Rabu, 05 Agustus 2015

Wahabi Mensabotase FP Islam


Assalamu'alaikum wr wb.
Heran berhadapan dgn Wahabi model begini kok kita seperti berhadapan dgn orang yang bukan Islam ya?

Kerjanya merusak milik orang Islam.
Aneh...
Mudah2an Allah membalas perbuatan mereka dgn setimpal.
Semoga kita semua dilindungi oleh Allah SWT dari kejahatan makhluknya. Aamiin...


Moh Lutfi admin grup Bermanhaj Salaf:
https://www.facebook.com/jon.zonggol

Ini grup Bermanhaj Salaf yang suka mensabotase FP Islam:
https://www.facebook.com/groups/341025522675874

Sabtu, 18 Juli 2015

Wahabi Blokir Akun FB Muslim


Inilah cara Wahabi Blokir Akun FB Muslim. Para Wahabi seperti Muh Lutfi dari Grup Bermanhaj Muslim memfitnah ummat Islam seperti dr Joserizal dsb sbg Syi'ah kemudian berusaha menutup akun FB mereka. Akun FB dr Joserizal sudah ditutup oleh FB.

Ini karena mereka mengkafirkan Muslim atau memfitnah Muslim sbg Syi'ah tanpa tabayyun. Ini contohnya:

Abah SantoniToni Savana Aries..ini ada satu lagi....hehehehe...catat nama akun nya.....kita harus hati2...
ddd


Ini alamat akun FBnya:

https://www.facebook.com/agus.jayadi.9081


https://www.facebook.com/leo.internisti.7

https://www.facebook.com/savana.aries

Senin, 06 Juli 2015

Tingkatan Gelar Ahli Hadits

Seorang Hujjatul Islam, seperti Imam Al Ghazali, menguasai 300.000 hadits. Bayangkan jumlah hadits sekarang jika digabung tidak sampai 100.000. Toh Imam Al Ghazali menyatakan bahwa tidak bisa lagi di zamannya orang membuat mazhab Fiqih karena jumlah hadits yang dikuasai tidak mencukupi.

Mengenal Gelar Ahli Hadits

Para Ulama telah menetapkan kriteria yang ketat agar hanya benar-benar ‘orang yang memang memenuhi kriteria sajalah’ yang layak menyadang gelar ini seperti yang diungkapkan oleh Imam Sakhowi tentang siapa Ahli Hadits (muhaddits) itu sebenarnya?

Para Imam Hadits mendapat gelar keahlian dalam bidang Imam Hadits sesuai dengan keahlian, kemahiran, dan kemampuan hafalan ribuan Hadits beserta ilmu-ilmunya. Gelar keahlian itu ialah :
{ أمير المؤمنين }Amirul Mu’miniin fil Hadits

Gelar ini sebenarnya diberikan kepada para khalifah setelah Khalifah Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu. Para khalifah diberikan gelar demikian mengingat jawaban Nabi shallahu ‘alaihi wasallam atas pertanyaan seorang sahabat tentang “Siapakah yang dikatakan khalifah”?, bahwa khalifah ialah orang-orang sepeninggal Nabi yang sama meriwayatkan haditsnya. Pada Muhadditsiin pada masa itu seolah-olah berfungsi khalifah dalam menyampaikan sunnah. Mereka yang memperoleh gelar ini antara lain : Syu’bah Ibnu al-Hajjaj. Sufyan ats-Tsauri.Ishaq bin Rahawaih ( Rohuyah).Ahmad bin Hambal.al-Bukhari, ad-Daruquthni dan Imam Muslim.

{ الحاكم }Al-Hakim

Al-Hakim yaitu, orang yang menguasai seluruh ilmu-ilmu hadits, sehingga tidak ada yang tertinggal darinya.Yaitu, suatu gelar keahlian bagi imam-imam hadits yang menguasai seluruh hadits yang marwiyah (diriwayatkan), baik matan maupun sanadnya dan mengetahui ta’dil (terpuji) dan tarjih (tercelanya) rawi-rawi. Setiap rawi diketahui sejarah hidupnya, perjalanannya, guru-guru dan sifat-sifatnya yang dapat diterima maupun yang ditolak. Ia harus dapat menghafal hadits lebih dari 300.000 hadits beserta sanadnya. Para muhadditsiin yang mendapat gelar ini antara lain : Ibnu Dinar (meninggal 162 H).al-Laits bin Sa’ad.Seorang mawali yang menderita buta di akhir hayatnya meninggal 175 H).Imam Malik (179).dan Imam Syafii (204 H).

{ الحجّة }Al-Hujjah

Yaitu, gelar keahlian bagi para Imam yang sanggup menghafal 300.000 hadits,baik matan, sanad, maupun perihal si rawi tentang keadilannya, kecacatannya, biografinya (riwayat hidupnya). Para muhadditsiin yang mendapat gelar ini antara lain ialah :Hisyam bin Urwah (meninggal 146 H).Abu hudzail Muhammad bin al-Walid (meninggal 149 H).dan Muhammad Abdullah bin Amr (meninggal 242 H).

{ الحافظ }Al-Hafizh

Ialah gelar untuk ahli hadits yang dapat menshahihkan sanad dan matan hadits dan dapat men-ta’dil-kan dan men-jarh-kan rawinya. Seorang al-hafidh harus menghafal hadits-hadits shahih, mengetahui rawi yang waham (banyak purbasangka), illat-illat hadits dan istilah-istilah para muhadditsiin. Menurut sebagian pendapat, al-hafidh itu harus mempunyai kapasitas hafalan 100.000 hadits. Para muhadditsiin yang mendapat gelar ini antara lain : al-Iraqi, Syarifuddin ad-Dimyathi.Ibnu Hajar al-Asqalani, dan Ibnu Daqiqi al-’Iegd.

