Tampilkan postingan dengan label Syi'ah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syi'ah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 September 2015

Bachtiar Nasir: Syi'ah Bukan Islam!


Tulisan Ustad Bachtiar Nasir yang jadi pengurus MIUMI dan sekarang di MUI bahwa Syi'ah bukan Islam. Bahkan menurutnya Agama Syi'ah dibawa oleh Abdullah bin Saba'. Bukan Nabi Muhammad.
Poin-poinnya amat banyak. Saya tanggapi beberapa saja.

Setahu saya Syi'ah itu sebagaimana Sunni juga mengikuti Nabi Muhammad. Cuma setelah Nabi Muhammad, mereka menganggap Ali, Hasan, Husein, dsb sbg Imam mereka. Tidak ada Abdullah bin Saba' tertulis sebagai Imam. Makanya syahadahnya sama ada Asyhadu anna Muhammadar Rosulullah, cuma ada tambahan Ali Waliyullah setelah itu.


Rukun Iman Beda?
Kalau Sunni, rukun Iman memang 6. Tapi ini adalah formulasi. Kalau kita baca banyak Hadits dan Al Qur’an, maka rumusan Iman itu macam2. Ada yang cuma 3 rukun, ada pula yang 5 rukun di mana takdir tidak termasuk. Di Al Qur’an juga rumusan orang yang beriman beda dari 6 rukun Iman yg biasa kita pelajari:
“…kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (IMANNYA)..” [Al Baqarah 177]
Di Al Baqarah 285 juga disebut Rukun Iman hanya ada 5 tanpa Iman kepada Qadla dan Qadar:
“Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat.” (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.” [Al Baqarah 285]
Jadi hanya karena formulasi rukun Imannya tak menyebut beriman kepada Qadla dan Qadar, belum tentu mereka sesat/kafir. Kecuali jika mereka benar2 tidak beriman kepada Qadla dan Qadar.
Syiah hanya memiliki 5 rukun iman, tanpa menyebut keimanan kepada para Malaikat dan Qadha dan Qadar- yaitu:
1. Tauhid (keesaanAllah), 2. Al-’Adl (keadilan Allah) 3. Nubuwwah (kenabian), 4. Imamah(kepemimpinan Imam), 5.Ma’ad (hari kebangkitan dan pembalasan).
Tapi apa itu berarti Syi’ah tidak beriman kepada Malaikat,  serta Qadha dan Qadar? Jika iya, itu sesat. Tapi nyatanya mereka tetap beriman kepada Malaikat serta Qadha dan Qadar. 

Keliru sekali jika mengatakan Syi’ah bukan Islam hanya karena rumusan Rukun Iman dan Rukun Islamnya beda. Contoh, Rukun Iman pada Surat Al Baqarah ayat 3-4 cuma beriman pada yang ghaib, kitab, dan akhirat. Apa itu bukan Islam?
Meski  rumusan Rukun Iman beda, selama mereka beriman pada 6 Rukun Iman (Iman kepada Allah, Malaikat, Kitab Suci, Nabi, Hari Akhir, Qadla dan Qadar) maka mereka itu Islam. Meski rumusan Rukun Islam beda, selama mereka mengerjakan 5 Rukun Islam (Syahadah, sholat, zakat, puasa, dan haji), mereka itu Islam. Tidak bisa dikafirkan.

====

Bachtiar Nasir
September 4, 2012 · 
BUKTI NYATA SYI'AH BUKAN ISLAM
Dikalangan kita Banyak yang mengatakan bahwa Syiah itu bagian
dari islam ternyata SALAH.Ternyata syiah bukan islam, Syiah Punya
agama tersendri. Berikut ini adalah perbedaan yang sangat menonjol antara agama islam dengan agama syi’ah, yang dengannya mudah-mudahan kaum muslimin dapat mengetahui hakekat sebenarnya ajaran agama syi’ah.
1. Pembawa Agama Islam adalah Muhammad Rasulullah.
1. Pembawa Agama Syi’ah adalah seorang Yahudi bernama Abdullah
bin Saba’ Al Himyari. [Majmu'Fatawa, 4/435]
2. Rukun Islam menurut agama Islam:
1. Dua Syahadat
2. Sholat
3. Puasa
4. Zakat
5. Haji
[HR Muslim no. 1 dari Ibnu Umar]
2. Rukun Islam ala agama Syi’ah:
1. Sholat
2. Puasa
3. Zakat
4. Haji
5. Wilayah/Kekuasaan
[Lihat Al Kafi Fil Ushul 2/18]

https://www.facebook.com/bachtiarnasir/posts/473556156000671

3. Rukun Iman menurut agama Islam ada 6 perkara , yaitu:
1. Iman Kepada Allah
2. Iman Kepada Malaikat
3. Iman Kepada Kitab-Kitab
4. Iman Kepada Para Rasul
5. Iman Kepada hari qiamat
6. Iman Kepada Qadha Qadar.
3. Rukun Iman ala Agama Syi’ah ada 5 Perkara, yaitu:
1. Tauhid
2. Kenabian
3. Imamah
4. Keadilan
5. Qiamat
4. Kitab suci umat Islam Al Qur’an yang berjumlah 6666 ayat (menurut pendapat yang masyhur).
4. Kitab suci kaum Syi’ah Mushaf Fathimah yang berjumlah 17.000
ayat (lebih banyak tiga kali lipat dari Al Qur’an milik kaum Muslimin). [Lihat kitab mereka Ushulul Kafi karya Al Kulaini 2/634]
5. Adzan menurut Agama Islam:
(Allōhu akbar) 4 kali
(Asyhadu allā ilāha illallōh) 2 kali
(Asyhadu anna Muhammadan
rōsulullōh) 2 kali
(Hayya ‘alash Sholāh) 2 kali
(Hayya ‘alal falāh) 2 kali
(Allōhu akbar) 2 kali
(Lā ilāha illallōh) 1 kali
Lihat Video Adzan Agama Islam
5. Adzan Ala Agama Syi’ah:
(Allōhu akbar) 4 kali
(Asyhadu allā ilāha illallōh) 2 kali
(Asyhadu anna Muhammadan
rōsulullōh) 2 kali
(Asyhadu anna ‘Aliyyan waliyullōh)
2 kali
(Hayya ‘alash Sholāh) 2 kali
(Hayya ‘alal falāh) 2 kali
(Hayya ‘alā khoiril ‘amal) 2 kali
(Allōhu akbar) 2 kali
(Lā ilāha illallōh) 2 kali
Lihat Video Adzan Agama Syiah
6. Islam meyakini bahwa sholat diwajibkan pada 5 waktu.
6. Agama Syi’ah meyakini bahwa sholat diwajibkan hanya pada 3
waktu saja.
7. Islam meyakini bahwa sholat jum’at hukumnya wajib. [QS Al
Jumu'ah:9]
7. Agama Syi’ah meyakini bahwa sholat jum’at hukumnya tidak
wajib.
8. Islam menghormati seluruh sahabat Rasulullah dan meyakini
mereka orang-orang terbaik yang digelari Radhiallohu ‘Anhum oleh
Allah. [QS At Taubah:100]
8. Agama Syi’ah meyakini bahwa seluruh sahabat Rasulullah telah
kafir (Murtad) kecuali Ahlul Bait (versi mereka), salman Al Farisi, Al
Miqdad bin Al Aswad, Abu Dzar Al Ghifari. [Ar Raudhoh Minal Kafi Karya Al Kulaini 8/245-246]
9. Islam meyakini bahwa Abu Bakar adalah orang terbaik dari
umat ini setelah Rasulullah , kemudian setelahnya Umar bin Al
Khatthab, lalu Utsman bin ‘Affan, lalu ‘Ali bin Abi Thalib.
9. Agama Syi’ah meyakini bahwa orang terbaik setelah Rasulullah
adalah Ali bin Abi Thalib, adapun Abu Bakar dan Umar bin Al Khatthab
adalah dua berhala quraisy yang terlaknat. [Ajma'ul Fadha'ih karya Al
Mulla Kazhim hal. 157].
10. Islam meyakini bahwa Abu bakar adalah orang yang paling
berhak menjadi khalifah sepeninggal Rasulullah.
10. Agama Syi’ah meyakini bahwa orang yang paling berhak menjadi
khalifah sepeninggal Rasulullah adalah Ali bin Abi Thalib.
11. Islam meyakini bahwa Abu Bakar adalah khalifah pertama
yang sah.
11. Agama Syi’ah memposisikan Abu Bakar sebagai perampas
kekhalifahan dari ‘Ali bin Abi Thalib
12. Islam meyakini bahwa Mu’awiyah bin Abi Sufyan, ‘Amr bin Al ‘Ash, Abu Sufyan termasuk sahabat Rasulullah
12. Agama Syi’ah meyakini bahwa mereka pengkhianat dan telah kafir (Murtad) dari Islam.
Perhatian: Semua yang kami sampaikan ini bersumberkan dari
kitab-kitab yang mereka jadikan rujukan dan sebagiannya dari situs
resmi mereka.

