Tampilkan postingan dengan label arab saudi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label arab saudi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 September 2015

Nubuwat Nabi Tentang Fitnah dari Najd Sudah Terjadi


Hasil jihad kaum Khawarij pengikut Dajjal yang mengaku sebagai Mujahidin. Suriah, Iraq, Libya, Yaman, Afghanistan dsb hancur. Israel aman, damai, tentram, Kerta Raharjo... smile emoticon
Nubuwat Nabi soal Fitnah sekarang terjadi. Negara2 pembuat fitnah ada di Timur Madinah yaitu negara2 Arab yg kaya seperti Najd (Riyadh), Qatar, Uni Emirat Arab, dsb:

Ibnu Umar berkata, “Nabi berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam dan Yaman kami.’ Mereka berkata, Terhadap Najd kami.’ Beliau berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah Syam dan Yaman kami.’ Mereka berkata, ‘Dan Najd kami.’ Beliau berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam. Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Yaman.’ Maka, saya mengira beliau bersabda pada kali yang ketiga, ‘Di sana (Najd) terdapat kegoncangan-kegoncangan (gempa bumi), fitnah-fitnah, dan di sana pula munculnya tanduk setan.’” [HR Bukhari]

Tempat kaum Khawarij berasal. Nabi menunjuk ke arah Timur:

Hadis riwayat Sahal bin Hunaif ra.:
Dari Yusair bin Amru, ia berkata: Saya berkata kepada Sahal: Apakah engkau pernah mendengar Nabi saw. menyebut-nyebut Khawarij? Sahal menjawab: Aku mendengarnya, ia menunjuk dengan tangannya ke arah Timur, mereka adalah kaum yang membaca Alquran dengan lisan mereka, tetapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama secepat anak panah melesat dari busurnya. (Shahih Muslim No.1776)

Dari ‘Abdullah bin Umar yang berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengerjakan shalat fajar kemudian mengucapkan salam dan menghadap kearah matahari terbit seraya bersabda “fitnah datang dari sini, fitnah datang dari sini dari arah munculnya tanduk setan” [Musnad Ahmad 2/72 no 5410 dengan sanad shahih]

Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya diantara ummatku ada orang-orang yang membaca Alquran tapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka membunuh orang Islam dan membiarkan penyembah berhala. Mereka keluar dari Islam secepat anak panah melesat dari busurnya. Sungguh, jika aku mendapati mereka, pasti aku akan bunuh mereka seperti terbunuhnya kaum Aad. (Shahih Muslim No.1762)

Ummat Islam itu berkasih sayang terhadap sesama, namun keras terhadap orang-orang kafir:
“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.” [Al Fath 29]

“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” [Al Maa-idah 54]

Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2013/09/09/ciri-ciri-muslim-sejati/
The chosen 1 @darren_dazmav Sep 7
Syria = chaos
Iraq = chaos
Libya = chaos
Yemen = chaos
Afghanistan = chaos
But yet Israel remain fully intact?
‪#‎weird‬


Joserizal Jurnalis
Sdh hampir 4 tahun konflik Syria.
Korban berjatuhan tidak sedikit, pengungsi pun seperti deret ukur
------------------------------------------
Masih ingat dg foto di bawah ini ?

Coba perhatikan foto dan komentar yg dibuat...
------------------------------------
Foto dan komentar ini bergentayangan di sosmed Indonesia.
------------------------
Awalnya dimuat oleh BBC utk menyatakan pembantaian di HOULA Syria.
Ternyata gambar di bawah ini adalah gambar di Iraq.
Fotografernya : MARCO DE LAURO memprotes BBC dan BBC pun gelagapan shg BBC minta maaf.
---------------------------
Apakah pembuat komentar foto tsb dan penyebarnya di Indonesia minta maaf?
Setahu saya TIDAK PERNAH...
Jangankan minta maaf, malah memproduksi foto2 hoax lainnya, termasuk juga tentang Rohingya.

Jumat, 17 April 2015

Ulama Saudi Dipenjara 8 Tahun Karena Perkosa Anaknya Sampai Mati


Sementara TKW Indonesia dihukum pancung, "Ulama" Arab Saudi, Fayhan al-Ghamdi, yang memperkosa anaknya Lama al-Ghamdi yang berumur 5 tahun hingga mati cuma dipenjara 8 tahun saja.
Bagaimana ini dgn hukum Qishosh dan keadilannya?
"Ulama" tsb sering mengisi acara ceramah agama Islam di TV. Hal ini diberitakan secara mutawattir oleh Al Arabiya, Al Jazeera, Al Akhbar, USA Today, AFP, dsb.

