Afghanistan, Libya, Suriah, Iraq, Yaman, dan sebentar lagi Indonesia. Lihat saja Ketua NU mereka cap sbg Syi'ah. Artinya orang2 NU dianggap Syi'ah yg harus dibunuh.

Buat perbandingan wahabi:
Farid Okbah, Athian Ali, Abu Jibril, MIUMI, Kholil Ridwan, Yunahar Ilyas, Hidayatullah, Rodja, Yufid, Pengusaha Muslim, MMI dsb dan berbagai blog seperti arrahmah, voaislam, muslim.or.id, hidayatullah.com, dsb

Wahabi bisa kurang ajar seperti ini karena bantuan dana yg berlimpah dari Arab Saudi dan Qatar serta senjata AS dan Israel.

Ayat2 Al Qur'an dan Hadits ini menggambarkan kaum Wahabi yg suka mengkafirkan sesama Muslim:

“Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kamu adalah seseorang yang telah membaca (menghafal) al-Qur’ân, sehingga ketika telah tampak kebagusannya terhadap al-Qur’ân dan dia menjadi pembela Islam, dia terlepas dari al-Qur’ân, membuangnya di belakang punggungnya, dan menyerang tetangganya dengan pedang dan menuduhnya musyrik”. Aku (Hudzaifah) bertanya, “Wahai nabi Allâh, siapakah yang lebih pantas disebut musyrik, penuduh atau yang dituduh?”. Beliau menjawab, “Penuduhnya”. (HR. Bukhâri dalam at-Târîkh, Abu Ya’la, Ibnu Hibbân dan al-Bazzâr. Disahihkan oleh Albani dalam ash-Shahîhah, no. 3201).

“Abu Umamah melihat kepala-kepala (kaum Khawarij) yang dipancangkan di jalan Masjid Damaskus, Abu Umamah berkata, “Anjing-anjing neraka, seburuk-buruknya orang yang terbunuh di kolong langit, dan sebaik-baiknya yang dibunuh adalah orang yang dibunuh oleh mereka (Khawarij), kemudian beliau membaca Ayat, “Pada hari wajah-wajah menjadi putih dan wajah-wajah lain menjadi hitam..” Sampai akhir ayat.

Aku berkata kepada Abu Umamah, “Engkau mendengarnya dari Rasulullah shalalahu ‘alaihi wa sallam?” Beliau menjawab, “Aku mendengarnya sekali, dua kali, tiga kali, empat kali sampai tujuh kali. Bila aku tidak mendengarnya, aku tidak akan menyampaikannya kepada kamu.” (HR. At Tirmidzi).

Tempat kaum Khawarij berasal. Nabi menunjuk ke arah Timur:

Hadis riwayat Sahal bin Hunaif ra.:
Dari Yusair bin Amru, ia berkata: Saya berkata kepada Sahal: Apakah engkau pernah mendengar Nabi saw. menyebut-nyebut Khawarij? Sahal menjawab: Aku mendengarnya, ia menunjuk dengan tangannya ke arah Timur, mereka adalah kaum yang membaca Alquran dengan lisan mereka, tetapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama secepat anak panah melesat dari busurnya. (Shahih Muslim No.1776)

Saat mengatakan itu, Nabi berada di Madinah, Hijaz. Ada pun di timur Madinah/Hijaz adalah Najd, tempat lahirnya Muhammad bin Abdul Wahhab:

Map of Najd

http://kabarislam.wordpress.com/2012/01/16/najd-tempat-khawarijfitnah-di-najd-atau-di-iraq

Ibnu Umar berkata, “Nabi berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam dan Yaman kami.’ Mereka berkata, Terhadap Najd kami.’ Beliau berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah Syam dan Yaman kami.’ Mereka berkata, ‘Dan Najd kami.’ Beliau berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam. Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Yaman.’ Maka, saya mengira beliau bersabda pada kali yang ketiga, ‘Di sana terdapat kegoncangan-kegoncangan (gempa bumi), fitnah-fitnah, dan di sana pula munculnya tanduk setan.’” [HR Bukhari]

Khawarij ini dengan dalih memurnikan Islam, menghidupkan Sunnah, dsb ternyata malah memecah belah Islam. Tetaplah dalam Jama’ah / kelompok terbesar Islam. Jangan mengikuti firqoh mereka:

Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya diantara ummatku ada orang-orang yang membaca Alquran tapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka membunuh orang Islam dan membiarkan penyembah berhala. Mereka keluar dari Islam secepat anak panah melesat dari busurnya. Sungguh, jika aku mendapati mereka, pasti aku akan bunuh mereka seperti terbunuhnya kaum Aad. (Shahih Muslim No.1762)

Allah Ta’ala berfirman: “Jangan pula engkau mematuhi orang yang suka mencela, berjalan membuat adu domba.” (al-Qalam: 11)

Dari Hudzaifah r.a. katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Tidak dapat masuk syurga seorang yang gemar mengadu domba.” (Muttafaq ‘alaih)

Dari awal berdiri, Wahabi selalu dekat dgn Zionis Inggris dan AS. Pendiri Kerajaan Arab Saudi, Ibnu Su'ud bersama Muhammad bin Abdul Wahhab "menaklukkan" (baca: membantai) ummat Islam di Najd, Thaif, Mekkah, dan Madinah. Mereka dapat bantuan dana dan senjata Zionis Inggris guna mengalahkan penguasa Arab yang saat itu di bawah perlindungan Kekhalifahan Turki Usmani. Arab akhirnya lepas dari Turki Usmani. Dan sejak itu berada di bawah pengaruh Zionis Inggris yang dilanjutkan oleh Zionis AS.