https://www.facebook.com/bachtiarnasir/posts/473556156000671

=====
Syahadatnya Ada 3?
Selain bersyahadat tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, Syi’ah menambah 1 syahadah lagi: Ali adalah Wali Allah.
Sebetulnya yang sesat itu adalah jika tidak mengucapkan 2 kalimat Syahadat (Syahadat kepada Allah dan RasulNya). Tapi jika mereka mengucapkan itu, maka tidak sesat. Adakah tambahan Syahadah ke 3 membuat mereka jadi sesat/kafir?
Di dalam Islam, selain meminta ummat Islam bersyahadat, Nabi juga meminta ummat Islam untuk bai’at (berjanji setia) kepada Nabi di Baiatur Ridhwan. Saat Khalifah Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali dilantik pun ummat Islam membai’at/berjanji setia kepada mereka. Adakah itu sesat/kafir?
“Sesungguhnya wali kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).” (QS. Al-Maidah ayat 55)

http://kabarislamia.com/2012/08/26/beberapa-perbedaan-sunni-dengan-syiah/

Mushaf Fatimah / Al Qur’an Beda?
Menurut Sunni, yang namanya Mushaf itu konotasinya sama dgn Al Qur’an. Misalnya Al Qur’an Mushaf Usmani. Namun yang namanya Mushaf Fatimah, ternyata setelah saya tanya ke orang2 Syi’ah bukan Al Qur’an. Tapi kumpulan tulisan2 Siti Fatimah yg berisi nama2 orang yg masuk surga, nama2 orang yg masuk neraka, nama2 kota, dsb. Mushaf Fatimah itu konon hilang pada masa Imam Mahdi. Jadi sekarang secara fisik tidak ada. Silahkan baca:
http://syiahali.wordpress.com/2010/07/02/mushaf-fatimah
http://en.wikipedia.org/wiki/Book_of_Fatimah
Ini video dari Dr Habib Rizieq Shihab:
Saya lihat waktu di Madinah dan Mekkah, orang2 Syi’ah membaca Al Qur’an yang disediakan pemerintah Arab Saudi di situ. Dan beberapa ayat2 Al Qur’an yang dikutip orang2 Syi’ah di beberapa website saya periksa sama dgn Al Qur’an terjemah versi Depag/Kerajaan Arab Saudi.
Meski Mushaf Fatimah itu aneh, namun karena fisik/bukunya tidak ada sehingga tidak jadi pedoman apalagi pengganti Al Qur’an, menurut saya itu belum merupakan kesesatan/kekafiran.
Bahkan ada MTQ 2012 di Iran yang diikuti 77 Qori dari berbagai negara. Qori Indonesia termasuk pemenangnya. Kalau Al Qur’an Syi’ah itu beda, mana mau para Qori’ tsb mengaji di sana?
Indonesia Raih Peringkat IV MTQ Internasional di Tehran Iran
Tehran Iran, bimasislam. Indonesia berhasil merebut posisi IV cabang tilawah pada perhelatan 29th. International Competition of The Holy Qur?an yang telah berlangsung dari tanggal 17-22 Juni 2012. Bertempat di Milad Tower Tehran, H. Sabaruddin Abdurrahman berhasil menyisihkan peserta dari 77 negara. Pemenang cabang tilawah secara berurutan yaitu Iran, Mesir, Bahrain, Indonesia dan Bangladesh. Adapun pada cabang tilawah secara berurutan yaitu Iran, Bangladesh, Libya, Sudan dan Afghanistan.
http://bimasislam.kemenag.go.id/informasi/berita/35-berita/520-indonesia-raih-peringkat-iv-mtq-internasional-di-tehran-iran.html
MTQ Iran
http://atjehpost.com/pendidikan_read/2013/06/02/54144/0/17/Qari-Aceh-wakili-Indonesia-di-ajang-MTQ-Internasional-di-Iran
Jadi keliru sekali jika ada orang yang menganggap Syi’ah punya Al Qur’an yang berbeda, yaitu: Mushaf Fatimah. Karena Mushaf Fatimah ternyata bukan Al Qur’an. Ini perlu dijelaskan mengingat ada Khotib di sholat Jum’at yang berapi-api menjelaskan kepada para jema’ahnya (termasuk saya) bahwa Syi’ah punya Al Qur’an beda yaitu Mushaf Fatimah. Jadi kita harus mencari tahu/tabayyun dulu sebelum ceramah ke mana-mana.
FATWA HABIB UMAR BIN HAFIDZ TENTANG SYI’AH:

2. Syi’ah Sholat Cuma 3 Kali?
Saya ada juga punya teman yang pernah ke Teheran. Menurut dia Syi’ah sesat karena sholatnya hanya 3x. Dia mendengar suara adzan hanya 3x. Namun saat saya tanya ke orang2 Syi’ah di milis FB, mereka bilang bahwa sholat mereka tetap 5x. Namun dilakukan di 3 waktu sebagaimana Muslim Sunni melakukannya saat sholat Jamak di perjalanan. Misalnya sholat Dzuhur waktunya digabung dgn sholat Ashar, Sholat Maghrib dgn sholat Isya.
Dia sebut dalil Nabi menjamak sholat tsb di Sahih Muslim dgn keterangan Nabi menjamak tidak dalam keadaan musafir dan tidak pula ada halangan seperti hujan.
riwayat Muslim, dari Said bin Jubair dari Ibnu Abbas, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan shalat Zhuhur dan ‘Ashar secara jamak di kota Madinah padahal tidak ada ketakutan, tidak pula sedang bepergian”.
http://ustadzaris.com/bolehkah-menjamak-shalat-bagi-selain-musafir
hadits Ibnu Abbas yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, bahwasanya Rasululloh SAW menjama’ shalat Dhuhur dengan Ashar dan shalat Maghrib dengan Isya’ di Madinah. Imam Muslim menambahkan, “Bukan karena takut, hujan dan musafir”.
http://neilhoja.blogspot.com/2012/04/tata-cara-menjama-sholat.html
Jadi mereka tetap sholat 5 waktu, namun dijamak. Aneh memang, tapi mereka punya dalil.

Syi'ah itu macam2. Sunni juga macam2. Menurut Dr Habib Rizieq Syihab, ada Syi'ah Ghulat yang menTuhankan Ali dan menganggap Al Qur'an tidak asli lagi. Ini kafir. Ada Syi'ah Rafidhoh yang menghina istri dan sahabat Nabi. Ini sesat. Ada pula Syi'ah Mu'tadil yang lurus yang bukan Ghulat da Bukan Rafidhoh.