Saudi preacher jailed 8 years for killing his daughter
AFP, Riyadh 
Tuesday, 8 October 2013
A Saudi court sentenced a preacher convicted of torturing his five-year-old daughter to death was sentenced to eight years in prison and 800 lashes, a lawyer said Tuesday.


In a case that drew widespread public condemnation in the kingdom and abroad, the court also ordered Fayhan al-Ghamdi to pay his ex-wife, the girl's mother, one million riyals ($270,000) in “blood money,” lawyer Turki al-Rasheed told AFP.
http://english.alarabiya.net/en/News/middle-east/2013/10/08/Saudi-preacher-jailed-8-years-for-raping-killing-daughter-.html

Saudi cleric jailed eight years for raping, killing five-year-old daughter
http://english.al-akhbar.com/node/17260

Saudi blood money ruling angers activists
Religious scholar "sentenced to pay blood money to mother after serving short jail term" for daughter's death.

A Saudi man who raped his five-year-old daughter and tortured her to death has been sentenced to pay "blood money" to the mother after having served a short jail term, according to activists.
http://www.aljazeera.com/news/middleeast/2013/02/201323223618362435.html

Saudi celebrity cleric who raped and murdered his daughter, five, claimed he injured her because he doubted she was a virgin

http://www.dailymail.coDOTuk/news/article-2277437/Saudi-celebrity-cleric-raped-murdered-daughter-claimed-injured-doubted-virgin.html  (GANTI DOT dgn .) dan copy paste langsung dari browser karena diblok FB.

Saudi cleric rapes, beats his 5-year-old to death, gets 8 years prison
RIYADH, Saudi Arabia (AP) — An ultraconservative Muslim preacher in Saudi Arabia was sentenced to eight years in prison and 800 lashes for raping and beating his five-year-old daughter to death, official media said Tuesday.

Fayhan al-Ghamdi, who often preached on television, was convicted of beating his daughter Lama with canes, burning her with electrical cables, crushing her skull and tearing off her nails. She was also raped repeatedly and died months later in a Saudi hospital.
http://www.usatoday.com/story/news/world/2013/10/08/saudi-cleric-gets-8-years-prison-for-killing-child/2947175/

Minggu, 12 April 2015

Musthafa Ya'qub Dukung Serangan Arab Saudi ke Yaman?


Sepertinya Imam Masjid Istiqlal Mustafa Yakub mencatut nama Muhammadiyyah dan NU serta Ulama Indonesia mendukung Najd (Saudi Arabia) menyerang Yaman.
Lah wong MUI selaku perwakilan Ulama Indonesia jelas2 bersikap netral dan minta semua pihak agar berdamai. Maksudnya mungkin Ulama Wahabi yg ada di NU dan Muhammadiyyah yg memang segelintir sudah menyusup di situ.

Irak hancur karena diserang AS yg diundang Arab Saudi. Suriah hancur karena bughot yg didukung AS dan Saudi. Yaman pun di ambang kehancuran setelah tentara AS, Inggris, dan juga Saudi bercokol di situ.

“Dari ibnu Umar ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda :”Ya Allah, berkahilah Syam dan Yaman bagi kami.“ Mereka memohon: “Najd kami lagi wahai Rasulullah, doakan berkah.” beliau menjawab: “Ya Allah berkahilah Syam dan Yaman bagi kami.” mereka memohon: “Najd kami lagi wahai Rasulullah, doakan berkah.” Beliau ( Nabi Muhammad Saw ) menjawab: Di Najd itu tempatnya segala kegoncangan dan berbagai macam fitnah. Dan disana akan lahir generasi pengikut syetan.”Hadits shahih ini diriwayatkan oleh Al Bukhari (979), al-Turmudzi (3888) dan ahmad (5715). 


http://kabarislamia.blogspot.com/2015/03/najd-arab-saudi-serang-yaman-dan-syam.html

Dari website MUI (Majelis Ulama Indonesia): 
Perang Yaman Bisa Sulut Konflik Sektarian
Apr 08, 2015 by Ahmadie ThahaComments are off
perang yamanPimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) kembali menggelar pertemuan dengan pimpinan ormas-ormas Islam dalam Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) di Kantor Pusat MUI di Jalan Proklamasi No. 51, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (07/04/2015). Sejumlah isu dalam dan luar negeri dibahas dalam pertemuan ini.

