Tampilkan postingan dengan label Iran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Iran. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 April 2015

Perang Proxy (Wakil) antara Iran Lawan Israel


Perang Proxy (Wakil) antara Iran lawan Israel. Jarak 1300 km bukan jadi halangan.
Iran memberi dana dan senjata bagi Hizbullah di Lebanon dan Hamas di Gaza guna memerangi Israel.
Sementara Israel mendukung Mujahidin Khalq dan Jundullah guna menyerang pemerintah Iran dgn melakukan berbagai pemboman. Israel juga dukung FSA guna memerangi Suriah yang merupakan sekutu Iran.
Israel didukung oleh AS dan Arab Saudi. Hebat ya?


https://en.wikipedia.org/wiki/Iran%E2%80%93Israel_proxy_conflict

Dari Departemen Pertahanan AS, Jenderal Peter Pace, Kastaf Angkatan Bersenjata  AS menyatakan Iran melakukan perang Proxy thd Israel melalui Hizbullah di Lebanon:

Pace Says Iran Fighting Proxy Wars Against Iraq, Israel
American Forces Press Service
CAMP FALLUJAH, Iraq, Aug. 15, 2006 – Iran is fighting two proxy wars, the chairman of the Joint Chiefs of Staff told servicemembers here Aug. 13.
Marine Gen. Peter Pace told servicemembers gathered at the camp chapel that Iran is “fighting a proxy war against Israel by supporting Hezbollah” in Lebanon. 
http://www.defense.gov/news/newsarticle.aspx?id=456

Dari CNN diberitakan pada serangan Israel ke Gaza tahun 2014, mayoritas negara2 Arab seperti Mesir, Yordan, dan Saudi Arabia mendukung Israel menyerang Hamas. Ada pun Hamas justru didukung oleh Iran. Suriah sebelum tahun 2012 masih mendukung Hamas. Dukungan terganggu karena Ikhwanul Muslimin (organisasi Hamas) melakukan bughot di Suriah:

This time, Gaza fighting is 'proxy war' for entire Mideast
"This is unprecedented in the history of the Arab-Israeli conflict," says CNN's Ali Younes, an analyst who has covered the region for decades. "Most Arab states are actively supporting Israel against the Palestinians -- and not even shy about it or doing it discreetly."

It's a "joint Arab-Israeli war consisting of Egypt, Jordan, Saudi Arabia against other Arabs -- the Palestinians as represented by Hamas." 

Iran has long supported Hamas, supplying it with weapons. And Meshaal used to be based in Syria.
http://edition.cnn.com/2014/07/31/world/meast/israel-gaza-region/

Ini silahkan dibaca:
Kenapa Iran Tidak Pernah Menyerang Israel?
http://kabarislamia.com/2013/07/23/kenapa-iran-tidak-pernah-menyerang-israel/

Ah yang bener. Apa iya Iran yang bantu Hamas? Propaganda Syi'ah doang kali!
Silahkan baca berita dari berbagai media massa. Jumlah mereka amat banyak dari sumber yang berbeda-beda. Mutawattir. Tidak mungkin mereka semua sepakat berdusta:

Logika saja. Dari mana Hamas dapat banyak roket guna menyerang Israel? Dari Israel apa Iran? Dari Israel kan secara akal sehat tidak mungkin.  

Iran Persenjatai Roket ke Hamas untuk Lawan Israel 
http://news.liputan6.com/read/2086619/iran-persenjatai-roket-ke-hamas-untuk-lawan-israel


Iran Terbuka Suplai Senjata ke GazaTembak Jatuh Pesawat Mata-Mata Israel http://www.jawapos.com/baca/artikel/6269/iran-terbuka-suplai-senjata-ke-gaza

Hamas Serang Israel dengan Roket Iran?
Roket ini lebih canggih dan mampu menempuh jarak lebih jauh ke Israel.  Diberitakan Reuters, Minggu 18 November 2012, serangan Hamas ini berhasil menghancurkan beberapa balkon di pelabuhan Ashdod, Tel Aviv. Polisi Israel mengatakan, lima orang terluka serangan ini.