Para ulama seperti KH Hasyim Asy'ari memperingatkan bahaya kaum Rafidhi. Habib Salim bin Jindan bahkan menulis tentang bahaya kaum Rawafidh. Namun sebagian ulama muda serampangan menterjemahkan Rafidhi dgn Rawafidh sebaga SYI'AH saja. Padahal yang benar tetap Rafidhoh atau Syi'ah Rafidhoh sebab kata Syi'ah (Pengikut) beda dgn kata Rafidhoh. Kata dgn huruf yang sama saja seperti Mim tho ro bisa beda jauh artinya apalagi kata dengan huruf berbeda. Jadi hati2.

Coba perhatikan:
1. Pengertian Etimologi1

Menurut bahasa, rafadh berarti meninggalkan, menyempal (taraka). Sedangkan al-Rafidhah berarti: sempalan atau salah satu golongan (firqah) dari Syi'ah. Menurut al-Ashmu'i, disebut demikian, karena mereka menyempal dari salah seorang imam Syi'ah, yaitu Zayd ibn 'Ah.

Tasyuyyu',2 menurut bahasa berarti sikap menganut atau mendukung. Syi'at al-rijal berarti penganut dan pendukung seseorang. Jadi, kata-kata tasyayya'arrajul, artinya; seorang lelaki menganut paham Syi'ah.

Setiap masyarakat memiliki sesuatu pandangan. Sebagian mereka mengikuti pendapat yang lain. Mereka adalah satu kelompok, seperti firman Allah: "Sebagaimana dilakukan terhadap orang-orang yang serupa dengan mereka pada masa lalu." (QS, Saba'; 34:54)

2. Pengertian Istilah

Tadi kita telah membedakan antara istilah rafadh dan tasyayyu' menurut pengertian bahasa. Kini kita akan menjelaskan perbedaan keduanya dari segi istilah dan syari'at.

Ada perbedaan yang menyolok antara kedua istilah tersebut. Ini perlu kita ketahui, bila hendak menolak tuduhan palsu kaum Rafidhah terhadap kaum Sunni. Kaum Rafidhah selalu mengacaukan pengertian rafadh di kalangan ummat Islam, dan menyelewengkan makna kecintaan ummat kepada keluarga Nabi. Ini mereka lakukan untuk merusak kesucian Islam dengan syi'ar yang palsu.

Menurut syari'at agama, istilah rafadh berarti sikap memuliakan 'Ali ibn Abi Thalib lebih dari Abu Bakar dan 'Umar. Menurut mereka, 'Ali lebih utama dibanding mereka berdua. Karena itu, 'Ali lebih pantas menduduki kursi kekhalifahan. Dalam hal ini, mereka tidak sampai mencaci maki Abu Bakar dan 'Umar.

Tapi, bila sikap tersebut diikuti oleh rasa benci kepada Abu Bakar dan 'Umar, atau malah memaki mereka, ini disebut rafadh ekstrim. Tak soal, apakah makian itu dengan bahasa yang jelas, ataukah hanya dengan bahasa isyarat. Dan jika sikap ini diikuti pula dengan kepercayaan bahwa 'Ali ibn Abi Thalib atau keturunannya akan muncul kembali ke dunia setelah mereka wafat, maka inilah rafadh yang paling ekstrim.

Sedangkan istilah tasyayyu', menurut syari'at agama berarti sikap mencintai 'Ali ibn Abi Thalib dan memandangnya lebih utama dari para sahabat Nabi yang lain --kecuali Abu Bakar dan 'Umar. Jika 'Ali lebih ditokohkan daripada Abu Bakar dan 'Umar, maka itu namanya paham rafadh.

Menurut ibn Hajar,3 Tasyayyu' adalah sikap mencintai 'Ali dan memandangnya lebih utama dari para sahabat lain. Dan bila di antara sahabat-sahabat itu termasuk Abu Bakar dan 'Umar, maka tasyayyu'nya ekstrim, dan biasanya disebut paham Rafidhah. Tetapi jika sikap tadi tidak memandang 'Ali lebih utama daripada Abu Bakar dan 'Umar, maka itu hanya disebut Syi'ah. Namun, jika sikap tersebut ditambah rasa benci dan makian terhadap Abu Bakar dan 'Umar, maka itu menjadi paham rafadh ekstrim. Kalau kemudian dilengkapi dengan kepercayaan bahwa 'Ali bakal muncul kembali ke dunia, maka rafadh-nya menjadi sangat ekstrim."

Kami telah menjelaskan pengertian rafadh dan tasyayyu', baik secara etimologis maupun terminologis. Perbedaannya telah jelas dan nyata. Kini tiba saatnya membicarakan penganut paham Rafidhah dan Syi'ah. Siapakah mereka?

Rafidhah adalah sekelompok penganut Syi'ah yang memandang 'Ali dan anak cucunya lebih utama daripada Abu Bakar dan 'Umar. Mereka tidak menyukai kedua sahabat Nabi yang khalifah itu, bahkan mencaci-makinya. Kaum Rafidhah mempercayai, para imam itu ma'shum alias bebas-salah. Mereka memberikan segala kehormatan Nabi (selain kenabian) kepada para imam. Mereka juga mempercayai kedatangan kembali imam Muntadhar (imam tertunggu) yang sementara ini menghilang, tanpa meninggal. Mereka mempunyai pemikiran khusus, yang sangat berbeda dari dasar pemikiran Sunni.

Adapun kaum Syi'ah, mereka itu pencinta berat keluarga Nabi (ahl al-bayt). Mereka lebih mengutamakan Ahl al-Bayt daripada sahabat yang bukan keluarga Nabi. Tetapi mereka tidak membenci, memaki atau mengkafirkan para sahabat, terutama Abu Bakar dan 'Umar.
http://luk.staff.ugm.ac.id/kmi/islam/ss/Pengertian.html

Ahmadinejad: Siapa Menghina Sahabat Rasulullah Sekutu Musuh Islam
Presiden Ahmadinejad menandaskan, “Dari tribun ini saya tegaskan bahwa barang siapa di mana pun ia berada menghina sahabat Rasulullah saw, maka ia bukanlah seorang muslim dan tidak bergerak di atas jalan Islam. Ia tidak lebih hanyalah kaki tangan dan alat mainan musuh-musuh asing.”
http://www.ipabionline.com/2013/02/ahmadinejad-siapa-menghina-sahabat.html#ixzz2PpyAj3AN
Khamenei: Haram Menghina Istri Nabi dan Simbol Ahlusunah
http://syiahali.wordpress.com/2011/09/07/fatwa-para-ulama-larangan-mencaci-para-sahabat/
Fatwa Para Ulama Syi’ah Larangan Mencaci Para Sahabat
http://www.shia-explained.com/my/archives/2364

Para pemimpin Syi'ah tsb melarang penghinaan thd sahabat Nabi, Istri Nabi, dan Simbol Ahlus Sunnah. Ini pemimpin Syi'ah mainstream.

Jadi tindakan Bachtiar Nasir yang menganggap semua Syi'ah pasti menghina istri dan sahabat Nabi adalah tindakan yang gegabah dan tidak pakai Tabayyun.

http://kabarislamia.com/2013/04/08/imam-syiah-ali-khamenei-dan-ahmadinejad-larang-menghina-istri-dan-sahabat-nabi/

 552 Ulama di antaranya Hasyim Muzadi, Din Syamsuddin, Qaradhawi, Al Buthi, Syekh Al Azhar Ali Jum’ah dan Ahmad Thayyib, Habib ‘Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafiz dan Al-Habib ‘Ali Al-Jifri (Yaman), bahkan raja Arab Saudi Abdullah dan Ulama Saudi Syekh Mani menanda-tangani Risalah Amman yang menyatakan Sunni dan Syi'ah bagian dari Islam.