{ المحدّث }Al-Muhaddits

Menurut muhadditsiin-muhadditsiin mutaqaddimin, al-hafidh dan al-muhaddits itu searti. Tetapi, menurut muta’akhiriin, al-hafidh itu lebih khusus daripada al-muhaddits. Kata at-Tajus Subhi, “al-muhaddits ialah orang yang dapat mengetahui sanad-sanad, illat-illat, nama-nama rijal (rawi-rawi), ‘ali (tinggi), dan naazil (rendah)-nya suatu hadits, memahami kutubus sittah, Musnad Ahmad, Sunan al-Baihaqi, Majmu Thabarani, dan menghafal hadits sekurang-kurangnya 100 hadits. Muhadisin yang mendapat gelar ini antara lain : Atha’ bin Abi Rabbah (wafat 115 H).Ibnu Katsir dan Imam az-Zabidi

{ المسند } Al-Musnid

Yaitu, gelar keahlian bagi orang yang meriwayatkan sanadnya, baik menguasai ilmunya maupun tidak. al-musnid juga disebut dengan at-Thalib, al-Mubtadi’, dan ar-Rawi.

Ulama  yang telah mencapai Gelar – gelar tersebut

Guru Mulia Alhabib Umar bin Hafidh telah mencapai derajat Al-hafidh dan Al-musnid, di Indonesia yg mencapai derajat Al Hafidh adalah almarhum Al Hafidh Alhabib Abdullah bin Abdulqadir Balfaqih, ALmarhum Alhabib Salim bin jindan, Almarhum Alhafidh Al Musnid ALhabib Ali bin Abdurrahman ALhabsyi kwitang.Gelar Alhafidh, ribuan dimasa para Imam Imam madzhab hingga tak terdata, dan kini hanya tinggal beberapa orang saja.

Diatas itu adalah Hujjatul Islam, diantaranya Imam Ghazali, Imam Nawawi, Imam Ibn Hajar Al Asqalaniy, dan banyak lagi.

Diatas itu adalah para Imam Muhadditsin, puluhan jumlahnya, mereka adalah para pengumpul hadits, dan dari puluhan itu terpilihlah 7 besar, yg dikenal dengan nama Imamussab’ah (Imam yg tujuh), yaitu Imam Ahmad bin Hanbal, Imam Abu Dawud, Imam Attirmidziy, Imam Annasai, Imam Ibn Majah, Imam Muslim dan Imam Bukhari.

Tentunya Imam Muhaddits puluhan jumlahnya, diantaranya Imam Daruqutni, Imam Hakim, Imam Baihaqiy dll, namun derajat riwayat hadits mereka kalah kuat oleh Imam tujuh, dikarenakan kejelian Imam Tujuh atas periwayat periwayat hadits.

Dari Imam Tujuh ini disaring lagi menjadi enam Imam saja, dikenal dg nama Kutubussittah, yaitu 7 imam diatas namun gugur Imam Ahmad bin Hanbal, Imam Ahmad bin Hanbal adalah pada peringkat ketujuh, yg terendah dari 7 imam tersebut, padahal ia hafal 1 juta hadits dg sanad dan hukum matannya, lalu kalau Imam yg hafal 1 juta hadits ini sudah diperingkat ketujuh, maka bagaimana kedahsyatan 6 imam diatasnya?, dan dari 6 Imam ini disaring lagi menjadi dua bagian, yaitu kutubul Arba’ah, yaitu 4 imam : Imam Nasai, Imam Tirmidziy, Imam Ibn Majah, dan Imam Abu Dawud., diatas empat imam ini adalah dua Imam besar yg digelari Syaikhain, (dua maha guru) yaitu Imam Muslim dan Imam Bukhari, dan dua kitab riwayat hadits mereka disebut Shahihain. Dan dari dua Maha Guru ini maka yg tertinggi adalah Imam Bukhari, (Muhammad bin Ismail bin Bardizbah Al Bukhari)

Ketika Imam Muslim dan Imam Bukhari hidup sezaman, maka orang orang saling ingin tahu mana diantara mereka yg lebih jaya dalam ilmu hadits, maka para ahli hadits berkata : Jika kita menemukan masalah dalam periwayat hadits, sudah pasti masalah itu sudah terjawab oleh Imam Muslim, dan jika kita berpuluh puluh tahun memperdalam hadits, belum akan mampu mengejar keluasan ilmu Imam Muslim., suatu hari Imam Muslim mendapat satu kendala dalam masalah hadits yg tak ia temukan jawabannya, ia sudah merasa mustahil ada seorang pun yg tahu jawabannya, maka orang orang menyarankannya kunjung ke Bukhara, yaitu kepada Imam Bukhari, ketika Imam Muslim sampai, dan menanyakan masalah yg tak pernah bisa terjawab oleh ulama dimasa itu, maka Imam Bukhari menjawabnya dg lancar dan mudah bagaikan mudahnya orang membaca surat Al Ikhlas.., maka menyungkurlah imam muslim di kaki Imam Bukhari sambil menangis dan berkata : Izinkan aku mencium kedua kakimu wahai Raja Ahli Hadits.. (Sayyidul Muhadditsin)

Sebagaimana Imam Bukhari sudah hafal 600 ribu hadits dg sanad dan hukum matannya pada usia 16 tahun, dan suatu saat orang mengeluh padanya tentang suatu masjid disuatu wilayah yg siapa saja orang asing masuk kesana maka ia akan dihujani pertanyaan tentang dalil dalil shalat serta rukun2nya, maka Imam Bukhari berkata : Jika aku sampai kepada mereka, akan kukeluarkan 10 ribu hadits shahih dalam Bab shalat saja, semoga mereka bisa berubah dari kejahatannya itu.