Di jumpa pers seusai pertemuan itu, Ketua Bidang Hubungan dan Kerjasama Luar Negeri KH Muhyidin Junaidi menjelaskan, para pimpinan ormas Islam sepakat untuk bersikap netral terkait konflik yang sedang terjadi di Yaman, dan menghimbau kepada pihak-pihak yang bertikai untuk menyelesaikan masalah dengan damai.

“MUI sebagai civil society bersikap netral, tidak berpihak kepada pihak yang bertikai,” tegas Muhyidin. Pihaknya menghimbau kepada pihak-pihak yang bertikai untuk duduk bersama menyelesaikan persoalan secara damai dengan mengedepankan musyawarah dan dialog.

Peperangan itu, katanya, justru menyebabkan berbagai dampak negatif baik moril maupun materiil. MUI sebagai ormas yang tidak masuk pada ranah politik menghimbau kepada pihak-pihak yang bertikai untuk berdamai sehingga tidak merugikan Umat Islam dan tidak merusak nama Islam di mata dunia internasional.

Selain itu MUI juga mengharapkan agar masyarakat Indonesia tidak terprovokasi kelompok tertentu yang ingin mengeksploitasi pergolakan di Timur Tengah untuk menciptakan konflik horizontal dengan mengangkat isu-isu sektarianisme. “Yang paling mudah adalah perang antara mazhab,” lanjut Kyai Muhyidin.

Kepada pemerintah Indonesia, MUI meminta agar berperan aktif sesuai dengan kebijakan luar negeri yang bebas-aktif. “Saatnya Indonesia yang masyarakatnya mayoritas Muslim terbesar di atas pemukaan bumi ini menjadi juru damai. Inilah momentum terbaik bagi kita, karena kita memang sudah memiliki modal dasar dan kita sudah berhasil untuk mendamaikan beberapa pihak yang bertikai di negara ini,” tuturnyanya.

http://mui.or.id/mui/homepage/berita/berita-singkat/perang-yaman-bisa-sulut-konflik-sektarian.html 

Ulama Indonesia dukung Arab Saudi terkait krisis Yaman
Sabtu, 11 April 2015 14:35 WIB | 7.079 Views
Pewarta: Atman Ahdiat
Jakarta (ANTARA News) - Ulama dari berbagai organisasi Islam di Indonesia pada Sabtu menyatakan dukungan mereka terhadap kebijakan Arab Saudi, yang memimpin pasukan koalisi untuk melancarkan operasi militer terhadap kelompok radikal Houthi di Yaman.

Para ulama yang di antaranya mewakili Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), Persatuan Islam (Persis), Al Irsyad Al Islamiyah (Al Irsyad), Dewan Dakwah Islamiyah (DDI), Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) serta Ikatan Dai Seluruh Asia Tenggara diterima Duta Besar Kerajaan Arab Saudi Mustafa Ibrahim Al Mubarak di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta.

Ali Musthafa Ya'qub, Imam Besar Masjid Istiqlal yang hadir dalam pertemuan tersebut, menegaskan bahwa apa yang terjadi di Yaman, negara berpenduduk 22 juta yang berbatasan langsung dengan Arab Saudi, bukanlah pertikaian antara kelompok Sunni dan Syiah, tapi kekerasan oleh kelompok radikal Houthi.

"Apa yang terjadi di Yaman bukan masalah konflik antar kelompok agama, tapi perilaku radikal yang diperlihatkan oleh kelompok Houthi. Kelompok ini harus segera diantisipasi karena gerakan mereka sudah seperti teroris," kata Ali Musthafa.

Ali Musthafa juga menegaskan bahwa pemikiran radikal kelompok Houthi tersebut harus segera dibasmi agar tidak menyebar ke negara lain, termasuk Indonesia.

"Gerakan kelompok ini lebih berbahaya dan harus segera diatasi karena bukan tidak mungkin pengaruh mereka akan sampai di Indonesia sebagai negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia," kata Ali Musthafa menambahkan.