Jadi jika Bachtiar Nasir bilang "AGAMA SYI'AH" bukan Islam, yang benar Bachtiar Nasir apa 552 ulama Risalah Amman?

www.ammanmessage.com

http://kabarislamia.com/2013/08/06/risalah-amman-ijma-ulama-dianggap-akal2an-syiah-oleh-wahabi/

Kesalahan Wahabi dalam memvonis sesat 1 kaum adalah tidak mau tanya ulama dan tidak mau tabayyun. Mereka cuma meneliti kitab yg belum tentu mu'tabar atau pemahamannya sesuai dgn pemahaman kaum tsb. Contoh Kitab Al Kafi itu menurut kaum Syi'ah 58% lemah/dhoif/maudlu. Makanya kaum Syi'ah memakai ulama Marja' untuk memahaminya. Kok bisa2nya Wahabi yg menolak Hadits dhoif ini baca kitab yang 58% dhoif kemudian memvonis kafir?

Ini tulisan Ustad Ahmad Sarwat:

Sebagian dari kelompok Syiah ada yang mengingkari mushaf Al-Quran yang dimiliki umat Islam sedunia. Mereka konon punya jenis mushaf sendiri yang berbeda isinya. Seandainya ada sekelompok orang dari kalangan Syiah atau selain Syiah yang punya i'tikad seperti, maka jelaslah kekafiran mereka.

Sebagian dari kelompok Syiah ekstrem ada yang tidak mengakui kenabian Muhammad SAW. Mereka berkeyakinan bahwa malaikat Jibril salah menurunkan wahyu, seharusnya bukan kepada nabi Muhammad SAW, tetapi seharusnya kepada Ali bin Abi Thalib. Mereka bukan saja mengingkari Abu Bakar, Umar dan Utsman, bahkan sampai mengingkari kenabian Muhammad SAW. Kalau ada sekelompok orang dari kalangan Syiah atau selain Syiah yang sudah sampai kepada keyakinan seperti ini, jelaslah kekafiran mereka.

Dua contoh kasus di atas hanyalah contoh kecil dari bentuk-bentuk penyimpangan aqidah yang sudah tidak bisa ditolelir lagi. Sehingga siapa pun yang berpaham demikian, dianggap telah ingkar kepada esensi paling fudamental dari ajaran Islam. Dan wajar bila termasuk ke dalam kalangan kafir.

Tapi yang jadi pertanyaan di sini adalah: Apakah semua kalangan Syiah berpendapat demikian? Apakah setiap masyarakat yang punya latar belakang paham Syiah, lantas semuanya ingkar kepada Al-Quran dan kenabian Muhammad SAW?

Jawabannya tentu tidak. Lebih banyak di antara mereka yang beriman kepada Al-Quran yang dimiliki oleh umat Islam pada umumnya. Lebih banyak di antara mereka yang tetap mengakui kenabian Muhammad SAW.

Tentunya sebagaimana kalangan kebanyakan masyarakat Sunni, tidak sedikit juga muncul paham-paham ekstrim yang sesungguhnya sudah keluar dari batas-batas paham aqidah Sunni sendiri. Misalnya, paham takfir yang berkeyakinan bahwa semua orang yang tidak ikut berbaiat kepada imam dari kalangan mereka adalah kafir. Paham takfir ini banyak melanda kelompok-kelompok sesat, di mana latar belakang aqidahnya sebenarnya terbilang Sunni.

Oleh karena itu kita tidak bisa main pukul rata dalam menjatuhkan vonis kafir kepada suatu kelompok. Kecuali setelah kita bedah secara mendalam dan dengan kepala dingin. Rupanya, di dalam tubuh Syiah sendiri ada begitu banyak paham dan variasi keyakinan, mulai dari kutub yang paling ekstrim hingga kutub yang paling moderat. Tentu sangat tidak adil untuk menuduh semuanya kafir.

Sebagaimana tidak adil bila kita mengatakan semua Sunni itu kafir, hanya lantaran adanya kelompok-kelompok sempalan yang mengerucutkan aqidahnya hingga keluar batas yang benar.

Benarkah Syi'ah Itsna Asy'ariyah Lebih Berbahaya dari Yahudi?

Beredar di kalangan sebagian umat Islam fatwa yang membingungkan. Yaitu haram hukumnya umat Islam membantu perjuangan Hizbullah karena dianggap bukan Islam, bahkan dianggap lebih berbahaya dari Yahudi itu sendiri.

Syeikh Faishal Maulawi, wakil ketua Majelis Kajian dan Fatwa Eropa telah mengeluarkan fatwa yang intisarinya sebagai berikut:

Jumhur ulama di masa lalu dan di masa kini telah menyepakati bahwa Syiah Itsna Asy-'ariyah termasuk orang-orang Islam dan termasuk ahlul qiblah. Sebab mereka mengikrarkan tidak ada tuhan selain Allah dan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan berhaji.

Memang ada sebagian kecil dari ulama yang memandang kelompok ini kafir, lantaran ada sebagian lafadz dari kitab-kitab mereka yang bisa ditafsirkan keluar dari aqidah yang benar. Tetapi tuduhan ini dijawab oleh para ulama lain bahw kita tidak bisa menuduh kafir hanya dengan menafsirkan tulisan mereka. Sebab perkara menjatuhkan vonis kafir tidak bisa hanya berdasarkan penafsiran semata.

Sehingga bila kita lihat ke belakang, sepanjang sejarah Islam tidak pernah ada larangan bagi penganut paham Syiah Itsna Asy'ariyah untuk menunaikan ibadah haji ke baitullah. Seandainya mereka divonis kafir, seharusnya mereka tidak boleh masuk ke tanah haram, lantaran danggap bukan muslim. Sejarah telah membuktikan kepada kita bahwa umat Islam sepanjang masa tidak pernah menganggap mereka kafir.

Syeikh juga membantah anggapan sementara orang bahwa Syiah Itsna Asy'ariyah termasuk paham yanglebih berbahaya dari Yahudi. Menurut beliau tuduhan seperti ini mengada-ada dan keterlaluan. Seorang muslim tidak layak untuk mengatakan hal yang demikian. Sebab tingkat keberbahayaan Yahudi sudah sangat jelas, baik aqidah, manhaj, idealisme, sistem hidup dan semua. Sesuatu yang tidak demikian pada kelompok Syiah ini.

Http://www.rumahfiqih.com/x.php?id=1155070423

Rabu, 22 April 2015

Islamkah Syiah?

Satu tulisan yang bagus dari Ustad Ahmad Sarwat, Lc. Intinya jangan menggeneralisir. Jangan main tafsir kitab aliran lain. Kitabnya mu'tabar (diterima) oleh kaum Syi'ah apa tidak? Haditsnya Sahih apa Dhoif/Maudlu? Jadi jangan main comot kitab/hadits untuk mengkafirkan semua Syi'ah.

Islamkah Syiah? 
Wed, 9 August 2006 03:15 - | Dibaca 5.386 kali | 
Assalamu'alaikum wr wb

Ustadz yang dimuliakan ALLAH SWT, saya tidak banyak tahu tentang kaum Syiah. Apakah mereka kafir karena beribadah tidah mengikut sunah Rasul SAW, tapi walaupun demikian mereka beriman pada ALLAH SWT. Apakah pandangan Islam terhadap kaum Syiah?


Mohon penjelasannya secara luas, semoga Ustadz berkenan menjawab pertanyaan saya ini.

Wassalam

Ana

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, 

Sebagian dari kelompok Syiah ada yang mengingkari mushaf Al-Quran yang dimiliki umat Islam sedunia. Mereka konon punya jenis mushaf sendiri yang berbeda isinya. Seandainya ada sekelompok orang dari kalangan Syiah atau selain Syiah yang punya i'tikad seperti, maka jelaslah kekafiran mereka.

Sebagian dari kelompok Syiah ekstrem ada yang tidak mengakui kenabian Muhammad SAW. Mereka berkeyakinan bahwa malaikat Jibril salah menurunkan wahyu, seharusnya bukan kepada nabi Muhammad SAW, tetapi seharusnya kepada Ali bin Abi Thalib. Mereka bukan saja mengingkari Abu Bakar, Umar dan Utsman, bahkan sampai mengingkari kenabian Muhammad SAW. Kalau ada sekelompok orang dari kalangan Syiah atau selain Syiah yang sudah sampai kepada keyakinan seperti ini, jelaslah kekafiran mereka.