Firman Allah ini harusnya membuka mata hati kita:
Orang-orang yang beriman tidak akan mengambil kaum Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. [Al Maa-idah 51]

Hanya orang munafik yang dekat dengan kaum Yahudi dan Nasrani yang saat ini tengah memusuhi Islam dan membantai ummat Islam:

“Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana.” Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.” [Al Maa-idah 52]

Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2012/01/19/ciri-khawarij-tak-mengamalkan-al-quran-dan-membunuh-muslim/

http://kabarislam.wordpress.com/2012/01/04/salafi-wahabi-memecah-belah-islam-dari-dalam/

http://www.bisnis.com/articles/arab-saudi-beli-84-pesawat-tempur-dari-as

http://news.detik.com/read/2011/12/30/200913/1803097/934/as-jual-pesawat-tempur-ke-arab-saudi?881101934

http://arrahmah.com/read/2011/12/31/17127-kesepakatan-jual-beli-senjata-bantu-ekonomi-amerika.html

http://kabarislamia.com/2012/11/21/foto2-mesranya-arab-saudi-dan-wahabi-dengan-as-dan-israel/

Senin, 02 Maret 2015

Wahabi Berdasarkan Al Qur'an dan Hadits


Banyak orang2 awam tertarik mengikuti Salafi karena dianggap aliran ini memurnikan ajaran Islam dari Takhayul, Bid'ah, dan Khurafat yang dulu disingkat dgn TBC. Ulama Salafi menamakan aliran mereka berubah2. Dulu sekali Muwahhidun, kemudian jadi Salafi, lalu Ahlus Sunnah, dan juga Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. Ini sama dengan nama Ahlus Sunnah Wal Jama'ah yang asli. Ulama Aswaja yang asli, Sufi, dan Syi'ah menamakan kelompok Salafi ini sebagai Wahabi. Nama ini sesuai dengan pendirinya, Muhammad bin Abdul Wahhab An Najdi at Tamimi, seorang Bani Tamim yang lahir di Najd tahun 1703 dan meninggal tahun 1792.
Namun jika Aswaja asli mengamalkan zikir berjamaah, Maulid Nabi, Tahlilan, Yasinan, dsb, maka Wahabi ini menganggap itu semua sesat. Karena Wahabi hanya menerima hadits yang menyatakan semua Bid'ah itu sesat dan masuk neraka. Mereka menolak hadits Bid'ah Hasanah / Ni'mal Bid'ah yang dipahami para sahabat seperti Khalifah Umar bin Khoththob ra, Abu Bakar ra, Zaid bin Tsabit dan juga para ulama Salaf seperti Imam Syafi'ie yang lahir tahun 150 H.
Walhasil mereka memfitnah Aswaja sebagai sesat, Musyrik karena ziarah dan doa di kuburan, dsb. Mereka pandang juga Sufi sebagai sesat / ghulluw. Banyak dari kelompok ini menganggap semua Syi'ah sesat bahkan belakangan ada yang bilang "Syi'ah bukan Islam". Ini memprihatinkan mengingat sebagian perawi hadits dari Sahih Bukhari, Muslim, dsb ternyata Syi'ah rafidhoh. Contoh: Abbad bin Ya’qub Al Asadi Ar Rawajini Al Kufi dan Sulaiman bin Qarm Abu Dawud Adh Dhabi Al Kufi.
https://www.youtube.com/watch?v=Yof43QhapfY
Sebaliknya, banyak ulama dari Aswaja, Sufi, dan juga Syi'ah menuding Wahabi sebagai aliran sesat, khawarij, dan buatan Zionis Inggris. Buatan Yahudi untuk memecah-belah ummat Islam dan membunuh Muslim. Kaum Salafi Wahabi menganggap ini adalah fitnah dari Musuh Islam. Musuh Allah. Kaum Salafi Wahabi menganggap kelompok mereka sebagai Pembela Islam, Penegak Sunnah.
Nah jika antara Wahabi dan non Wahabi ini saling klaim bahwa musuhnya yang melontarkan fitnah dan memang jutaan Muslim sudah dibunuh oleh Wahabi sejak kelahirannya, siapakah yang ahli fitnah sebenarnya? Mari kita kaji Al Qur'an dan Hadits dan fakta-fakta yang sudah terjadi.
Nabi menubuwatkan bahwa di akhir zaman akan timbul fitnah. Bahkan secara khusus Nabi menyebut Najd, tempat kelahiran Muhammad bin Abdul Wahhab sebagai sumber fitnah dan "Tanduk Setan":
Ibnu Umar berkata, “Nabi berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam dan Yaman kami.’ Mereka berkata, Terhadap Najd kami.’ Beliau berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah Syam dan Yaman kami.’ Mereka berkata, ‘Dan Najd kami.’ Beliau berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam. Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Yaman.’ Maka, saya mengira beliau bersabda (Najd) pada kali yang ketiga, ‘Di sana (Najd) terdapat kegoncangan-kegoncangan (gempa bumi), fitnah-fitnah, dan di sana pula munculnya tanduk setan.’” [HR Bukhari]
Map of Najd
Ini dikuatkan dengan hadits lainnya:
Hadis riwayat Sahal bin Hunaif ra.: Dari Yusair bin Amru, ia berkata: Saya berkata kepada Sahal: Apakah engkau pernah mendengar Nabi saw. menyebut-nyebut Khawarij? Sahal menjawab: Aku mendengarnya, ia menunjuk dengan tangannya ke arah Timur, mereka adalah kaum yang membaca Alquran dengan lisan mereka, tetapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama secepat anak panah melesat dari busurnya. (Shahih Muslim No.1776)
Saat mengatakan itu, Nabi berada di Madinah, Hijaz. Ada pun di timur Madinah/Hijaz adalah Najd, tempat lahirnya Muhammad bin Abdul Wahhab:
Dan memang tempat miqat untuk haji penduduk Najd adalah Qorn yang artinya tanduk. Riyadh, ibukota Arab Saudi sekarang ada di Najd. Dan di Riyadh dan wilayah-wilayah Najd lainnya ada Pangkalan Militer Zionis AS (Amerika Serikat) yang dipakai untuk menyerang negara-negara Islam di sekitarnya seperti Iraq yang menewaskan presiden Iraq, Saddam Hussein.
 Pangkalan Udara Militer AS di Arab Saudi
Ada 5 Pangkalan Udara Amerika Serikat di Arab Saudi seperti: Eskan Village Air Base, Saudi Arabia King Abdul Aziz Air Base, Dhahran, Saudi Arabia King Fahd Air Base, Taif, Saudi Arabia King Khalid Air Base, Khamis Mushayt, Saudi Arabia Riyadh Air Base, Riyadh, Saudi Arabia
Lihat foto tentara Arab Saudi dan Zionis AS yang bersahabat mesra. Yang mereka perangi adalah negara2 Islam di sekeliling Arab Saudi.
Arab Saudi Pinjamkan Pangkalan Militer Kepada AS untuk Serang Iraq
Silahkan baca. Media Massa "Islam" Wahabi yang didanai Arab Saudi memutar-balikkan fakta bahwa Iran membantu AS menyerang Iraq. Padahal di Iran tidak ada Kedubes dan Pangkalan Militer AS. Justru Kedubes dan Pangkalan Militer AS ada di Arab Saudi:

Arab Saudi atau Iran yang Bantu AS Serang Iraq?

http://kabarislamia.com/2013/01/14/arab-saudi-atau-iran-yang-bantu-as-serang-iraq/
Ini bukan masalah membela Syi'ah. Tapi sekedar menyampaikan yang haq. Kebenaran.
Di hadits di bawah Nabi menyebut bahwa dari Bani Tamim, suku Muhammad bin Abdul Wahhab berasal, akan muncul kaum Khawarij yang ibadahnya seperti hebat dan rajin membaca Al Qur'an, namun tidak mereka pahami dan tidak juga diamalkan (cuma di kerongkongan saja):
Telah bercerita kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu’aib dari Az Zuhriy berkata, telah mengabarkan kepadaku Abu Salamah bin ‘Abdur Rahman bahwa Abu Sa’id Al Khudriy ra berkata; Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW yang sedang membagi-bagikan pembagian (harta), datang Dzul Khuwaishirah, seorang laki-laki dari Bani Tamim, lalu berkata; Wahai Rasulullah, tolong engkau berlaku adil. Maka beliau berkata: Celaka kamu!. Siapa yang bisa berbuat adil kalau aku saja tidak bisa berbuat adil. Sungguh kamu telah mengalami keburukan dan kerugian jika aku tidak berbuat adil.
Kemudian ‘Umar berkata; Wahai Rasulullah, izinkan aku untuk memenggal batang lehernya!. Beliau berkata: Biarkanlah dia. Karena dia nanti akan memiliki teman-teman yang salah seorang dari kalian memandang remeh shalatnya dibanding shalat mereka, puasanya dibanding puasa mereka. Mereka membaca Al Qur’an namun tidak sampai ke tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama seperti melesetnya anak panah dari sasaran (hewan buruan). (HR Bukhari 3341)
Hadits di atas yang menyebut dari Bani Tamim, suku Muhammad bin Abdul Wahhab (MBAW) akan muncul Khawarij, dan juga hadits dari Najd, tempat kelahiran MBAW sebagai sumber fitnah dan tanduk setan harusnya membuat kita sadar bahwa Wahabi lah sebagai sumber fitnah meski ibadah mereka terlihat hebat.
Rasulullah saw bersabda: ”Nanti pada akhir zaman akan muncul kaum mereka membaca Al-Quran tetapi tidak melebihi kerongkongan, mereka memecah Islam sebagaimana keluarnya anak panah dari busurnya, dan mereka akan terus bermunculan sehingga keluar yang terakhir daripada mereka bersama Dajjal, maka jika kamu berjumpa dengan mereka, maka perangilah sebab mereka itu seburuk-buruk makhluk dan seburuk-buruk khalifah. ” ( Sunan Nasai/4108, Sunan Ahmad/19783 )
Dajjal adalah Yahudi. Zionis Yahudi. Dan dari foto2 di atas, Wahabi dari sejak era lahirnya memang selalu dekat dengan Zionis Yahudi membunuhi ummat Islam yang mereka fitnah sebagai musyrik. Cuma jika ummat Islam di Mekkah dan Madinah mereka perangi karena mereka anggap Musyrik, lalu ummat Islam yang lurus di mana? Di Najd yang disebut Nabi sebagai sumber fitnah?
Dajjal mahir menipu ummat Islam. Membuat api terlihat sebagai air dan sebaliknya. Nah cara menipu yang paling ampuh itu lewat informasi. Boleh dikata Media Informasi dunia bahkan sarana mencari informasi dan menyebar informasi seperti Google, Facebook, dsb dikuasai Yahudi. Nah yang menguasai 90% "Media Islam" yang ada pun ternyata antek Yahudi. Antek Dajjal. Sehingga bisa menyebar fitnah dengan mudah.
Tanpa modal yang besar, organisasi seperti NU dan Muhammadiyah sulit sekali membangun stasun TV. Namun Wahabi yang jauh lebih kecil, karena didanai pemerintah Arab Saudi yang merupakan sekutu AS dan Israel dengan mudah bisa mendirikan stasiun TV dan Radio serta berbagai Media Online sehingga fitnah begitu gencar. Para ulama NU dan Al Azhar mereka fitnah.
Skema yang harus kita pahami ini:

Israel>AS>Arab Saudi>Wahabi

Israel mengontrol AS yang merupakan anteknya. Zionis AS mengontrol Arab Saudi. Dan Arab Saudi yang mendanai ulama, lembaga, dan Media Massa Wahabi mengontrol Wahabi. Dengan cara ini Wahabi dengan mudah memecah-belah Islam dengan cara memfitnah Muslim lain sebagai sesat, kafir, dan sebagainya. Untuk memuluskan ini, Wahabi menyusupi organisasi2 Islam seperti NU, Muhammadiyyah, bahkan MUI.
Bagi Wahabi yang sudah anti Kerajaan Arab Saudi seperti Al Qaidah skemanya seperti ini:

Israel>AS>Wahabi

Mesranya Arab Saudi / Wahabi dengan Zionis AS dan Inggris hingga menyediakan Pangkalan Militer ini merupakan tanda bahwa mereka munafik:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. [Al Maa-idah 51]
Hanya orang munafik yang dekat dengan kaum Yahudi dan Nasrani yang saat ini tengah memusuhi Islam dan membantai ummat Islam:
“Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana.” Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.” [Al Maa-idah 52]
Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2011/11/30/haram-berteman-dengan-kafir-harbi-dan-membunuh-sesama-muslim/
Fitnah sudah menyebar. Bagaimana dengan "TANDUK SETAN"? Yang paling mirip dengan Tanduk Setan adalah ini:
Tanduk Setan
http://kabarislamia.com/2015/02/23/tanduk-setan-dan-fitnah-sudah-muncul/
Ternyata hotel yang ada di Menara Raksasa dengan beratapkan Tanduk itu dikelolah oleh Jaringan Hotel Fairmont yang dimiliki oleh Zionis Yahudi. Abraj al-Bait dikelola oleh Jaringan Fairmot Hotel. Benjamin Swig, seorang tokoh Zionis Yahudi dan banker kenamaan dunia adalah pendiri Fairmont pada tahun 1945. Fairmont ini juga mengelola banyak kasino atau pusat judi di Monte Carlo, Las Vegas, dan lainnya.
Dajjal itu Yahudi. Sebagai orang kafir, tidak bisa masuk Mekkah dan Madinah. Namun pengikut Dajjal seperti orang2 munafik / copet bisa masuk. Nah mungkin seperti itu. Meski Zionist Yahudi tidak bisa masuk kota Mekkah dan Madinah, namun pengikutnya bisa sehingga bisa mengelola hotel tsb dan juga hotel2 lain seperti Hilton, dsb.
Lho bukankah Salafi Wahabi ini Islam yang murni? Selalu memakai Al Qur'an dan Hadits?
Benar. Tapi cuma di kerongkongan. Tidak paham dan tidak diamalkan. Makanya mereka akhirnya su'u zhon, memfitnah Muslim sbg sesat/musyrik/kafir, bahkan membunuhnya. Ini seperti hadits Nabi di bawah:
Hadis riwayat Ali ra., ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Di akhir zaman akan muncul kaum yang muda usia dan lemah akal. Mereka berbicara dengan pembicaraan yang seolah-olah berasal dari manusia yang terbaik. Mereka membaca Alquran, tetapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama, secepat anak panah meluncur dari busur. Apabila kalian bertemu dengan mereka, maka bunuhlah mereka, karena membunuh mereka berpahala di sisi Allah pada hari kiamat. (Shahih Muslim No.1771)
“Akan keluar di akhir zaman suatu kaum yang usia mereka masih muda, dan bodoh, mereka mengatakan sebaik‑baiknya perkataan manusia, membaca Al Qur’an tidak sampai kecuali pada kerongkongan mereka. Mereka keluar dari din (agama Islam) sebagaimana anak panah keluar dan busurnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
“Suatu kaum dari umatku akan keluar membaca Al Qur’an, mereka mengira bacaan Al-Qur’an itu menolong dirinya padahal justru membahayakan dirinya. Shalat mereka tidak sampai kecuali pada kerongkongan mereka.” (HR. Muslim)
“Mereka baik dalam berkata tapi jelek dalam berbuat, mengajak untuk mengamalkan kitab Allah padahal mereka tidak menjalankannya sedikitpun.” (HR. Al-Hakim)
Berbagai ayat Al Qur’an dan Hadits mereka pakai, namun kesimpulan lain yang mereka dapat dan amalkan. Berbagai larangan Allah dalam Al Qur’an seperti Su’u Zhon (Buruk Sangka), Mengolok-olok sesama, Mengkafirkan sesama Muslim, dan membunuh sesama Muslim. Berbagai caci-maki terhadap sesama Muslim seperti Ahlul Bid’ah, Sesat, Kafir dan sebagainya terlontar dari mulut mereka.
wahabi
Wahabi yang sudah dicuci otak di Suriah. Dengan menyembelih manusia dan memakan manusia, mereka kira bisa masuk surga.
Kaum Khawarij ini merasa paling benar. Bahkan Khawarij pertama merasa lebih benar dari Nabi sehingga menuduh Nabi tidak adil. Khawarij masa kini menuduh Jumhur Ulama yang merupakan Pewaris Nabi sebagai tidak adil.
Ali bin Abi Thalib ra mengkomentari kelakuan para Khawarij yang memakai ayat Al Qur’an untuk tujuan kesesatan, “Kalimatul haqq yuridu bihil bathil”. Kalimat yang hak tapi dimanfaatkan untuk kebathilan. Sekarang pun Wahabi memakai ayat-ayat Al Qur'an yang ditujukan kepada kaum kafir penyembah berhala, untuk ditujukan kepada ummat Islam. Untuk memfitnah ummat Islam sebagai Musyrik atau Sesat.
Dulu Khawarij bertanya ke Ibnu Abbas ra tentang hukum membunuh nyamuk, tetapi mereka tidak bertanya tentang hukum membunuh cucu Rasulullah SAW, yaitu Hushain bin Ali ra yang mereka lakukan. Sekarang juga para Khawarij membunuh manusia termasuk Muslim dan ulama bagaikan membunuh nyamuk. Bagi mereka membunuh itu adalah jihad untuk mendapat 72 bidadari.
Ulama Salaf
Rasulullah SAW bersabda,