Imam Syafii adalah Guru dari Imam Ahmad bin Hanbal, dan Imam Malik adalah guru dari Imam Syafii, dan Imam Malik hidup sezaman dg Imam Hanafi, dan keduanya berguru kepada Imam Nafi, yg langsung berjumpa dg para sahabat Rasul saw, dan tentunya para sahabat Rasul saw dari Rasulullah saw.

Siapakah yang berhak menyandang Muhadits ??

“Menurut sebagian Imam hadits, orang yang disebut dengan Ahli Hadits (Muhaddits) adalah orang yang pernah menulis hadits, membaca, mendengar, dan menghafalkan, serta mengadakan rihlah (perjalanan) keberbagai tempat untuk, mampu merumuskan beberapa aturan pokok (hadits), dan meng- komentari cabang dari Kitab Musnad, Illat, Tarikh yang kurang lebih mencapai 1000 buah karangan. Jika demikian (syarat-syarat ini terpenuhi -pent) maka tidak diingkari bahwa dirinya adalah ahli hadits. Tetapi jika ia sudah mengena- kan jubah pada kepalanya, dan berkumpul dengan para penguasa pada masa- nya, atau menghalalkan (dirinya memakai-pent ) perhiasan lu’lu (permata-pent) dan marjan atau memakai pakaian yang berlebihan (pakaian yang berwarna-warni -pent). Dan hanya mempelajari hadits Al-Ifki wa Al-Butan. Maka ia telah merusak harga dirinya, bahkan ia tidak memahami apa yang dibicarakan kepadanya, baik dari juz atau kitab asalnya. Ia tidak pantas menyandang gelar seorang Muhaddits bahkan ia bukan manusia. Karena dengan kebodohannya ia telah memakan sesuatu yang haram. Jika ia menghalalkannya maka ia telah keluar dari Agama Islam” ( Lihat Fathu Al-Mughis li Al-Sakhowi, juz 1hal. 40-41).

Pendapat Imam Tajuddin As Subki

Al Imam Tajuddin As Subki berkata, “Sesungguhnya yang disebut muhaddits adalah mereka ya tahu assanid dan ilal, nama-nama rijal, (sanad) al ali dan an nazil, hafal banyak matan, menyimak Kutub As Sittah, Musnad Ahmad, Sunan Al Baihaqi, Mu’jam At Thabarani, dan digabungkan dengannya seribu juz dari kitab-kitab hadits. Ini adalah derajat terendah.”

Tajuddin As Subki juga mengkritik kelompok yang mengira sebagai muhaddits dengan hanya mengkaji Masyariq Al Anwar As Saghani dan Mashabih Al Baghawi, dengan mengatakan,”Hal itu tidak lain karena mereka jahil terhadap hadits. Walau mereka hafal dua kitab itu di luar kepala dan digabungkan kepadanya dua kitab semisalnya, belum menjadi muhaddits, dan tidak akan pernah menjadi muhaddits, hingga onta masuk ke lubang jarum.”

Beliau melanjutkan, “Demikian pula, jika kelompok tersebut mendakwa sampai kepada derajat tinggi hadits dengan mengkaji Jami’ Al Ushul Ibnu Atsir, dengan ditambah Ulum Al Hadits Ibnu Shalah dan Taqrib wa At Taisir Imam An Nawawi, dan sebagainya. Kemudian menyeru, “barang siapa sampai derajat ini, maka ia adalah muhaddits dari para muhadditsun atau Bukhari zaman ini,” dan dengan lafadz-lafadz bohong sepertinya. Sesungguhnya yang kami sebutkan ini tidak dihitung sebagai muhaddits.

(Tajuddin As Subki dalam Kitab Mu’id Anni’am wa Mubid Anniqam)

Peringatan Keras Para Ulama terhadap Orang yang Mengaku – ngaku telah memahami Hadits