Dua contoh kasus di atas hanyalah contoh kecil dari bentuk-bentuk penyimpangan aqidah yang sudah tidak bisa ditolelir lagi. Sehingga siapa pun yang berpaham demikian, dianggap telah ingkar kepada esensi paling fudamental dari ajaran Islam. Dan wajar bila termasuk ke dalam kalangan kafir.

Tapi yang jadi pertanyaan di sini adalah: Apakah semua kalangan Syiah berpendapat demikian? Apakah setiap masyarakat yang punya latar belakang paham Syiah, lantas semuanya ingkar kepada Al-Quran dan kenabian Muhammad SAW?

Jawabannya tentu tidak. Lebih banyak di antara mereka yang beriman kepada Al-Quran yang dimiliki oleh umat Islam pada umumnya. Lebih banyak di antara mereka yang tetap mengakui kenabian Muhammad SAW.

Tentunya sebagaimana kalangan kebanyakan masyarakat Sunni, tidak sedikit juga muncul paham-paham ekstrim yang sesungguhnya sudah keluar dari batas-batas paham aqidah Sunni sendiri. Misalnya, paham takfir yang berkeyakinan bahwa semua orang yang tidak ikut berbaiat kepada imam dari kalangan mereka adalah kafir. Paham takfir ini banyak melanda kelompok-kelompok sesat, di mana latar belakang aqidahnya sebenarnya terbilang Sunni.

Oleh karena itu kita tidak bisa main pukul rata dalam menjatuhkan vonis kafir kepada suatu kelompok. Kecuali setelah kita bedah secara mendalam dan dengan kepala dingin. Rupanya, di dalam tubuh Syiah sendiri ada begitu banyak paham dan variasi keyakinan, mulai dari kutub yang paling ekstrim hingga kutub yang paling moderat. Tentu sangat tidak adil untuk menuduh semuanya kafir.

Sebagaimana tidak adil bila kita mengatakan semua Sunni itu kafir, hanya lantaran adanya kelompok-kelompok sempalan yang mengerucutkan aqidahnya hingga keluar batas yang benar.

Benarkah Syi'ah Itsna Asy'ariyah Lebih Berbahaya dari Yahudi?

Beredar di kalangan sebagian umat Islam fatwa yang membingungkan. Yaitu haram hukumnya umat Islam membantu perjuangan Hizbullah karena dianggap bukan Islam, bahkan dianggap lebih berbahaya dari Yahudi itu sendiri.

Syeikh Faishal Maulawi, wakil ketua Majelis Kajian dan Fatwa Eropa telah mengeluarkan fatwa yang intisarinya sebagai berikut:

Jumhur ulama di masa lalu dan di masa kini telah menyepakati bahwa Syiah Itsna Asy-'ariyah termasuk orang-orang Islam dan termasuk ahlul qiblah. Sebab mereka mengikrarkan tidak ada tuhan selain Allah dan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan berhaji.

Memang ada sebagian kecil dari ulama yang memandang kelompok ini kafir, lantaran ada sebagian lafadz dari kitab-kitab mereka yang bisa ditafsirkan keluar dari aqidah yang benar. Tetapi tuduhan ini dijawab oleh para ulama lain bahw kita tidak bisa menuduh kafir hanya dengan menafsirkan tulisan mereka. Sebab perkara menjatuhkan vonis kafir tidak bisa hanya berdasarkan penafsiran semata.

Sehingga bila kita lihat ke belakang, sepanjang sejarah Islam tidak pernah ada larangan bagi penganut paham Syiah Itsna Asy'ariyah untuk menunaikan ibadah haji ke baitullah. Seandainya mereka divonis kafir, seharusnya mereka tidak boleh masuk ke tanah haram, lantaran danggap bukan muslim. Sejarah telah membuktikan kepada kita bahwa umat Islam sepanjang masa tidak pernah menganggap mereka kafir.

Syeikh juga membantah anggapan sementara orang bahwa Syiah Itsna Asy'ariyah termasuk paham yanglebih berbahaya dari Yahudi. Menurut beliau tuduhan seperti ini mengada-ada dan keterlaluan. Seorang muslim tidak layak untuk mengatakan hal yang demikian. Sebab tingkat keberbahayaan Yahudi sudah sangat jelas, baik aqidah, manhaj, idealisme, sistem hidup dan semua. Sesuatu yang tidak demikian pada kelompok Syiah ini.

Demikian petikan fatwa beliau yang berisi bantahan atas tuduhan yang kurang tepat atas kelompok Syiah.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Http://www.rumahfiqih.com/x.php?id=1155070423

Minggu, 12 April 2015

Ada Banyak Macam Syi'ah


Syi'ah itu macam2. Menurut Habib Rizieq Syihab, ada Syi'ah Ghulat yg mentuhankan Ali (Kafir), Syi'ah Rafidhoh yg menghina (Sesat), dan Syi'ah yg lurus. Iran jadi anggota Organisasi Konferensi Islam bahkan pernah jadi Tuan Rumah OKI dan juga MTQ. 45.000 jemaah Haji Iran juga berhaji ke Ka'bah. Mustahil jika Syi'ah itu bukan Islam. Sejak kapan orang kafir boleh masuk kota Mekkah? 45 ribu orang pula...

Wahabi mempropagandakan Syi'ah bukan Islam. Syi'ah kafir. Agama Syi'ah. Nanti mereka fitnah ulama2 Aswaja seperti KH Said Aqil Siradj, Habib Rizieq Syihab, dsb sbg Syi'ah. Pada perang Suriah, mereka bunuh ulama2 Aswaja yg mereka fitnah sbg Syi'ah / pembela Syi'ah seperti Syekh Al Buthi. Jadi hati2.

Wahabi cuma mengenal Syi'ah kafir/sesat saja. Tapi tak mengenal Syi'ah yg lurus. Yang mereka ambil pun hadits2 dhoif/maudlu/palsu untuk memvonis Syi'ah itu sesat. Bukan hadits2 sahih menurut jumhur ulama Syi'ah. Kitab2 yang dikutip pun bukan Kitab Mu'tabar yang diterima mayoritas kelompok Syi'ah. Bisa jadi kitab fitnah buatan Wahabi sendiri.


http://kabarislamia.com/2013/08/06/risalah-amman-ijma-ulama-dianggap-akal2an-syiah-oleh-wahabi/

Qari Indonesia Juara Dua MTQ Internasional di Iran 
Qari Indonesia, H Fadlan Zaenuddin berhasil merebut juara kedua Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Internasional ke-20 di Teheran, Iran.Keterangan tertulis Kedubes Indonesia di Teharan Minggu, menyebutkan, peserta MTQ tersebut berasal dari 42 negara.