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِيْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ

“Sebaik-baik manusia adalah pada kurunku (Sahabat), kemudian yang sesudahnya (Tabi’in), kemudian yang sesudahnya (Tabi’ut Tabi’in).”[HR. Al-Bukhari no. 2652 dan Muslim no. 2533 ] Siapakah pengikut ulama SALAF sebenarnya? 1) Imam Hanafi lahir:80 hijrah 2) Imam Maliki lahir: 93 hijrah 3) Imam Syafie lahir:150 hijrah 4) Imam Hanbali lahir:164 hijrah 5) Imam Asy’ari lahir: 240 hijrah Aswaja berpegang pada 1 dari 4 mazhab yang pendirinya lahir dalam 3 abad pertama Islam. Mereka mempelajari Sifat 20.
Wahabi tidak berpegang pada 1 mazhab. Tapi kepada Muhammad bin Abdul Wahhab dan penerusnya. Mereka anggap Sifat 20 yang disusun Imam Asy'ari yang lahir tahun 240 H sebagai bid'ah sesat. Mereka pelajari Tauhid Uluhiyah, Rububiyah, dan Asma wa Shifat yang disusun MBAW yang lahir tahun 1115 H yang juga bid'ah. Ini melemahkan aqidah ummat Islam sehingga dalil2 kenapa Tuhan itu ada dan siapa Tuhan yang sebenarnya tidak dijelaskan.
Hadits di bawah mirip sekali dengan Wahabi yang menuduh Muslim sebagai Musyrik hanya karena ziarah dan berdoa di kuburan padahal mereka tak tahu isi doa tsb. Mereka su'u zon menganggap orang yang berdoa di kuburan berdoa minta kepada kuburan. Bukan berdoa kepada Allah guna mendoakan si mayit.
“Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kamu adalah seseorang yang telah membaca (menghafal) al-Qur’ân, sehingga ketika telah tampak kebagusannya terhadap al-Qur’ân dan dia menjadi pembela Islam, dia terlepas dari al-Qur’ân, membuangnya di belakang punggungnya, dan menyerang tetangganya dengan pedang dan menuduhnya musyrik”. Aku (Hudzaifah) bertanya, “Wahai nabi Allâh, siapakah yang lebih pantas disebut musyrik, penuduh atau yang dituduh?”. Beliau menjawab, “Penuduhnya”. (HR. Bukhâri dalam at-Târîkh, Abu Ya’la, Ibnu Hibbân dan al-Bazzâr. Disahihkan oleh Albani dalam ash-Shahîhah, no. 3201).
Wahabi lebih banyak membunuh Muslim daripada orang2 kafir. Makanya ada ulama saat ditanya militan Wahabi, lebih senang mengaku sebagai kafir daripada Muslim. Saat ditanya oleh Muslim yang tahu dia ulama kenapa mengaku sebagai kafir, ulama tsb berkata: "Jika saya mengaku sebagai kafir, maka saya aman. Tapi jika saya mengaku Muslim, maka saya bisa disangka sebagai sesat atau musyrik dan dibunuh."
Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya diantara ummatku ada orang-orang yang membaca Alquran tapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka membunuh orang Islam dan membiarkan penyembah berhala. Mereka keluar dari Islam secepat anak panah melesat dari busurnya. Sungguh, jika aku mendapati mereka, pasti aku akan bunuh mereka seperti terbunuhnya kaum Aad. (Shahih Muslim No.1762)
Wahabi biasanya merasa paling suci, pembela Islam, Ghuroba, Salafi, sementara Muslim lain mereka anggap ahli bid'ah dsb. Ini berlawanan dengan firman Allah:
“…Janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.” [An Najm 32]
Allah benci dengan orang-orang yang sombong:
”Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” [Luqman:18]
Nabi berkata bahwa orang yang sombong meski hanya sedikit saja niscaya tidak akan masuk surga:
Dari Ibn Mas’ud, dari Rasulullah Saw, beliau bersabda: “Tidak akan masuk sorga, seseorang yang di dalam hatinya ada sebijih atom dari sifat sombong”. Seorang sahabat bertanya kepada Nabi Saw: “Sesungguhnya seseorang menyukai kalau pakainnya itu indah atau sandalnya juga baik”. Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya Allah Swt adalah Maha Indah dan menyukai keindahan. Sifat sombong adalah mengabaikan kebenaran dan memandang rendah manusia yang lain” [HR Muslim]
Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2007/11/20/janganlah-sombong/
Kaum Wahabi senantiasa menyempal dari jama'ah Islam. Mereka bangga sebagai Ghuroba / orang2 asing. Padahal Allah senantiasa menyuruh kita berjama'ah. Jadi Ahlus Sunnah Wal JAMA'AH:
“Untuk golongan kanan, yaitu segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu. dan segolongan besar pula dari orang-orang yang kemudian.” [Al Waaqi’ah 38-40]
Dua orang lebih baik dari seorang dan tiga orang lebih baik dari dua orang, dan empat orang lebih baik dari tiga orang. Tetaplah kamu dalam jamaah. Sesungguhnya Allah Azza wajalla tidak akan mempersatukan umatku kecuali dalam petunjuk (hidayah) (HR. Abu Dawud)
Sesungguhnya umatku tidak akan bersatu dalam kesesatan. Karena itu jika terjadi perselisihan maka ikutilah suara terbanyak. (HR. Anas bin Malik)
Kekuatan Allah beserta jama’ah (seluruh umat). Barangsiapa membelot maka dia membelot ke neraka. (HR. Tirmidzi)
Mereka pelintir ayat2 Al Qur'an yang menyatakan KEBANYAKAN ORANG (Bukan kebanyakan Muslim) sebagai kebanyakan Muslim:
“Dan kebanyakan MANUSIA tidak akan beriman, walaupun kamu sangat menginginkannya” (QS. Yusuf: 103
Arti dari ayat di atas adalah: “KEBANYAKAN ORANG” atau “KEBANYAKAN MANUSIA”. Bukan KEBANYAKAN MUSLIM!
Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2012/12/23/beda-jamaah-vs-firqoh-dan-ghuroba/
Jika kita kaji perang Iraq, Libya, Suriah, dsb kita bisa menyaksikan Wahabi seperti Arab Saudi, Qatar, dan Turki bekerjasama dengan zionis AS dan Israel menghancurkan negara2 Islam tsb. Saddam Hussein, Khaddafi, dan Assad jadi korban mereka.
KORBAN WAHABI
Syekh Abdullah Az Zawawi (Mufti Mekkah), Saddam Husein, Khaddafi, dan Syekh Al Buthi adalah korban keganasan Wahabi
Kaum muslimin kompak bersatu menghadapi yang lain. (HR. Asysyihaab)
Kaum Wahabi biasanya menjauh dari para ulama Aswaja yang asli. Bahkan sering menghina para ulama tsb sebagai Ahli Bid'ah, Musyrik, dsb. Mereka cuma menghormati "ulama" Wahabi yang lahir di akhir zaman. Ulama NU mereka fitnah sebagai Syi'ah, Ulama Al Azhar dianggap sesat, dan Syekh Al Buthi mereka bunuh karena dianggap pembela Syi'ah. Ini berlawanan dengan firman Allah.
Firman Allah:
“…Bertanyalah kepada Ahli Zikir (Ulama) jika kamu tidak mengetahui” [An Nahl 43]
Nah kita kalau tak tahu harus bertanya kepada Ulama yang senang berzikir kepada Allah. Bukan ulama Su’ yang lupa kepada Allah.
Allah meninggikan ulama dibanding orang2 awam. Pemahaman Ulama terhadap Al Qur’an dan Hadits atau masalah, itu lebih baik daripada pemahaman orang-orang awam:
” ….Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan, Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al Mujaadilah [58] : 11)
Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. Az-Zumar [39]: 9).
Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2013/05/27/menghormati-dan-mengikuti-ulama-pewaris-nabi/