Salah satu fraksi Hamas, Jihad Islam, mengaku menembakkan roket Fajr-5 buatan Iran pada Sabtu kemarin. Membuat warga di negara zionis Yahudi itu lari tunggang langgang. Sebelumnya, roket ini berhasil mendarat di pusat kota Tel Aviv.  
http://dunia.news.viva.co.id/news/read/368108-hamas-serang-israel-dengan-roket-iran-

Iran Tawarkan Teknologi Roket ke Hamas  Dalam konflik besar terakhir di Gaza pada November 2012 lalu, Larjani mengatakan, Iran bangga karena berikan dukungan keuangan dan militer untuk Hamas. 

Sebelumnya, Israel menuduh Iran memasok militan gaza dengan rudal Fajr-5 yang memiliki jangkauan hingga 75 kilometer (45 mil) yang digunakan Hamas dalam agresi militer. 

Hamas menembakkan jenis rudal ini ke Tel Aviv dan Yerusalem bahkan pada 2012 lalu. Fajr-5 diledakkan di daerah terbuka dan menyebabkan luka fisik dan kerusakan. http://www.republika.co.id/berita/internasional/palestina-israel/14/07/26/n99br6-iran-tawarkan-teknologi-roket-ke-hamas

Adanya berita dari Media Wahabi voa-islam.com (yang anti Iran) yang memberitakan Hamas menembakkan roket Fajr 5 membuktikan bahwa Hamas menggunakan roket Iran meski itu dibuat lokal:
http://www.voa-islam.com/lintasberita/infopalestina/2012/11/15/21695/al-qassam-kejutkan-tel-aviv-dengan-roket-fajar-5/
Sebagaimana Boeing itu dari AS dan Sukhoi itu dari Rusia, Fajr 5 adalah roket yang berasal dari Iran. Silahkan baca:
http://en.wikipedia.org/wiki/Fajr-5
Rudal tersebut sekarang dipakai Iran, Suriah, Libya, Hamas, Hizbullah, dan Jihad Islam.

Gencatan Senjata, Hamas Berterima Kasih pada Mesir & Iran  Meshaal juga berterima kasih kepada Iran atas perannya dalam mempersenjatai dan mendanai gerakan perjuangan Palestina tersebut selama konflik Gaza berlangsung.
http://news.detik.com/read/2012/11/22/101130/2097874/1148/gencatan-senjata-hamas-berterima-kasih-pada-mesir-iran

Warga Gaza: Terima Kasih Iran!  REPUBLIKA.CO.ID, GAZA — Warga Gaza mamasang plakat dan baliho di berbagai sudut kota. Baliho untuk mengucapkan terima kasih kepada Republik Islam Iran atas dukungannya dalam perang delapan hari melawan rezim Zionis.  “Roket-roket Iran menyerang Tel Aviv. Mereka juga sampai ke Yerusalem,” katanya kepada Reuters seperti dikutip Irib. ”Oleh karena itu, tugas kita untuk berterima kasih kepada mereka yang telah membantu orang-orang kami.”
Redaktur: Didi Purwadi
http://www.republika.co.id/berita/internasional/palestina-israel/12/11/28/me6hf1-warga-gaza-terima-kasih-iran

Apakah Iran Tidak Pernah Menyerang Israel?


Hingga tahun 1978, Iran saat di bawah Syah Iran jadi sekutu AS (lihat foto ini). Setelah Revolusi Islam Iran tahun 1979 baru Iran mulai anti AS dan Israel. Kedubes AS disandera dan ditutup.
Tahun 1982 saat Israel menyerang Lebanon, Iran mengirim 2000 pasukan pengawal revolusi guna membantu Suriah dan juga rakyat Lebanon melawan Israel. Kemudian memberi dana dan senjata untuk membentuk milisi Hizbullah yang sekarang rajin melawan Israel:

Pada perang Arab vs Israel tahun 1982 yang diikuti Suriah, PLO, Hizbullah, dan juga Milisi Iran tsb 657 orang Israel tewas dan 3887 luka.