Mustafa Ibrahim menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan para ulama Indonesia terhadap kebijakan Arab Saudi dalam mengatasi konflik di negara tetangganya itu.

"Sebagai sebuah negara dengan penduduk beragama Islam terbesar di dunia, saya memahami bahwa situasi di Yaman telah mendapat perhatian luas dari masyarakat Indonesia. Oleh karena itu saya ingin memberikan penjelasan secara lebih luas perihak keterlibatan Arab Saudi yang memimpin pasukan koalisi dalam melakukan operasi militer di Yaman," kata Mustafa Ibrahim.

Mustafa mengatakan Arab Saudi adalah tetangga terdekat dengan Yaman sehingga berkewajiban ikut membantu kondisi negara itu tetap stabil dan memastikan konflik di negara itu tidak mengganggu negara lain di kawasan.

Mustafa Ibrahim memberikan gambaran bahwa posisi Arab Saudi ibarat sebuah tetangga yang dimintai pertolongan ketika tetangga tersebut sedang menghadapi kesulitan.

"Dalam kasus ini, Saudi Arabia memberikan pertolongan kepada negara tetangga Yaman ketika presiden mereka yang sah yaitu Abdu Rabuh Mansour Hadi menghadapi ancaman kudeta kelompok pemberontak Houthi," katanya.

Berdasarkan atas keprihatinan karena kelompok Houthi bisa mengancam stabilitas Yaman dan negara-negara tetangganya, ia menjelaskan, Arab Saudi yang berbatasan langsung dengan Yaman mengambil inisitif untuk membentuk pasukan koalisi guna memerangi Houthi yang telah menguasai sebagian wilayah Yaman.

Meski mendukung penuh operasi militer pasukan koalisi yang dipimpin oleh Arab Saudi, para ulama mengimbau pasukan koalisi hanya menyasar fasilitas militer Houthi sehingga tidak menyebabkan warga sipil menjadi korban.

UNICEF, organisasi PBB untuk urusan anak-anak, memperkirakan setidaknya 100.000 warga harus meninggalkan rumah mereka dan lebih dari 600 orang tewas, termasuk sekitar 80 anak, akibat konflik di Yaman.

http://www.antaranews.com/berita/490245/ulama-indonesia-dukung-arab-saudi-terkait-krisis-yaman

Serangan Arab Saudi ke Yaman Tewaskan Puluhan Anak-anak


Pesawat Tempur Arab Saudi seperti F15 itu diketinggian rendah kecepatannya 1400 km/jam. Saat terbang tinggi di atas 10.000 meter, kecepatan mencapai 2400 km/jam. Pemboman dilakukan malam hari.
Nah dengan kecepatan setinggi itu dan pemboman di malam hari, tak heran jika banyak korban sipil berjatuhan akibat serangan udara Arab Saudi ke Yaman. 40 orang di Kamp Pengungsi tewas. 6 anak juga tewas saat sekolah mereka dirudal pesawat Arab Saudi. Total 62 anak2 tewas dalam waktu cuma 1 minggu saja.

Jadi aneh saja saat para Ulama Wahabi seperti Mustafa Yakub, MIUMI, DDII, Persis, dsb bertamu ke tempat Dubes Arab Saudi dan memberi dukungan serangan udara Arab Saudi sambil wanti2 kalau bisa Syi'ah Houthi saja dibom. Jangan sampai kena warga sipil yang tidak berdosa. Mungkin mereka ngomong begitu tidak baca koran dan tidak tahu kondisi penyerangan dgn pesawat tempur di malam hari tsb.

Diperkirakan 1000 orang tewas di mana sebagian adalah wanita dan anak2. Jika Mustafa Yakub, MIUMI, DDII, Persis, dsb mendukung serangan Arab Saudi tsb, maka berarti mereka bertanggung jawab atas tewasnya Muslim yg sebagian adalah anak2 tsb.