Penyandang gelar ini adalah ‘Para Muhaddits’ generasi awal seperti Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Abu Dawud, Imam Nasa’i, Imam Ibn Majah, Imam Daruquthni, Imam Al-Hakim Naisaburi, Imam Ibn Hibban dan lain-lain.
Sehingga apakah tidak terlalu berlebihan (atau bahkan termasuk Ghuluw -pent) dengan menyamakan mereka (Imam Bukhari, Imam Muslim, imam Abu Dawud dkk -pent) dengan sebagian Syeikh yang tidak pernah menulis hadits, membaca, mendengar, menghafal, meriwayatkan, melakukan perjalanan mencari hadits atau bahkan memberikan kontribusi pada perkembangan Ilmu hadits yang mencapai seribu karangan lebih !?!!. Sehingga bukan Sunnah Nabi yang dibela dan ditegakkan, malah sebaliknya yang muncul adalah fitnah dan kekacauan yang timbul dari pekerjaan dan karya-karyanya, sebagaimana contoh-contoh diatas.
Syeikh Abdul Ghofar seorang ahli hadits yang bermadzhab Hanafi menukil pendapat Ibn Asy-Syihhah ditambah syarat dari Ibn Abidin Dalam Hasyiyah-nya, yang dirangkum dalam bukunya ‘Daf’ Al-Auham An-Masalah AlQira’af Khalf Al-Imam’, hal. 15: ”Kita melihat pada masa kita, banyak orang yang mengaku berilmu padahal dirinya tertipu. Ia merasa dirinya diatas awan, padahal ia berada dilembah yang dalam. Boleh jadi ia telah mengkaji salah satu kitab dari enam kitab hadits (kutub As-Sittah), dan ia menemukan satu hadits yang bertentangan dengan madzhab Abu Hanifah, lalu berkata buang- lah madzhab Abu Hanifah ke dinding dan ambil hadits Rasulallah saw.. Padahal hadits ini telah mansukh atau bertentangan dengan hadis yang sanad nya lebih kuat dan sebab lainnya sehingga hilanglah kewajiban mengamalkan- nya. Dan dia tidak mengetahui. Bila pengamalan hadis seperti ini diserahkan secara mutlak kepadanya maka ia akan tersesat dalam banyak masalah dan tentunya akan menyesatkan banyak orang ”.

1. Al-Hafidz Ibn Abdil Barr meriwayatkan dalam Jami’ Bayan Al-Ilmu, juz 2 hal. 130, dengan sanadnya sampai kepada Al-Qodhi Al-Mujtahid Ibn Laila bahwa ia berkata: ”Seorang tidak dianggap memahami hadits kalau ia mengetahui mana hadits yang harus diambil dan mana yang harus ditinggal kan”.
2. Al-Qodhi Iyadh dalam Tartib Al-Madarik, juz 2hal. 427; Ibn Wahab berkata: ”Kalau saja Allah tidak menyelamatkanku melalui Malik Dan Laits, maka tersesatlah aku. Ketika ditanya, mengapa begitu, ia menjawab, ‘Aku banyak menemukan hadits dan itu membingungkanku. Lalu aku menyampaikannya pada Malik dan Laits, maka mereka berkata : ‘Ambillah dan tinggalkan itu’ ”.
3. Imam Malik berpesan kepada kedua keponakannya (Abu Bakar dan Ismail, putra Abi Uwais); ”Bukankah kalian menyukai hal ini (mengumpulkan dan mendengarkan hadits) serta mempelajarinya?, Mereka menjawab: ‘Ya’, Beliau berkata: Jika kalian ingin mengambil manfaat dari hadits ini dan Allah menjadi- kannya bermanfaat bagi kalian, maka kurangilah kebiasaan kalian dan pelajari- lah lebih dalam”. Seperti ini pula Al-Khatib meriwayatkan dengan sanadnya dalam Al-Faqih wa Al-Mutafaqih juz II hal. 28.
4. Al-Khotib meriwayatkan dalam kitabnya Faqih wa Al-Mutafaqih, juz II hal.15-19, suatu pembicaraan yang panjang dari Imam Al-Muzniy, pewaris ilmu Imam Syafi’i. Pada bagian akhir Al-Muzniy berkata: ”Perhatikan hadits yang kalian kumpulkan.Tuntutlah Ilmu dari para fuqoha agar kalian menjadi ahli fiqh”.
5. Dalam kitab Tartib Al-Madarik juz Ihal. 66, dengan penjelasan yang panjang dari para Ulama Salaf tentang sikap mereka terhadap As-Sunnah, antara lain:
a. Umar bin Khattab berkata diatas mimbar: ”Akan kuadukan kepada Allah orang yang meriwayatkan hadits yang bertentangan dengan yang diamalkan.
b. Imam Malik berkata: ”Para Ahli Ilmu dari kalangan Tabi’in telah menyampaikan hadits-hadits, lalu disampaikan kepada mereka hadits dari orang lain, maka mereka menjawab: ‘Bukannya kami tidak tahu tentang hal ini, tetapi pengamalannya yang benar adalah tidak seperti ini’ ” .
c. Ibn Hazm berkata: Abu Darda’ pernah ditanya: ”Sesungguhnya telah sampai kepadaku hadits begini dan begitu (berbeda dengan pendapatnya-pent). Maka ia menjawab: ‘Saya pernah mendengarnya, tetapi aku menyaksikan pengamal annya tidak seperti itu’ ” .
d. Ibn Abi zanad, “Umar bin Abdul Aziz mengumpulkan para Ulama dan Fuqoha untuk menanyai mereka tentang sunnah dan hukum-hukum yang di amalkan agar beliau dapat menetapkan. Sedang hadits yang tidak diamalkan akan beliau tinggalkan, walaupun diriwayatkan dari para perawi yang ter- percaya”. Demikian perkataan Qodhi Iyadh.
e. Al-Hafidz Ibn Rajab Al-Hambali dalam Kitabnya Fadhl ‘Ilm As-Salaf ‘ala Kholaf’ hal.9, berkata: “Para Imam dan Fuqoha Ahli Hadits sesungguhnya mengikuti hadits shohih jika hadits itu diamalkan dikalangan para Sahabat atau generasi sesudahnya, atau sebagian dari mereka. Adapun yang disepakati untuk ditinggalkan, maka tidak boleh diamalkan, karena tidak akan meninggalkan sesuatu kecuali atas dasar pengetahuan bahwa ia memang tidak diamalkan”.
Sehingga cukuplah hadits dari Baginda Nabi saw. berikut ini untuk mengakhiri kajian kita ini, agar kita tidak menafsirkan sesuatu yang kita tidak memiliki pengetahuan tentangnya: Artinya : ”Akan datang nanti suatu masa yang penuh dengan penipuan hingga pada masa itu para pendusta dibenarkan, orang-orang yang jujur didustakan; para pengkhianat dipercaya dan orang-orang yang amanah dianggap khianat, serta bercelotehnya para ‘Ruwaibidhoh’. Ada yang bertanya: ‘Apa itu ‘Ruwaibidhoh’? Beliau saw. menjawab: ”Orang bodoh pandir yang berkomentar tentang perkara orang banyak” (HR. Al-Hakim jilid 4 hal. 512 No. 8439 — ia menyatakan bahwa hadits ini shohih; HR. Ibn Majah jilid 2 hal. 1339 no. 4036; HR. Ahmad jilid 2 hal. 219, 338 No. 7899,8440; HR. Abi Ya’la jilid 6 hal. 378 no. 3715; HR. Ath-Thabrani jilid 18 hal. 67 No. 123; HR. Al-Haitsami jilid 7 hal. 284 dalam Majma’ Zawa’id).
Perhatikan peringatan Al-Hafidz Ibn Abdil Barr berikut: ”Dikatakan oleh Al-Qodhi Mundzir, bahwa Ibn Abdil Barr mencela dua golongan, yang pertama, golongan yang tenggelam dalam ra’yu dan berpaling dari Sunnah, dan kedua, golongan yang sombong yang berlagak pintar padahal bodoh ” (menyampai- kan hadits, tetapi tidak mengetahui isinya -pent) (Dirangkum dari Jami’ Bayan Al-Ilm juz IIhal. 171).
Syeikhul Islam Ibn Al-Qoyyim Al-Jawziyah berkata dalam I’lamu Al-Muwaqqi’in juz Ihal. 44, dari Imam Ahmad, bahwa beliau berkata: ”Jika seseorang memiliki kitab karangan yang didalamnya termuat sabda Nabi saw. perbedaan sahabat dan tabi’in, maka ia tidak boleh mengamalkan dan menetapkan sekehendak hatinya sebelum menanyakannya pada Ahli Ilmu, mana yang dapat diamalkan dan mana yang tidak dapat diamalkan, sehingga orang tersebut dapat meng- amalkan dengan benar”. Allah Maha Mengetahui.