Pendapat Ulama tentang Wahabi

1. Dr. Ali Jumah, mufti Mesir mengatakan bahwa Wahabi Salafi adalah gerakan militan dan teror. [1]
2. Dr. Ahmad Tayyib, Syekh al-Azhar mengatakan bahwa Wahabi tidak pantas menyebut dirinya salafi karena mereka tidak berpijak pada manhaj salaf.[2]
3. Dr. Yusuf Qardawi, intelektual Islam produktif dan ahli fiqh terkenal asal Mesir, mengatakan bahwa Wahabi adalah gerakan fanatik buta yang menganggap dirinya paling benar tanpa salah dan menganggap yang lain selalu salah tanpa ada kebenaran sedikitpun.[3] Gerakan Wahabi di Ghaza, menurut Qardawi, lebih suka memerangi dam membunuh sesama muslim daripada membunuh Yahudi.[4]
4. Dr. Wahbah Az-Zuhayli (وهبة الزحيلي), mufti Suriah dan ahli fiqh produktif, menulis magnum opus ensiklopedi fiqh 14 jilid berjudul Al Muwsuatul Fiqhi al-Islami (الموسوعة الفقه الإسلامي ) . Az-Zuhayli mengatakan seputar Wahabi Salafi (yang mengafirkan Jama’ah Tabligh): “mereka [Wahabi] adalah orang-orang yang suka mengkafirkan mayoritas muslim selain dirinya sendiri.”[5]
5. KH. Agil Siradj, ketua PBNU, mengatakan dalam berbagai kesempatan melalui artikel yang ditulisnya, wawancara tv, dan seminar bahwa terorisme modern berakal dari ideologi Wahabi.[6]
6. Syekh Hisyam Kabbani, ketua tariqah Naqshabandi dunia, mengatakan bahwa Wahabi Salafi adalah gerakan neo-Khawarij.[7] Yaitu aliran keras yang menghalalkan darah sesama muslim dan terlibat dalam pembunuhan khalifah ke-3 Utsman bin Affan.

Pandangan Habib Munzir Al Musawa dari Majelis Rasulullah tentang Wahabi:

beda dengan orang orang wahabi, mereka tak punya sanad guru, namun bisanya cuma menukil dan memerangi orang muslim.
mereka memerangi kebenaran dan memerangi ahlussunnah waljamaah, memaksakan akidah sesatnya kepada muslimin dan memusyrikkan orang orang yg shalat.
Wahabi itu ucapannya bagus. Mengajak kita kembali kepada Al Qur'an dan Sunnah. Namun prakteknya buruk. Malah su'u zhon, gemar mencaci-maki bahkan melaknat, mengkafirkan, bahkan banyak yang membunuh sesama Muslim:
“ Akan ada perselisihan dan perseteruan pada umatku, suatu kaum yang memperbagus ucapan dan memperjelek perbuatan, mereka membaca Al-Quran tetapi tidak melewati kerongkongan, mereka lepas dari Islam sebagaimana anak panah lepas dari busurnya, mereka tidak akan kembali (pada Islam) hingga panah itu kembali pada busurnya. Mereka seburuk-buruknya makhluk. Beruntunglah orang yang membunuh mereka atau dibunuh mereka. Mereka mengajak pada kitab Allah tetapi justru mereka tidak mendapat bagian sedikitpun dari Al-Quran. Barangsiapa yang memerangi mereka, maka orang yang memerangi lebih baik di sisi Allah dari mereka “, para sahabat bertanya “ Wahai Rasul Allah, apa ciri khas mereka? Rasul menjawab “ Bercukur gundul “. (Sunan Abu Daud : 4765)
Mufti Mekkah Syekh  Abdullah Az Zawawi yang Disembelih Wahhabi
Mufti Mekkah Syekh Abdullah Az Zawawi yang Disembelih Wahhabi
http://kabarislamia.com/2012/12/21/sejarah-wahabi-dan-muhammad-bin-abdul-wahhab/
Kang Said: Satu Digit Lagi, Wahabi Jadi Teroris
Satu digit lagi, kader-kader wahabi menjadi teroris. Nilai-nilai wahabi memberikan udara segar bagi tumbuhnya bibit terorisme. Nilai itu memberikan ruang lebar bagi perpecahan sesama muslim dan sesama manusia.
Demikian dikatakan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj yang akrab disapa Kang Said dalam sambutan pembukaan Pelatihan Aswaja dan Empat Pilar di Kantor PBNU, jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jum‘at (19/20) sore.
“Wahabi memang bukan teroris. Namun, ajarannya sangat dekat dengan kekerasan,” kata Kang Said di hadapan sedikitnya seratus peserta pelatihan.
Ajaran wahabi, menurut Kang Said, tidak ramah manusia. Hal ini dapat dibuktikan dengan membawa masalah perbedaan sikap beragama pada masalah teologis. Mereka mengklaim kebenaran hanya milik kelompok sendiri dalam segala hal.
Mereka, lanjut Kang Said, memaksakan kebenaran kepada kelompok lain. Mereka mewujudkan paksaan tergantung pada kesempatan dan kenekatan.
Kalau ada kesempatan, kenekatan, dan fasilitas lain seperti senjata, maka mereka akan bergerak memaksakan kehendak, tutup Kang Said.
http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,44-id,45974-lang,id-c,nasional-t,Kang+Said++Satu+Digit+Lagi++Wahabi+Jadi+Teroris-.phpx
Yang istimewa adalah hadits ini. Bahwa kerajaan Khawarij ini tiap kali dihancurkan, selalu muncul kembali. Kerajaan besar, biasanya jika hancur tidak akan kembali. Contohnya Kerajaan Sriwijaya, Majapahit, Dinasti Umayyah, Dinasti Abbasiyah, Turki Usmani, dsb. Namun kerajaan Arab Saudi yang berpusat di Najd (di sebelah timur Madinah), tiap kali dihancurkan selalu muncul lagi. Kerajaan Arab Saudi yang sekarang adalah Kerajaan yang ketiga!
“ Akan muncul sekelompok manusia dari arah Timur, yang membaca al-Quran namun tidak melewati tenggorokan mereka. Tiap kali Qarn (kurun / generasi) mereka putus, maka muncul generasi berikutnya hingga generasi akhir mereka akan bersama dajjal “ (Diriwayatkan imam Thabrani di dalam Al-Kabirnya, imam imam Abu Nu’aim di dalam Hilyahnya dan imam Ahmad di dalam musnadnya)
The first Saudi State 1744-1818
The second Saudi state 1824-1891
http://en.wikipedia.org/wiki/History_of_Saudi_Arabia
KERAJAAN SAUDI-WAHABI PERTAMA : 1744-1818