Israel: 657 dead, 3,887 wounded
Syrian & Palestinian combatants:
Total deaths (civilian and combatant) 19,085
https://en.wikipedia.org/wiki/1982_Lebanon_War

Pada perang Lebanon tahun 2006 antara Israel vs Hizbullah, 121 orang Israel tewas sementara 250 milisi Hizbullah tewas:

Israel Defense Forces:
Killed: 121 killed
Wounded: 1,244
Hezbollah militia:
Killed: 250 
https://en.wikipedia.org/wiki/2006_Lebanon_War

Nah adakah Mujahidin Wahabi macam Al Qaidah, Jabhat Al Nusra, ISIS, dsb yang pernah jihad perang melawan Israel dan membunuh tentara Israel? Tidak ada bukan?

Padahal Nabi pernah menyerang orang2 Yahudi di Khaibar dan juga menghukum mati Bani Quraizhah yang berkhianat serta mengusir Bani Nadzhir dan Bani Qainuqa dari Madinah:
https://id.wikipedia.org/wiki/Pertempuran_Bani_Qainuqa
https://ms.wikipedia.org/wiki/Bani_Quraizah

Sebaliknya Nabi tidak mau membunuh seorang Khawarij yang mengatakan Nabi tidak adil karena khawatir orang2 menyebutnya ummat Islam suka membunuh sesama Muslim.

Sabda Nabi: "...Aku berlindung kepada Allah dari pembicaraan orang bahwa aku membunuh sahabatku sendiri. Sesungguhnya orang ini dan teman-temannya memang membaca Alquran, tetapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka keluar dari Islam secepat anak panah melesat dari busurnya". (Shahih Muslim No.1761)

Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2012/01/19/ciri-khawarij-tak-mengamalkan-al-quran-dan-membunuh-muslim/

Jadi keliru sekali dgn kaum Wahabi yang membunuh 3 juta Muslim di Afghanistan, Libya, Suriah, Irak, Yaman, dsb tapi tidak mau perang melawan Yahudi Israel guna membebaskan rakyat Palestina.
The party was long supported by Iran, which provided it with arms and money.

In its early days, Hezbollah was close to a contingent of some 2000 Iranian Revolutionary guards, based in Lebanon's Bekaa Valley, which had been sent to Lebanon in 1982 to aid the resistance against Israel.

As Hezbollah escalated its guerrilla attacks on Israeli targets in southern Lebanon, its military aid from Iran increased.
http://news.bbc.co.uk/2/hi/middle_east/1908671.stm

Hezbollah was conceived by Muslim clerics and funded by Iran following the Israeli invasion of Lebanon in 1982, and was primarily formed to offer resistance to the Israeli occupation.[2] Its leaders were followers of Ayatollah Khomeini, and its forces were trained and organized by a contingent of 1,500 Iranian Revolutionary Guards that arrived from Iran with permission from the Syrian government.[22] After the 1982 invasion, Israel occupied a strip of south Lebanon, which was controlled by a militia supported by Israel, the South Lebanon Army. Hezbollah waged a guerilla campaign against them; with the collapse of the SLA, Israel withdrew on May 24, 2000.
https://en.wikipedia.org/wiki/Hezbollah

Kenapa Iran Tidak Pernah Menyerang Israel?
http://kabarislamia.com/2013/07/23/kenapa-iran-tidak-pernah-menyerang-israel/

Hezbollah, Arabic Ḥizb Allāh (“Party of God”), also spelled Hezbullah or Hizbullah ,  militia group and political party that first emerged as a faction in Lebanon following the Israeli invasion of that country in 1982.