Source: Habib Munzier Almusawwa, ahmadbinhanbal.wordpress.com, Syekh Sayyid Ali Assaqof 
https://generasisalaf.wordpress.com/2013/04/06/mengenal-gelar-ahli-hadits/

Kapankah Seorang disebut Muhaddits?
Jum'at, 25 April 2014 - 04:16 WIB
Muhaddits adalah siapa yang tahu asanid, ilal, nama-nama rijal, (sanad) al ali dan an nazil, hafal banyak matan, menyimak Kutub As Sittah, Musnad Ahmad, Sunan Al Baihaqi, Mu’jam At Thabarani, digabungkan dengan 1000 juz kitab-kitab hadits. Dan ini derajat terendah

Kapankah Seorang disebut Muhaddits? 


Terkait
Saat Kebaikan Mayat Disebut-sebut (2)
Orientalis Tak Bisa Disebut Orang Berilmu
Ciri Seorang Muslim adalah Mencintai Ilmu
Inilah 8 Muhaddits Hebat dari Indonesia
SEJUMLAH pihak bermudah-mudah menggelari beberapa orang dengan gelar “al muhaddits”. Atau bahkan lebih dari itu, dengan julukan lebih,  “muhaddits abad ini”, padahal yang bersangkutan belum tentu memiliki periwayatan hadits, tidak menyimak hadits dari para perawi dan muhadditsun sebelumnya, atau mungkin hanya memperoleh ijazah dalam kitab-kitab tertentu saja.

Sebenarnya, syarat apa yang harus dipenuhi, hingga seseorang layak memperoleh gelar al muhaddits? Tentu, jawabannya kita kembalikan kepada kriteria yang ditetapkan para huffadz dan muhaditsun mengenai mereka yang layak disebut muhaddits.

Muhaddits sendiri secara bahasa adalah orang yang meriwayatkan (rawi) hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. (Mu’jam Al Wasith, hal.160). Namun, dalam ilmu musthalah al hadits, ditetapkan syarat, hingga seorang perawi disebut muhaddits.

Berikut ini, penulis ketengahkan syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh seseorang hingga ia bisa disebut sebagai muhaddits, dengan merujuk kajian yang telah ditulis oleh Al Hafidz As Suyuthi dalam Muqadimah Tadrib Ar Rawi, (hal. 29-35).

Tatkala berbicara mengenai tingkatan penguasaan dalam ilmu hadits, Al Hafidz As Suyuthi telah membahas masalah ini dengan penjang lebar, ketika menyebutkan kriteria hafidz, muhaddits dan musnid, dengan menyampaikan, ”Ketahuilah bahwa derajat terendah dari ketiganya adalah musnid, yakna siapa yang meriwayatkan hadits dengan isnad-nya, baik dia memiliki ilmu tentang hadits atau hanya sekedar meriwayatkan. Adapun muhaddits lebih tinggi dari hal ini.”

Beliau juga menukil pendapat Taj bin Yunus dalam Syarh At Ta’jiz, tentang siapa itu muhaddits,  ”Siapa yang memiliki ilmu mengenai penetapan hadits dan keadilan para perawinya, karena siapa yang hanya terbatas menyimak saja, maka ia tidak termasuk alim.”