“Dari ibnu Umar ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda :”Ya Allah, berkahilah Syam dan Yaman bagi kami.“ Mereka memohon: “Najd kami lagi wahai Rasulullah, doakan berkah.” beliau menjawab: “Ya Allah berkahilah Syam dan Yaman bagi kami.” mereka memohon: “Najd kami lagi wahai Rasulullah, doakan berkah.” Beliau ( Nabi Muhammad Saw ) menjawab: Di Najd itu tempatnya segala kegoncangan dan berbagai macam fitnah. Dan disana akan lahir generasi pengikut syetan.”
[HR Bukhari (979), al-Turmudzi (3888) dan Ahmad (5715)]

Ini beritanya:

Arab Saudi Serang Sekolah di Yaman 

REPUBLIKA.CO.ID, SANA'A -- Serangan udara Arab Saudi menghantam sebuah sekolah dan menewaskan setengah lusin siswa, Selasa (7/4) waktu setempat.
http://m.republika.co.id/berita/internasional/timur-tengah/15/04/08/nmghu6-arab-saudi-serang-sekolah-di-yaman

Rudal Saudi Hantam Sekolah di Yaman, 6 Anak Tewas

Berdasarkan data WHO, setidaknya sudah 540 orang tewas dan 1770 orang menderita luka-luka akibat serangan udara yang dilakukan oleh koalisi Teluk tersebut. Satu hal yang membuat miris adalah, dari 540 orang korban tewas, 74 diantaranya adalah anak-anak.
http://international.sindonews.com/read/986370/44/rudal-saudi-hantam-sekolah-di-yaman-6-anak-tewas-1428409784

Kamp pengungsi Yaman dihujani serangan udara, 40 tewas

http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/03/150331_yaman_mazrak_pengungsi

Perang Yaman Renggut 40 Pengungsi, PBB Sebut Pelanggaran

http://international.sindonews.com/read/983886/42/perang-yaman-renggut-40-pengungsi-pbb-sebut-pelanggaran-1427857255

Seminggu Arab Saudi Serang Yaman, 62 Anak Tewas

http://dunia.news.viva.co.id/news/read/608658-seminggu-arab-saudi-serang-yaman--62-anak-tewas

Selasa, 31 Maret 2015

Arab Saudi Serang Israel dgn Pesawat F15 Buatan AS?



Di majalah Wahabi Hidayatullah.com ditulis setelah Yaman, Raja Salman akan segera menyerang Israel (Palestina)
Batuk saya jadinya.
Kehebatan jet tempur Arab Saudi menggempur Yaman itu karena Arab Saudi diberi berbagai pesawat tempur canggih dari AS dan Inggris. Contohnya F15, Typhoon, dan Tornado. Jika berani melawan Israel, yang merupakan majikan AS, dengan mengembargo onderdilnya saja pesawat tempur Arab Saudi bisa tidak mengudara lagi. Bahkan dengan sistem yang dikomputerisasi, bisa diprogram sehingga meledak sendiri atau menyerang ke arah lain oleh AS. Pasokan rudal distop AS juga sudah selesai Arab Saudi.
Dengan berbagai pangkalan militer AS di negara2 Arab termasuk Arab Saudi, mimpi kali ye...
Tapi para pembaca Hidayatullah percaya bahwa Arab Saudi akan menyerang Israel sehingga mereka mengucap: "Barokallahu..." dsb padahal kenyataan yang ada sekarang, Arab Saudi sedang membombardir Yaman. Bukan Israel.
Military Aircraft Operated by Saudi Arabia
Fighter/Attack Aircraft
F-15 Eagle
F-15E Strike Eagle
EF-2000 Typhoon
F-5E Tiger II
Tornado ADV
Tornado IDS
http://www.combataircraft.com/en/Military-Aircraft/Saudi-Arabia/
Pangkalan Militer AS di Arab:
https://www.google.co.id/maps/search/us+military+air+force+base+arab/@19.0450524,89.3085471,4z


Lama2 Arab Saudi dan Israel seperti Abang-Adek. Saudi-Yahudi.
Sama2 ketakutan kalau Iran membangun reaktor Nuklir yang cuma buat pembangkit listrik bagi rakyat Iran (Indonesia juga punya reaktor nuklir).

Yang saya heran, Arab Saudi kok tidak merasa takut Israel punya ratusan bom nuklir? Padahal jarak Israel ke Arab Saudi lebih dekat daripada Iran ke Arab Saudi?

Kenapa Arab Saudi merasa aman dari ratusan bom nuklir yang dimiliki Israel? Kenapa?