Shīʿite Muslims, traditionally the weakest religious group in Lebanon, first found their voice in the moderate and largely secular Amal movement. Following the Islamic revolution in Shīʿite Iran in 1979 and the Israeli invasion of Lebanon in 1982, a group of Lebanese Shīʿite clerics formed Hezbollah with the goal of driving Israel from Lebanon and establishing an Islamic state there. Hezbollah was based in the predominately Shīʿite areas of the Biqāʿ Valley, southern Lebanon, and southern Beirut. It coordinated its efforts closely with Iran, from which it acquired substantial logistical support, and drew its manpower largely from disaffected younger, more radical members of Amal. Throughout the 1980s Hezbollah engaged in increasingly sophisticated attacks against Israel and fought in Lebanon’s civil war (1975–90)
http://www.britannica.com/EBchecked/topic/264741/Hezbollah

Selasa, 31 Maret 2015

Hadits Nabi Tentang Keutamaan Persia (Iran)


Salah satu sahabat Nabi adalah Salman Al Farisi dari Persia. Salman menjadi arsitek pada perang Khandaq.
Keutamaan bangsa Persia dinyatakan oleh Nabi dalam satu hadits. Adakah ini Hadits Syi'ah oh Wahabi yang "Maha Benar" dan tukang ngeyel?
Keutamaan Persia (Iran)
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Seandainya agama itu berada pada gugusan bintang yang bernama Tsuraya niscaya salah seorang dari Persia atau dari putra-putra Persia akan pergi ke sana untuk mendapatkannya. (Shahih Muslim No.4618)
Musuh Islam itu harusnya Israel (Yahudi) yang merampas tanah Palestina dan tahun 2014 saja membantai 2300 rakyat Palestina. Bukan Iran. Wahabi itu mau mengikuti Al Qur'an dan Hadits atau menjauh dari Al Qur'an dan Hadits? Atau memelintir-melintir makna Al Qur'an dan Hadits sehingga maknanya jadi terbalik? Sehingga kita benci Persia dan cinta Yahudi?

Nabi dalam Nubuwatnya menyatakan bahwa ummat Islam akan memerangi kaum Yahudi hingga habis:
Dari Abu Hurairah ra, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda : “Kiamat tidak akan terjadi sehingga kaum Muslimin memerangi Yahudi, lalu kaum Muslimin akan membunuh mereka sampai-sampai setiap orang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon, tetapi batu dan pohon itu berkata, ‘Wahai Muslim, wahai hamba Allah, ada orang Yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuhlah dia.’ Kecuali (pohon) gharqad karena ia adalah pohon Yahudi.” [HR Muslim no. 2922, Imam Ahmad no. 27502 dan 10476, Bukhari no. 2926]
http://kabarislamia.com/2012/01/17/konflik-as-israel-arab-dengan-iran-mengkaji-al-quran-dan-hadits/
Pernyataan kaum Salafi Wahabi yang mengatakan lebih baik berteman dengan kaum Yahudi dan Nasrani ketimbang kaum Syi’ah sebetulnya bertentangan dengan ajaran Islam. Sebab kaum Yahudi dan Nasrani itu bukan cuma mengingkari sahabat, namun juga Allah, Kitab Al Qur’an, dan Nabi Muhammad.
Orang-orang yang beriman tidak akan mengambil kaum Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. [Al Maa-idah 51]
Hanya orang munafik yang dekat dengan kaum Yahudi dan Nasrani yang saat ini tengah memusuhi Islam dan membantai ummat Islam:
“Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana.” Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.” [Al Maa-idah 52]
http://media-islam.or.id/2011/11/30/haram-berteman-dengan-kafir-harbi-dan-membunuh-sesama-muslim/
Dari segi dalil Al Qur'an dan Hadits, tidak ada ayat yang menyatakan kita harus bersahabat dengan kaum Yahudi DAN Nasrani. Bertetangga yang rukun boleh. Tapi jika bersekutu dgn Yahudi dan Nasrani guna membantai sesama Muslim, itu sungguh jauh dari Al Qur'an dan Hadits.
Apalagi fakta yang ada saat ini Israel (Yahudi) yg merampas tanah Palestina dan tahun 2014 saja membantai 2300 rakyat Palestina itu musuh Islam. Begitu pula AS (Nasrani) yg membunuh ummat Islam di Afghanistan, Irak, Libya, Yaman, dsb. Sekutu AS dan Israel ini jelas munafik. Musuh Islam.
Jadi wajar-wajar sajalah. Kecuali jika Iran tiba-tiba menyerang Arab Saudi tanpa sebab, bolehlah kita menyerang Iran. Tapi ini kan tidak. Yang ada justru Arab Saudi menyerang Yaman.
http://kabarislamia.com/2011/12/31/ketika-as-dan-israel-menyerang-iran-anda-memihak-siapa/