Az Zarkasyi juga menyebutkan, ”Adapun bagi para fuqaha’, muhaddits untuk mereka secara mutlak tidak diberikan, kecuali kepada mereka yang hafal matan hadits dan memiliki ilmu mengenai jarh dan ta’dil para perawinya, dan tidak hanya sebatas meriwayatkan.

Dari beberapa paparan tersebut, menyimak merupakan syarat seseorang dalam ilmu hadits, baik musnid, muhaddits, atau hafidz. Namun, muhaddits lebih tinggi tingkatannya dibanding musnid, karena muhaddits harus memiliki pengetahuan menganai jarh wa ta’dil.

Akan tetapi, dalam keterangan di atas tidak disebutkan secara terperinci berapa jumlah hadits yang harus disimak dan dihafal, serta tingkatan pengetahuan mengenai rijal al hadits. Keterangan lebih jelas mengenai syarat-syarat seorang bisa disebut muhaddits dijelaskan oleh Tajuddin As Subki, dalam Mu`id An Ni’am, ”Sesungguhnya muhaddits adalah siapa yang tahu asanid dan ilal, nama-nama rijal, (sanad) al ali dan an nazil, hafal banyak matan, menyimak Kutub As Sittah, Musnad Ahmad, Sunan Al Baihaqi, Mu’jam At Thabarani, dan digabungkan dengannya seribu juz dari kitab-kitab hadits. Ini adalah derajat terendah.”

Muhaddits Perlu Menyimak

Kemudian As Subki melanjutkan, ”Jika ia menyimak apa yang telah kami sebutkan, dan mencatat thabaq (tingkatan para perawi), serta berkeliling kepada para syeikh (perawi), kemudian berbicara tentang ilal, wafayat dan masanid, maka ia berada dalam derajat muhaditsin tingkat pertama”.

Sebelumnya Tajuddin As Subki juga mengkritik kelompok yang mengira sebagai muhaddits dengan hanya mengkaji Masyariq Al Anwar As Saghani dan Mashabih Al Baghawi, dengan mengatakan, ”Hal itu tidak lain karena mereka jahil terhadap hadits. Walau mereka hafal dua kitab itu di luar kepala dan digabungkan kepadanya dua kitab semisalnya, belum menjadi muhaddits, dan tidak akan pernah menjadi muhaddits, hingga onta masuk ke lubang jarum.”

Beliau melanjutkan, ”Demikian pula, jika kelompok tersebut mengklaim sampai kepada derajat tinggi hadits dengan mengkaji Jami’ Al Ushul Ibnu Atsir, dengan ditambah Ulum Al Hadits Ibnu Shalah dan Taqrib wa At Taisir Imam An Nawawi, dan sejenisnya. Kemudian menyeru,  ‘barangsiapa sampai derajat ini, maka ia adalah muhaddits dari para muhadditsun atau Bukhari zaman ini,’ dan dengan lafadz-lafadz bohong sejenisnya. Sesungguhnya yang kami sebutkan ini tidak dihitung sebagai muhaddits.”

Walhasil, muhadits menurut tradisi para ulama hadits adalah mereka yang kemampuannya lebih tinggi daripada musnid yang sekedar meriwayatkan namun tidak memiliki ilmu mengenai jarh wa ta’dil dan lainnya. Dan merupakan bencana dalam dunia ilmu hadits, jika seseorang belum layak disebut musnid, tapi sudah melompat menjadi muhaddits.*
http://www3.hidayatullah.com/kajian/ikhtilaful-ummah/read/2014/04/25/20589/belum-musnid-tapi-sudah-muhaddits.html

Senin, 15 Juni 2015

Daftar Website berlabel Islam Bukan Ahlussunnah wal Jama’ah


Kadang2 Situs begini justru menebar fitnah dan namimah. Mengadu domba ummat Islam. Hati2:

Daftar Website berlabel Islam Bukan Ahlussunnah wal Jama’ah
https://muslimedianews.wordpress.com/2014/05/29/daftar-website-berlabel-islam-bukan-ahlussunnah-wal-jamaah/

Berikut daftar media-media yang berlabel Islam tapi tidak Islami. Semua media dibawah ini bukan situs Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja). Media kelompok radikal dan pro kelompok radikal. Ajang promosi GRATIS untuk wahhabi, tapi sangat penting diketahui oleh pihak Aswaja agar tidak terjebak informasi/tulisan yang disajikan. UPTODATE
website kelompok radikal


LEVEL I
Arrahmah Media http://arrahmah.com
Voa Islam http://voa-islam.com
Al Mustaqbal Media http://al-mustaqbal.net (ISIS)
Daulah Islamiyah http://daulahislamiyah.com (ISIS)
Nahi Munkar http://nahimunkar.com
Salam Online http://salam-online.com
Shautus Salam http://shoutussalam.com (ISIS)
Muqawamah Media http://muqawamah.com
Kajian Mujahid http://www.kafilahmujahid.com
WA Islama http://www.waislama.net (ISIS)
Jihad News http://jihad-news.com
Syam Organizer http://www.syamorganizer.com/