Lavrov: Chances to reach Iran nuclear deal ‘pretty good’
The negotiations are opposed by some of Iran's regional rivals, most notably US allies - Israel and Saudi Arabia. Israel vigorously obstructed the negotiations, claiming that they would result in a “bad deal.” 
http://rt.com/news/245505-lavrov-iran-nuclear-deal/

 Israel setidaknya memiliki 80 hulu ledak nuklir dan cukup bahan untuk memproduksi lebih dari 190.
http://www.tempo.co/read/news/2013/09/16/115513868/Ilmuwan-Atom-Israel-Miliki-80-Nuklir

Berita dari The Jerusalem Post.
Israel adalah pendukung terbesar Koalisi Sunni (baca: Wahabi) yg dipimpin Arab Saudi melawan Syi'ah Houthi yang didukung Iran.
Israel sudah berurusan dengan milisi dukungan Iran di perbatasan utara (Hizbullah) dan selatan (Hamas di Gaza) dan melihat perkembangan negara Syi'ah ke Irak dan Yaman sebagai menakutkan terutama dgn program nuklirnya (FYI: ribuan tentara Israel tewas di tangan Hamas dan Hizbullah yg didukung Iran).

Berhubung AS sejak perang di Afghanistan dan Irak sudah jadi loyo (AS bangkrut karena biaya perang mencapai 4 trilyun dollar (Rp 50.000 Trilyun), maka peran Arab Saudi untuk memerangi milisi yang didukung Iran amat diharapkan Israel.

Pada tahun 2014 lalu, Israel membantai 2.300 rakyat Palestina dan melukai 17.000 rakyat Palestina. Jadi kita tunggu serangan Arab Saudi ke Israel jika benar2 peduli ummat Islam. Peduli Sunni... :)

The new Saudi leadership role in the region could provide a counter-force to Iran absent a US force doing so.

The Saudi-led Sunni coalition against the Iranian-backed Houthis in Yemen has no greater supporter than – Israel.

Israel is already dealing with Iranian-supported proxies on its northern and southern borders, and views the Shi’ite country’s spread into Iraq and Yemen as worrisome, especially in conjunction with its nuclear program.

When Shi’ite Houthi rebels took Yemen’s capital in September, it sent shock waves to countries on the Red Sea, scared of Yemen becoming an Iranian hub. Besides Israel, these countries are Saudi Arabia, Jordan, Egypt, Sudan, Eritrea and Djibouti.

The new Saudi leadership role in the region, demonstrated by King Salman and his ability to put aside Sunni differences such as Qatar’s and Turkey’s support for the Muslim Brotherhood, could provide a counter-force to Iran absent a US force doing so.

Analysts and a former deputy national security adviser told The Jerusalem Post on Sunday that Israel’s interest lies in the victory of the Saudi alliance over the Houthis.

“Israel’s clear interest is to see a rollback of Iranian influence in Yemen. This is true also in Syria, where the fall of [Syrian President Bashar] Assad will be a blow to the Shi’ite corridor,” Prof.

Efraim Inbar, director of the Begin-Sadat Center for Strategic Studies at Bar-Ilan University, told the Post. 

“Hopefully, the Saudis and the Egyptians will be able to hit the Houthis hard and arm Sunni tribes to get rid of Iranian influence,” said Inbar, adding that “Egypt is probably ready to use its air force, navy and even some ground troops to endear themselves to their Arab banker – Saudi Arabia – and other Gulf states.”

“Iran is becoming the gravest threat while the Americans do not provide security any longer,” argued Inbar.

Writing in The Washington Times, Daniel Pipes, the president of the Middle East Forum, said that the way the Arabs have united to counter Iran demonstrates that they do not see the Israeli-Palestinian conflict as the most pressing priority in the region.
http://www.jpost.com/Middle-East/Israel-rooting-for-the-Saudis-395552

Israel killed more Palestinians in 2014 than in any other year since 1967
More than 2,300 Palestinians killed and more than 17,000 injured, according to annual report by UN Office for the Coordination of Humanitarian Affairs

http://www.theguardian.com/world/2015/mar/27/israel-kills-more-palestinians-2014-than-any-other-year-since-1967

Wahabi Berdasarkan Al Qur’an dan Hadits
http://kabarislamia.com/2015/03/01/wahabi-berdasarkan-al-quran-dan-hadits/