KERAJAAN SAUDI-WAHHABI KE-II : 1843-1891
KERAJAAN SAUDI-WAHABI KE III (SAUDI ARABIA) : Sejak 1902
https://ewahabi.wordpress.com/2013/12/10/sejarah-kemunculan-wahabi-dajal/
Jadi Kerajaan Arab Saudi yang kita kenal sekarang sebagai pusat Wahabi adalah Kerajaan Arab Saudi yang ketiga!
Kenapa Kerajaan Arab Saudi bisa selalu bangkit meski 2x dihancurkan Kekhalifahan Turki Usmani? Bantuan dana dan senjata Zionis Inggris lah jawabannya. Tidak ada perang antara Arab Saudi dan Inggris. Yang ada adalah foto2 mesra bersama:
ibn-saud-cox-bell
“Dari sinilah fitnah-fitnah akan bermunculan, dari arah Timur, dan sifat kasar juga kerasnya hati pada orang-orang yang sibuk mengurus onta dan sapi, kaum Baduwi yaitu pada kaum Rabi’ah dan Mudhar “.(HR. Bukhari)
“ Tidak ada satu pun negeri, kecuali akan didatangi oleh dajjal “. (HR. Bukhari : 1782)
http://kabarislamia.com/2013/05/27/kenapa-wahabi-kelak-jadi-pengikut-dajjal-inilah-kajian-ilmiyah-nya/
Dari sini kita bisa menilai kesesatan Wahabi dari Al Qur'an dan Hadits dari poin2:
- Pendirinya, Muhammad bin Abdul Wahhab lahir di Najd. Tempat sumber fitnah
- Muhammad bin Abdul Wahhab dari Bani Tamim. Suku Dzul Khuwaitsirah yang akan melahirkan kaum Khawarij
- Muhammad bin Abdul Wahhab lahir di akhir zaman tahun 1115 H
- Wahabi senantiasa bersahabat dengan Zionis Inggris dan AS (Yahudi dan Nasrani) dan memerangi / mengkafirkan / menganggap sesat ummat Islam.
- Senantiasa mengucapkan berpegang kepada Al Qur'an dan Hadits tapi meninggalkan Ulama. Al Qur'an dan Hadits cuma di kerongkongan.
- Merasa paling takwa, pembela Islam, dan menuduh Muslim lain sebagai Musyrik dan tak jarang membunuhnya karena itu.
UNDERSTANDING “THE BIG GAME OF THE MIDDLE EAST” in ten minutes - HOW THE BRITISH CONQUERED ISLAM THE EMERGENCE OF WAHHABISM (OFTEN KNOWN AS SALAFISM) AND ITS HISTORICAL ROOTS
In his memoirs Mr. Hempher (British spy in Middle East) describe in detail how, in the middle of the eighteenth century, he made contact with Adbul Wahhab (Muhammad ibn 'Abd al-Wahhab) to create a subversive version of Islam, the notorious sect of Wahhabism that would undermine Ottoman empire in the region and serve British colonial interests. Wahhabism became the founding cult of the Saudi regime after the British established the Saudi monarchy in 1932. Later after the British empire bowed out of the region (50’s) the US took for themselves most of this British colonial oil rich territories in a partnership that we can name the ‘Anglo-American Empire’.
Since then, the Saudis have collaborated closely with the Americans -to whom they owe their tremendous oil wealth- in funding various Islamic fundamentalist organizations and other American covert operations, particularly the "jihad" in Afghanistan. But the Saudis simulatenously use the immense wealth at their dispossal to disseminate this disruptive brand of Islam to various parts of the world, categorized by some of the largest propaganda campaign in history.
Mr. Hempher memoirs are interesting reading in light of the role that the state of Saudi Arabia has and continues to play with regards to supporting and advancing Western power in the Middle East and elsewhere. Especially astounding is the very dubious and virulent form of Islam, that Wahhabism and Salafism represent, which is currently wrecking havoc on Islamic traditions, and dividing the Muslim community in petty squabbles over trivial details, allowing the War on Islam to proceed effectively unchecked. Read: http://surrenderingislam.com/memoirs-mr-hempher-british-spy-middle-east-part-1 http://surrenderingislam.com/memoirs-mr-hempher-british-spy-middle-east-part-2
http://www.liveleak.com/view?i=522_1357746513