LEVEL II
Hidayatullah Online http://hidayatullah.com
Under Ground Tauhid http://undergroundtauhid.com (afiliasi Hidayatullah)
Suara Islam http://suara-islam.com
Suara Media http://suaramedia.com
Media Islam Net http://mediaislamnet.com
Gema Islam http://gemaislam.com
Kompas Islam http://kompasislam.com
LASDIPO http://www.lasdipo.com (ISIS)
Jurnal Islam http://www.jurnalislam.com
Kabar Suriah versi Wahhabi http://www.kabarsuriah.com
Sunnah Care http://www.sunnahcare.com
Daulah Islam http://daulahislam.com
LEVEL III
Solusi Islam http://www.solusiislam.com
Kiblat Net http://kiblat.net
Dakwah Islam http://dakwah-islam.org
Thariquna http://www.thoriquna.com
Millah Ibrahim News http://millahibrahim-news.com
Anti Liberal News http://antiliberalnews.com
Era Muslim http://eramuslim.com
AQL Center http://aqlislamiccenter.com
Wahdah Islamiyah http://wahdahmakassar.org
Liputan Kita http://www.liputan-kita.com
Syamina http://www.syamina.com/
LEVEL IV
Dunia Terkini http://www.duniaterkini.com/
Panji Mas http://panjimas.com/
Al Hisbah http://al-hisbah.com
Kabar Makkah http://kabarmakkah.com/
HTI DAN WEB YANG BERAFILIASI
Tribun Islam http://www.tribunislam.com/
Angkringan Dakwah http://angkringandakwah.com
Hizbut Tahrir Indonesia http://hizbut-tahrir.or.id
Visi Muslim http://visimuslim.com
Detik Islam http://detikislam.com
Syabab Indonesia http://syababindonesia.com
Banua Syariah http://banuasyariah.com
Al Khilafah http://al-khilafah.org
Global Muslim http://globalmuslim.web.id
Media Umat HTI http://mediaumat.com
Bring Islam Syabab HTI http://bringislam.web.id
Felix Y Siauw / Felix Yanwar http://felixsiauw.com
Dakwah Media http://dakwahmedia.com
Syabab http://syabab.com
Berita Islam BIZ http://beritaislam.biz
Syariah Publications http://syariahpublications.com
Liputan 6 Islam http://liputan6islam.blogspot.com ganti menjadi
Liputan 6 Islam http://www.liputan6islam.com
Muslim Media News http://muslim-medianews.blogspot.com (cloning)
Cangkrukan Politik HTI http://www.cangkrukanpolitik.com
Dakwah UII http://www.dakwahuii.com
Save Islam http://save-islam.com
Heni Putra http://heniputra.biz
Irfan Abu Naveed http://irfanabunaveed.com
Fahmi Amhar http://www.fahmiamhar.com
Muslimah Syahidah http://www.syahidah.web.id
Bisyarah http://bisyarah.com
Dakwah Tangerang http://dakwahtangerang.com/
Samudera News http://www.samudra-news.com/
Suara Khilafah http://www.suarakhilafah.com
Dakwah Jateng http://dakwahjateng.com
Dakwah HTI Bekasi http://www.dakwahtibekasi.com
PKS DAN WEB YANG BERAFILIASI
PKS Piyungan http://pkspiyungan.org
Dakwatuna  http://dakwatuna.com
Islam Pos http://islampos.com
Intelijen http://http://www.intelijen.co.id
Tarqiyah Online  http://tarqiyahonline.com
Suara News http://suaranews.com
Bersama Dakwah  http://bersamadakwah.com
Fimadani http://fimadani.com
Islamedia http://islamedia.web.id pindah ke
Islamedia http://islamedia.co
PKPU http://pkpu.or.id
Nabawia http://nabawia.com
Al Intima http://www.al-intima.com
Intrik News http://www.intriknews.com
Islamia News http://islamianews.com
Izza Media http://www.izzamedia.com
Media Islamia http://www.mediaislamia.com
Al Ikhwan http://www.al-ikhwan.net
PKS Nongsa http://www.pksnongsa.org
PKS Karimun http://www.pkskarimun.org
PKS Sumatera Utarahttp://www.pkssumut.or.id
Kabar PKS http://www.kabarpks.com
PKS Bekasi http://pks-kotabekasi.org
PKS Bandung http://www.pksbandungkota.com
PKS Balikpapan http://pksbalikpapan.org
Akhina http://www.akhina.com
Sinai Mesir http://www.sinaimesir.net (&)
Indonesia Al Youm http://www.indonesiaalyoum.com
Islamic Geo http://www.islamicgeo.com
Syuhada R4biah http://syuhadar4biah.com
PEKA News http://www.pekanews.com
Akhina http://akhina.com
WAHHABI TULEN
Konsultan Syariah http://konsultasisyariah.com
Rumaysho / Muhammad Abduh Tausikal http://rumaysho.com
Rodja Radio http://radiorodja.com
Asy-Syari’ah http://asysyariah.com
Kajian http://kajian.net
Muslim Daily http://muslimdaily.net
Muslimah http://muslimah.or.id
Penguasaha Musim http://pengusahamuslim.com
An-Najah http://an-najah.net
Al Manhaj http://almanhaj.or.id
Pustaka Al Kautsar http://kautsar.co.id
Koepas http://koepas.org
HASMI http://www.hasmi.org
Muslim http://muslim.or.id
Salafy http://www.salafy.or.id
Salafy Balikpapan ttp://www.salafybpp.com
Salafy Cileungsi http://salafycileungsi.info