MTQ Internasional di Teheran merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan bersamaan dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. MTQ berlangsung selama lima hari dan dibuka secara resmi oleh Presiden Seyyed Mohammad Khatami pada Selasa (23/9). MTQ tersebut ditutup oleh Ketua Majelis (Parlemen) Iran Mehdi Karroubi pada Sabtu (27/9)
http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,1-id,653-lang,id-c,warta-t,Qari+Indonesia+Juara+Dua+MTQ+Internasional+di+Iran-.phpx

Iran Tuan Rumah Pertemuan Menteri OKI
http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/14/12/02/nfxk3x-iran-tuan-rumah-pertemuan-menteri-oki

Sedangkan Dewan Hakim MTQ Internasional Ke-2 Tahun 2013 berasal dari Yordania, Iran, Uni Emirat Arab, dan Indonesia. Dewan Hakim diketuai oleh Dr. Syaikh Samih Assaminah (Yordania).
http://www.pikiran-rakyat.com/node/250865

Langkah esktrem mewarnai ketegangan hubungan kedua negara. Saudi menurunkan kuota jamaah haji asal Iran diperbolehkan hanya 45 ribu orang. Menurun tiga kali lipat dari jumlah sebelumnya. Iran membalas perlakuan Saudi dengan memboikot pelaksanaan ibadah haji pada 1988-1990.
http://www.merdeka.com/dunia/hubungan-diplomatik-iran-arab-saudi-bagai-api-dalam-sekam.html

Baca saja : http://kabarislamia.com/category/aliran-islam/syiah/

Propaganda masif dari pasukan Tanduk Setan dari Najd yg dibiayai pemerintah Arab Saudi membuat banyak orang jadi percaya Syi'ah bukan Islam: http://kabarislamia.com/2013/08/06/risalah-amman-ijma-ulama-dianggap-akal2an-syiah-oleh-wahabi/

“Dari ibnu Umar ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda :”Ya Allah, berkahilah Syam dan Yaman bagi kami.“ Mereka memohon: “Najd kami lagi wahai Rasulullah, doakan berkah.” beliau menjawab: “Ya Allah berkahilah Syam dan Yaman bagi kami.” mereka memohon: “Najd kami lagi wahai Rasulullah, doakan berkah.” Beliau ( Nabi Muhammad Saw ) menjawab: Di Najd itu tempatnya segala kegoncangan dan berbagai macam fitnah. Dan disana akan lahir generasi pengikut syetan.”
[HR Bukhari (979), al-Turmudzi (3888) dan Ahmad (5715)]

Irak hancur karena diserang AS yg diundang Arab Saudi. Suriah hancur karena bughot yg didukung AS dan Saudi. Yaman pun di ambang kehancuran setelah tentara AS, Inggris, dan juga Saudi bercokol di situ.
http://kabarislamia.blogspot.com/2015/03/najd-arab-saudi-serang-yaman-dan-syam.html


Kaum Syi'ah yang pernah berkuasa adalah Dinasti Fatimiyah (sekte Ismailiyah) yang berkuasa di berbagai wilayah di Maghreb, Mesir, dan Syam dari 5 Januari 910 hingga 1171. Dinasti ini berakhir saat Sultan terakhir wafat dan diganti oleh Salahuddin Al Ayyubi yang saat itu menjabat sebagai Wazir dari Dinasti Fatimiyah tsb.

http://www.britannica.com/EBchecked/topic/202580/Fatimid-Dynasty/2239/Beginning-of-Fatimid-decline

Kemudian Syi'ah Qaramithah yang merupakan Syi'ah Ghulat yang menTuhankan Ali ini boleh dikata kafir. Namun pernah berkuasa di Bahrain dan Yaman, serta menguasai Mekah pada 930 Masehi.

Kemudian Syi'ah Imamiyah di Iran yang mulai tahun 1979 dengan pimpinan Imam Khomeini berhasil mendirikan Republik Islam Iran setelah mendepak Syah Iran, Reza Pahlevi (dinasti Safawi), yang merupakan sekutu dekat AS.



Mengenal 4 Kelompok dalam Syiah


TEMPO.CO, Jakarta - Syiah telah terbagi dalam kelompok yang jumlahnya hampir tak terhitung. Namun menurut Al-Baghdadi, pengarang kitab Al-Farqu baina Al-Firaq, secara umum mereka terbagi menjadi empat kelompok. Setiap kelompok tadi, terdiri dari beberapa kelompok kecil.

Mengutip buku Sunnah-Syiah Bergandengan Tangan! Mungkinkah? yang ditulis M. Quraish Shihab, cetakan kedua, April 2007, empat kelompok Syiah ini terdiri dari yang paling ekstrem sampai Syiah "abu-abu". Berikut ulasannya:

1. Syiah Ghulat
Seorang ulama Ahlussunnah, Muhammad Abu Zahrah, mengatakan kelompok Syiah ektremis ini hampir dapat dikatakan telah punah.

Di dalam Syiah Ghulat terdapat beberapa golongan, yakni As-Sabaiyah, Al-Khaththabiyah, Al-Ghurabiyah, Al-Qaramithah, Al-Manshuriyah, An-Nushaiziyah, Al-Kayyaliyah, Al-Kaisaniyah, dan lainnya.

Menurut Asy-Syahrastany, As-Sabaiyah adalah pengikut Abdullah bin Saba' yang konon pernah berkata kepada Sayyidina Ali: “Anta Anta,” yang berarti "Engkau adalah Tuhan". Ia juga menyatakan sahabat Nabi ini memiliki tetesan ketuhanan.

Sementara Al-Khaththabiyah adalah penganut aliran Abu Al-Khaththab Al-Asady yang menyatakan Imam Ja'far Ash-Shadiq dan leluhurnya adalah Tuhan. Sementara Imam Ja'far mengingkari dan mengutuk kelompok ini. Lantaran sikap tersebut, pemimpin kelompok ini, Abu Al-Khaththab, mengangkat dirinya sebagai imam.

Golongan Al-Ghurabiyah percaya malaikat Jibril diutus Allah untuk Ali bin Ali Thalib ra. Namun, mereka menilai malaikat Jibril keliru dan berkhianat sehingga menyampaikan wahyu kepada Nabi Muhammad.

Sementara Syiah Qaramithah dikenal sangat ekstrem karena menyatakan Syyidina Ali bin Abi Thalib adalah Tuhan. Kelompok ini pernah berkuasa di Bahrain dan Yaman, serta menguasai Mekah pada 930 Masehi.

2. Syiah Ismailiyah

Kelompok ini meyakini Ismail, putra Imam Ja'far Ash-Shadiq, adalah imam yang menggantikan ayahnya, yang merupakan imam keenam dari aliran Syiah secara umum. Ismail dikabarkan wafat lima tahun sebelum ayahnya (Imam Ja'far) meninggal dunia.

Namun menurut kelompok ini, Ismail belum wafat. Syiah Ismailiyah meyakini kelak Ismail akan tampil kembali di bumi sebagai Imam Mahdi.

3. Syiah Az-Zaidiyah
Ini adalah kelompok Syiah pengikut Zaid bin Muhammad bin Ali Zainal Abidin bin Husain bin Ali bin Abi Thalib r.a. Zaid lahir pada 80 H dan terbunuh pada 122 H. Zaid dikenal sebagai tokoh yang melakukan perlawanan terhadap kekuasaan semena-mena yang diterapkan Yazid, putra Muawiyah pada zaman Bani Umayyah.

Kendati golongan ini yakin kedudukan Ali bin Abi Thalib ra lebih mulia ketimbang Abu Bakar, Umar, dan Utsman, mereka tetap mengakui ketiganya sebagai khalifah yang sah. Lantaran masih menganggap tiga sahabat nabi yang lain, Syiah Az-Zaidiyah dinamakan Ar-Rafidhah, yakni penolak untuk menyalahkan dan mencaci.

Dalam menetapkan hukum, kelompok ini menggunakan Al-Quran, sunah, dan nalar. Mereka tidak membatasi penerimaan hadis dari keluarga Nabi semata, tetapi mengandalkan juga riwayat dari sahabat-sahabat Nabi lainnya.

4. Syiah Istna Asyariah
Kelompok ini dikenal juga dengan nama Imamiyah atau Ja'fariyah yang percaya 12 imam dari keturunan Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra, putri Rasulullah SAW. Syiah Istna Asyariah merupakan mayoritas penduduk Iran dan Irak,

http://www.tempo.co/read/news/2012/09/01/078426800/Mengenal-4-Kelompok-dalam-Syiah

Selasa, 24 Maret 2015

Persatuan Sunni Melawan Syi'ah?


Kalau cuma "persatuan" Sunni (NU+Salafi Wahabi) melawan Syi'ah, ini masih namimah dan 'ashobiyyah. Kalau ISLAM yg diutamakan. Ukhuwah ISLAMiyah (Sunni dan Syi'ah) yg diusung, baru Islam akan maju.   Sunni jika diadu dgn Syi'ah, babak belur juga keduanya. Bayangkan jika 75 juta Syi'ah Iran+15 juta Syi'ah Iraq+5 juta Syi'ah Suriah dan Lebanon+10 juta Syi'ah Yaman diadu dgn 100 juta Sunni di Saudi dan Turki, kan malah hancur. Damai itu indah.

“Yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” [Ar Ruum:32]
“Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama-Nya dan mereka menjadi bergolongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu kepada mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah terserah kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.” [Al An’aam:159]


http://kabarislamia.com/2013/08/06/risalah-amman-ijma-ulama-dianggap-akal2an-syiah-oleh-wahabi/

Kalau Syi'ah dikafirkan, terus Ulama Aswaja seperti Habib Rizieq, KH Said Aqil Siradj, KH Quraisy Shihab dsb difitnah sbg Syi'ah / Kafir, itu sama dgn fitnah dan namimah namanya: http://kabarislamia.com/2014/12/09/ulama-sunni-yang-difitnah-sebagai-syiah-oleh-wahabi/ 

Kalau ukhuwah Islamiyah / persatuan Islam dalilnya jelas.
Kalau Ukhuwah Sunniyah / Persatuan Sunni itu dalilnya apa? Apalagi kalau diadu domba agar saling bunuh dgn Muslim Syiah itu sudah fitnah dan namimah. Tak bakal masuk sorga orang yg suka fitnah dan namimah. Ini sabda Nabi.
Adu ayam saja dosa. Apalagi adu orang.

“Bukan termasuk Ummatku orang yang mengajak pada Ashabiyah, dan bukan termasuk ummatku orang yang berperang atas dasar Ashabiyah, dan bukan termasuk ummatku orang yang mati atas dasar Ashabiyah” (HR Abu Dawud).

Allah Ta’ala berfirman: “Jangan pula engkau mematuhi orang yang suka mencela, berjalan membuat adu domba.” (al-Qalam: 11)

Allah Ta’ala berfirman pula: “Tiada seseorang itu mengucapkan sesuatu perkataan, melainkan di sisinya ada malaikat Raqib -pencatat kebaikan- dan ‘Atid -pencatat keburukan-.” (Qaf: 18)

Dari Hudzaifah r.a. katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Tidak dapat masuk syurga seorang yang gemar mengadu domba.” (Muttafaq ‘alaih)

Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2014/12/10/bahaya-adu-domba-zionis-yahudi/
http://kabarislamia.com/2013/02/09/sunni-dan-syiah-beda-aqidah-dan-tak-mungkin-bersatu/

Minggu, 15 Maret 2015

Fitnah Sunnah Care: Sunni Difitnah Sbg Syi’ah Rafidhah


Fitnah Sunnah Care. Kalau Syi'ah, terus harus dihina dan dibunuh begitu?
Yang jelas beberapa nama di situ seperti Ketua NU KH Said Aqil Siradj, dr Joserizal Jurnalis, KH Quraisy Shihab, Ketua MUI KH Umar Shihab, bahkan Ustad Solmed serta Haddad Alwi dsb bukan Syi'ah.
Harusnya website Khawarij macam begini ditutup dan pengelolanya diseret ke pengadilan karena melakukan fitnah / pencemaran nama baik.
Seenaknya memfitnah orang sebagai Rafidhah. Apa pernah kita mendengar hinaan thd istri dan sahabat Nabi dari orang2 di atas?

Wahabi Khawarij model begini biasa melakukan fitnah thd sesama Muslim. Pertama diajarkan dulu Syi'ah bukan Islam. Kedua Muslim yang bukan Syi'ah mereka fitnah sebagai Syi'ah. Foto bareng dgn orang Syi'ah sudah cukup buat mereka untuk memfitnah orang tsb sbg Syi'ah. Artinya karena dianggap bukan Islam / Murtad, orang2 di foto ini halal darahnya untuk dibunuh menurut paham Sunnah Care.


Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya diantara ummatku ada orang-orang yang membaca Alquran tapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka membunuh orang Islam dan membiarkan penyembah berhala. Mereka keluar dari Islam secepat anak panah melesat dari busurnya. Sungguh, jika aku mendapati mereka, pasti aku akan bunuh mereka seperti terbunuhnya kaum Aad. (Shahih Muslim No.1762)

“Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kamu adalah seseorang yang telah membaca (menghafal) al-Qur’ân, sehingga ketika telah tampak kebagusannya terhadap al-Qur’ân dan dia menjadi pembela Islam, dia terlepas dari al-Qur’ân, membuangnya di belakang punggungnya, dan menyerang tetangganya dengan pedang dan menuduhnya musyrik”. Aku (Hudzaifah) bertanya, “Wahai nabi Allâh, siapakah yang lebih pantas disebut musyrik, penuduh atau yang dituduh?”. Beliau menjawab, “Penuduhnya”. (HR. Bukhâri)

Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2012/01/19/ciri-khawarij-tak-mengamalkan-al-quran-dan-membunuh-muslim/

Ulama Sunni yang DIfitnah Sebagai Syi’ah oleh Wahabi
http://kabarislamia.com/2014/12/09/ulama-sunni-yang-difitnah-sebagai-syiah-oleh-wahabi/

Ini kemungkinan organisasi yang mengelola Sunnah Care:
 Yayasan Nurul Qur'an 
Jl. Raya Tabing Banda Gadang, Arai Pinang Blok C4, RT.4/RW.3, Kel. Tabing Banda Gadang, Kec. Nanggalo, Kota Padang, Prov. Sumatera Barat.
STRUKTUR KEPENGURUSAN:
PENASEHAT:
1. Al Ustadz ABU THOHIR JONES VENDRA, LC (Alumnus Fakultas Dakwah dan Ushuluddin Univ. Islam Madinah, beliau merupakan perintis dakwah Sunnah di Kota Padang sekitar tahun 2001)
2. Al Ustadz ABU YA'LA HIZBUL MAJID (Alumnus Darul Hadits Yaman, Pimpinan Yayasan dan PONPES Ihya'us Sunnah Bontang, Kaltim)
PEMBINA: PENI ANDESTA, Amd
PENGAWAS: BENI DEPRIO SUWANDI, SPd
KETUA: AIDIL ADE
SEKRETARIS: ERIZAL
BENDAHARA: FIRNA DEWI ASTUTI, Ama

Diantara Sebagian Kecil Ustadz Syiah di Indonesia

Posted by www.sunnahcare.com on Sabtu, 10 Agustus 2013

Faedahnya agar kita sebagaimana hadits dari Sahabat yang mulia Hudzaifah Ibnul Yaman:
Dari Hudzaifah bin Al-Yaman Radhiyalahu ‘anhu beliau berkata: "Dahulu manusia bertanya kepada Rasulullah tentang hal-hal yang baik tapi aku bertanya kepada beliau tentang hal-hal yang buruk agar jangan sampai menimpaku" ....[HR Bukhari & Muslim] 

ADA YANG BERTANYA DIMANA KAMI MENDAPAT KAN DATA2 INI....????

SILAHKAN CEK SENDIRI DI SITUS2 SYIAH BERIKUT INI: BUKA LINK

http://www.sunnahcare.com/2014/02/diantara-sebahagian-kecil-web-syiah-di.html

"AWAS !!! Ustadz2 SYI'AH Menyamar (TAQIYYAH)" (yang Bukan Ahlul Sunnah Wal Jamaah) . Ustadz2 Syi'ah sbb :
1. Ust.Hassan Daliel ar Rafidhi, 

2. Ust.Husein shahab ar Rafidhi,  

3. Ust.Umar Shahab ar Rafidhi 

4. Ust.Othman shahab ar Rafidhi



5.Ust.Kholid ar Rafidhi 



6. Ust.Ahmad Hidayat ar Rafidhi



7. Ust.Ali Alatas ar Rafidhi 

8. Ust.Abdullah Beik ar Rafidhi 

9. Ust.Ahmad Muhajir ar Rafidhi 

10. Ust.Fuad Hadi ar Rafidhi 



 11. Ust.Agus Abubakar ar Rafidhi 

  Ia adalah pentolan dan penasihat dalam partai demokrat. Orang ini sering melakukan Counter terhadap penolakan syiah di indonesia. Kedudukannya yang penting di Partai Penguasa membuat cakarnya begitu tajam dalam menyebarkan syiah.