Siapa yg tak kenal dgn Salman Al Farisi?
Sahabat Nabi dari Persia yg jadi arsitek perang Khandaq?
Tiba2 Wahabi Saudi membuat kita benci akan Persia / Iran.
Tiba2 ummat Islam tidak benci lagi dgn Yahudi/Israel. Berkat Wahabi Saudi, ayat wa lan tardlo 'an kal Yahuudu wa lan nashoro (al baqarah 120) tidak laku lagi. Ayat tsb cuma di kerongkongan saja.
Sekarang Wahabi Saudi cs dgn AS dan Israel menghancurkan Iraq, Libya, Suriah, Yaman, dan nanti Iran.

Tulisan ini bukan bertujuan membangga2kan atau melebih2kan suatu bangsa di atas bangsa lainnya. Ini hanya sebagai pengingat bagi sebagian kita yang saat ini gampang diprovokasi dengan isu2 sektarian Sunni-Syiah.
Sebagaimana kita ketahui bersama, Iran adalah negara Syiah. Hal ini membuat mereka yang mengatakan "Syiah bukan Islam" dengan serta merta juga membenci Iran (Iranophobic). Meskipun jumhur ulama sepakat bahwa Syiah khususnya Mazhab Ja'fari dan Zaidi merupakan bagian dari Islam, kelompok ini tetap ngotot berseberangan dengan ijma ulama sedunia. Mereka menganggap Iran dan paham Syiahnya merupakan bahaya terbesar bagi umat Islam bahkan melebihi bahaya zionis Israel.
Mereka juga meyakini bahwa "bahaya" yang dimaksud disebabkan oleh kebencian turun temurun orang2 Iran akibat ditaklukkannya Imperium Persia yang merupakan nenek moyang bangsa Iran oleh Khalifah Umar bin Khattab pada tahun 642 masehi. Keislaman orang2 Persia dan anak keturunan mereka, orang2 Iran sekarang, menurut mereka adalah keislaman yg dibungkus kemunafikan yg bertujuan menghancurkan Islam dari dalam.
Mereka telah melupakan ayat Al-Quran Surat Muhammad (47) ayat 38:
"Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka diantara kamu ada orang yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang membutuhkan(Nya); dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan menganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (ini)."
Para ulama ahli tafsir menafsirkan ayat ini dengan menggunakan hadits yang diriwayatkan oleh Baihaqi, Tirmizi dan lain-lainnya dari Abu Hurairah berkata:
"Rasulullah saw. membaca ayat ini sampai akhir, maka para sahabat bertanya: "Ya Rasulullah! Siapakah orang-orang itu yang jika kami berpaling, mereka akan menggantikan kami dan mereka tidak seperti kami?". Maka Rasulullah menepuk bahu Salman, kemudian berkata, "Inilah orangnya bersama kaumnya, demi Allah yang diriku di tangan-Nya, seandainya agama itu tergantung di bintang Surayya, dia akan dicapai oleh orang-orang dari Persia".
(Riwayat ini bisa kita temukan dalam beberapa kitab tafsir diantaranya:
- Tafsir ath Thabari,26/42.
- Tafsir al Qurthubi,16/258.
- Tafsir Fathu al Qadîr,5/43.
- Ad Durr al Mantsûr,6/55-56.
- Tafsir Ma’âlim at Tanzîl; Imam al Bangawi,6186.
- Tafsir Lubâb at Ta’wîl; Imam al Khâzin,6/186.)