Salafy Cirebon http://salafycirebon.com
Salafy In http://salafy.in
Salafy Semarang http://salafysemarang.com
Salafy Makassar http://salafymakassar.net
Salafy Bulukumba http://salafybulukumba.com
Ahlussunnah Sukabumi http://ahlussunnahsukabumi.com
Ahlussunnah Webid http://www.ahlussunnah.web.id
Ahlussunnah Slipi http://ahlussunnahslipi.com
Ahlussunnah Kendari http://ahlussunnahkendari.com
Ma’had An Nur http://mahad-annur.com
Ma’had Al Faruq http://www.mahad-alfaruq.com
Ma’had Darus Salaf http://www.darussalaf.or.id
Ma’had As-Salafy http://mahad-assalafy.com
Korps Muballigh Salafy http://www.korpsmuballighsalafy.com
Forum Salafy http://forumsalafy.net
Adhwaus Salaf http://adhwaus-salaf.or.id
Al Manshuroh Cilacap http://almanshurohcilacap.com
Bismillah US http://bismillah.us
Kajian Wahhabi Banjar http://kajianbanjar.info
Ash-Showowaky (Papua) http://ash-shorowaky.net
Ibnu Taimiyah http://www.ibnutaimiyah.org
Bin Abbas http://binabbas.org/buletin
Al Mamujuwy http://al-mamujuwy.com
Al Muwahhidin http://www.almuwahhidiin.com
Daarul Hadits Sumbar http://www.daarulhaditssumbar.or.id
Pondok Jamil http://pondokjamil.com
Al Makassari http://almakassari.com
Al Bayyinah http://www.albayyinah.or.id
Tuk Pencari Al Haq http://tukpencarialhaq.com
Sunnah http://sunnah.or.id
LPPI Makassar http://www.lppimakassar.com
Pustaka Imam Syafi’i ala Wahhabi http://pustakaimamsyafii.com
Markaz Dakwah http://markazdakwah.com
Muslimafiyah http://muslimafiyah.com
Al Islamu http://alislamu.com
Syi’ar Tauhid http://syiartauhid.info
Yufid TV http://yufid.tv
Risalah Islam http://www.risalahislam.com
Oke Berdakwah http://www.okeberdakwah.org
Artikel Muslim http://www.artikelmuslim.com
Syi’ar Islam Aswaja http://www.syiarislamaswaja.com (Aswaja Palsu)
Info Kajian Sunnah http://infokajiansunnah.com
Al Ummah http://alummah.or.id
Tashfiyah http://tashfiyah.net
Ibnul Qayyim http://www.ibnulqoyyim.com
An-Nashihah http:://an-nashihah.com
Al Manshurah Purbalingga http://almanshuroh.net
Study Islam http://www.study-islam.web.id
Darul Ilmi http://www.darul-ilmi.com
Belajar Islam http://www.belajarislam.com
Gema Madinah http://gemamadinah.com
As-Sunnah Qatar http://assunnah-qatar.com
Kajian UNS http://www.kajian-uns.com
An-Nas Radio http://annashradio.com
Rindu Sunnah http://rindusunnah.com
Kajian Salaf http://kajiansalaf.com
Media Salafy http://mediasalaf.com
Fosma http://fosma.org
KaSurau http://www.kasurau.com
Salam Dakwah http://salamdakwah.com
Gen Syi’ah buatan Wahhabi http://www.gensyiah.com
Radio Muslim http://radiomuslim.com
Insan TV http://www.insantv.com
Firanda Al Wahhabi http://firanda.com
Aris Munandar Al Wahhabi http://ustadzaris.com
Abu Mushlih http://abumushlih.com
Novi Effendi http://www.novieffendi.com
Dzikra / Ali Musri Semjan http://dzikra.com
Manisnya Iman / Abdullah Taslim http://manisnyaiman.com
Tunas Ilmu / Abdullah Zen http://tunasilmu.com
Dzulqarnait NET http://dzulqarnain.net
Abu Fawwaz / Muhammad Washito Asy-Syirboony http://abufawaz.wordpress.com
Cinta Sunnai / Abu Yahya Badrussalam http://cintasunnah.com
Dakwah Sunnah / Ahmad Zainuddin http://www.dakwahsunnah.com
Kholid Syamhudi http://ustadzkholid.com
Kajian Islam ala Wahhabi / Abdullah Shaleh Hadrami http://kajianislam.net
Addariny’s — Centre / Musyaffa Ad Darini http://addariny.wordpress.com
Telaga Hati Online / Abu Zubair http://abuzubair.net
Kajian Said / Sa’id Yai Ardiyansyah http://kajiansaid.wordpress.com
Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi  http://abiubaidah.com
Muslim Al Atsari  http://ustadzmuslim.com
Dony Arif Wibowo / Abul Jauzaa http://abul-jauzaa.blogspot.com
Dakwah Tauhid / Abu Mushlih Ari Wahyudi, SSi. http://abumushlih.com
Muhammad Nur Ichwan Muslim, ST http://ikhwanmuslim.com
Abu Salma Al Atsari http://abusalma.wordpress.com
Abu Salma Al Atsari http://abusalma.net (versi baru)
Kang Aswad / Yulian Purnama (http://kangaswad.wordpress.com
Didik Suyadi / Abu Karimah http://abukarimah.wordpress.com
Abu Khaleed Resa Gunarsa http://sabilulilmi.wordpress.com
Majelis Ilmu http://www.majelisilmu.comp
Dakwah Satu http://dakwahsatu.com
Tanya Syi’ah http://www.tanyasyiah.com
Basweidan http://basweidan.com

Sebagai alternatif, baca website2 Islam Aswaja:

Daftar Website Islam Aswaja (Ahlus Sunnah Wal Jama'ah)
http://syiarislam.blogspot.com/2015/04/daftar-website-islam-aswaja-ahlus.html