Demikianlah Rasulullah SAW menggambarkan kegigihan orang2 Persia dalam mencari hidayah Islam. Betul imperium Persia runtuh akibat penaklukan Umar bin Khattab ra. Namun sebagaimana sejarah menunjukkan, dimana Islam memasuki suatu negeri, maka para penduduknya tidak ada yang dipaksa untuk memeluk Islam. Mereka bebas melaksanakan ajaran agama mereka. Adapun mereka yg kemudian memeluk Islam adalah karena kesadaran mereka sendiri akan cahaya kebenaran yang dibawa oleh Islam.
Demikian pula dengan bangsa Persia. Terlebih lagi Rasulullah SAW telah menunjukkan pada kita karakter bangsa Persia ketika menafsirkan QS Muhammad ayat 38 di atas.
Kita juga tentu hafal dengan kisah sahabat Salman Al-Farisi ra. yg disebut dalam hadits di atas. Bagaimana begitu gigihnya Salman, seorang Persia, dalam mencari kebenaran, yang rela meninggalkan kemewahan hidupnya sebagai anak kepala suku di Persia, meninggalkan agama majusi untuk memeluk agama nasrani sehingga ia dipasung oleh ayahnya. Ia kemudian berhasil lari dan meninggalkan kampung halamannya, tanah Persia, menuju ke Syiria untuk mendalami agama Nasrani melaui seorang pendeta. Dan ketika sang pendeta mengatakan kepadanya tentang kabar akan datangnya seorang Nabi dari bangsa Arab, iapun rela menjual semua ternak kambing dan sapi yang dimilikinya kepada kafilah dagang Arab sebagai "ongkos" perjalanan agar kafilah tadi bersedia membawanya ke tanah Arab.
Hingga tibalah ia di Wadil Qura'. Semula ia mengira di tempat ini ia akan menjumpai Nabi yang dimaksud. Namun ternyata ia salah.
Karena tidak memiliki tempat tinggal dan kehabisan bekal, ia pun rela dibeli sebagai budak oleh kaum Yahudi Bani Quraizhah yang kemudian membawanya ke Madinah. Dan ketika Rasulullah hijrah ke Madinah, ia pun tidak serta merta mengimani kenabian Rasulullah sebelum ia menyelidiki secara seksama tanda2 kenabian yg ada pada Rasulullah. Sehingga setelah melihat tanda2 kenabian itu, barulah ia dengan penuh sukacita mengucapkan kalimat syahadat.
Demikianlah kisah kegigihan Salman Al-Farisi, seorang Persia, dalam mencari kebenaran agama. Rasulullah pun memahami bahwa kegigihan yang demikian juga ada pada diri kaum Persia, sebagaimana termaksud dalam hadits di atas.
Sayang sekali, sebagian dari kita sekarang melupakan kisah Salman, melupakan hadits Rasulullah, terbutakan oleh ashobiyah, sehingga sedemikian alerginya terhadap bangsa Iran. Begitu mudahnya diadu domba dengan isu Sunni-Syiah. Memandang Iran sebagai musuh Islam. Menuduh bangsa Iran memiliki dendam kesumat turun temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya karena penaklukkan Persia. Menuduh Iran ingin mendirikan kembali imperium Persia lengkap dengan agama Majusinya. Suatu tuduhan yang tidak memiliki dasar yang kuat selain karena ashobiyah.
Iran dan Syiahnya adalah bagian dari Islam. Seharusnya umat ini bersatu padu dan mengenali siapa musuh sebenarnya.