 12. Ust.Abdullah Hinduan ar Rafidhi 



13. Ust.Abdullah Assegaf ar Rafidhi 



 14. Ust.Taufik Yahya ar Rafidhi. 

15. Ust.Quraisy Shihab ar Rafidhi 



 16. Ust.Alwi Shihab ar Rafidhi. 

17. Ust.Jalaludin Rahmat ar Rafidhi. 

18. Ust.Husein Alatas ar Rafidhi. 

19. Ust.Rusli Malik ar Rafidhi. 

20. Ust.Musa Khazim ar Rafidhi. 

21. Ust.Zen Hadi ar Rafidhi. 

22. Ust.Umar Shihab ar Rafidhi. 

23. Haadad Alwi ar Rafidhi.

24. DR. Jose Rizal ar Rafidhi MER-C 

25. Ust. SolMed ar Rafidhi

kenali lagi Ustadz-ustadz diTV. . .
Anda kenal orang ini?

Sholeh Mahmud alias Ustadz Solmed: Pada Acara Haul Imam Khomeini Bersama FPI — 5 Juni 2009

Imam Khomeini tidak hanya milik Kaum Syiah. Setidaknya hal itu dibuktikan pada peringatan wafatnya (haul) Imam Khomeini ke-20 di Islamic Cultural Center, Jakarta (04/06). Selain dihadiri pembicara utama, Ayatullah Baqir Al-Anshari, peringatan kali ini juga dihadiri oleh wakil dari Front Pembela Islam (FPI).

Sholeh Mahmud (Wasekjen DPP FPI), yang mewakili Sekjen DPP FPI Shobri Lubis dan Ketua Umum Habib Rizieq Shahab yang tidak bisa hadir karena terikat kontrak dengan “pondok pesantren” Polda, memberikan ceramah singkat mengenai Imam Khomeini...

26. Dina Y Sulaiman dan Suaminya Otong Sulaiman  ar Rafidhi

27. DR. Muhsin Labib ar Rafidhi



28. DR. Haidar Bagir ar Rafidhi

29. DR. Khalid Al Walid, MA ar Rafidhi

30. Saleh Lapadi ar Rafidhi

31. Emilia Renita Azzahra ar Rafidhi
Wanita yang satu ini katanya & katanya istri kang Jalal (Apa Sigheh ya) merupakan satu-satunya aktifis syiah internasional yang lantik di karbala. Mulut kotornya sudah sering kita dengar baik tulisan dan lisan dalam menghina Istri Rasulullah tercinta ahlul Jannah Ummahatul Mukminin Aisyah Radhiyallahu 'anha.
Wanita ini juga aktif dalam tulisan dimana ia sering melontarkan fitnah terhadap MUI pusat.
Ia juga melegalkan Perzinahan atas nama Mut'ah didalam tulisan2nya.
Wanita ini juga melakukan makar dengan mendukung agama nasrani yang telah mengganggu kehidupan rakyat muslim bekasi.

32. Zulfan Lindan  ar Rafidhi
Zulfan-lindan Partai Nasdem menjagokan tokoh Syiah Indonesia Zulfan Lindan menjadi bakal calon anggota DPR RI 2014-2019 ini untuk Daerah Pemilihan Aceh II.

33. Abu Haidar ABI ar Rafidhi

Merupakan Tua Bangka yang tak tau diuntung ia dengan mulut kotornya sering menghina para ulama Ahlussunnah. Kakek tua bau tanah ini tidak sadar kalau umurnya sudah lanjut dan Semoga Allah tunjukkan engkau hidayah untuk tobat dan kembali ke ajaran Islam ini sebelum maut menjemput.



34. Said Aqil Siraj ar Rafidhi

Tokoh Nasional yang satu ini sungguh sangat aneh kelakuannya. Orang ini merupakan Doktor Lulusan Universitas Ummul Quro Makkah.

Dulu ia pembela sunnah, berikut Ucapannya diawal disertasi yang mendukung sunnah :

“Telah diketahui bersama bahwa umat Islam di Indonesia secara politik, ekonomi, sosial dan idiologi menghadapi berbagai permasalahan besar. Pada saat yang sama mereka menghadapi musuh yang senantiasa mengancam mereka. Dimulai dari gerakan kristenisasi, paham sekuler, kebatinan, dan berbagai sekte sesat, semisal Syi’ah, Qadiyaniyah (Ahmadiyyah), Bahaiyah dan selanjutnya Tasawuf.”

Setelah puas dengan tawaran syiah baik dari segi finansial, nafsu,dll. Orang ini hilanglah akal sehatnya. Berikut ucapan ngawurnya:

"Oleh karena itu Said heran dengan pernyataan Menteri Agama yang menilai syiah adalah ajaran sesat. Dalam kurikulum Al Firqoh Al Islamiyah ajaran Khawarij, Jabbariyah, Muktazilah, dan Syiah masih dinilai sebagai Islam. “Ulama Sunni seperti Ibnu Khazm menilai Syiah itu Islam,” katanya.

Meski Syiah dan Sunni berbeda, lanjut Said, umat Islam tidak perlu mempertajam perbedaan. “Dalam Sunni saja banyak perbedaan yang tajam, misalnya penganut Imam Syafii dan Hanafi, itu saja berbeda tajam, apalagi Syiah,” katanya. Fatwa NU mengenai Syiah, Said menambahkan, pernah dikeluarkan pada 2006 yang menyebutkan Syiah bukan aliran yang sesat. “NU tidak pernah keras,” ujarnya.
Menanggapi pernyataan Suryadarma yang juga kader Nahdlatul Ulama, Said menilai hal itu tidak pantas disampaikan. “Yang dikedepankan harusnya ukhuwah dan toleransi,” katanya. Said berharap Suryadarma Ali meminta maaf atas pernyataannya itu. “Saya setuju dengan permintaan maaf itu,” katanya. Said menilai permintaan maaf Suryadarma Ali bertujuan untuk menguatkan persatuan bangsa.(IRIBIndonesia/Tempo/PH)
http://indonesian.irib.ir/asia-pasifik/-/asset_publisher/o5ZK/content/said-aqil-syiah-tidak-sesat


35. Tajul Muluk ar Rafidhi

Merupakan Tokoh Syiah Sampang Madura yang telah membuat keonaran ditengah-tengah masyarakat sampang. Orang ini divonis penjara 2 tahun karena melecehkan agama Islam, dimana agama syiah yang dianutnya sangat bertentangan dengan Islam.

36. Habib Ali bin Umar Al-Habsyi ar Rafidhi

Merupakan tokoh syiah di Puger Jember Pimpinan PonPes Darus Sholihin. Orang ini merupakan provokator dalam kerusuhan jember yang menewaskan rakyat muslim. Pengikutnya kaum syiah berani membacok seorang pemuda muslim dan menganiaya banyak muslim puger.

37. Ahmad Baraqbah ar Rafidhi

Merupakan Tokoh Utama Syiah di Indonesia seangkatan dengan Jalaluddin Pendiri IJABI dan Pengasuh PonPes Al Hadi Pekalongan, Jateng.

# Semoga Bermanfaat, dan Agar kita dan Keluarga Terlindung dari Syubhat dan Taqiyyah mereka..

Adakah yang Menyangka Bahwa Ustadz yang Sosoknya Begitu Teduh dan Sering Tampil mengisi acara di Banyak Televisi Nasional Kita ( Terutama Ketika Bulan Ramadan) Ternyata Seorang SYI'I ( Penganut Syi'ah ) ???

Semoga dgn Melihat Video ini kita Mampu Menjaga diri dan Keluarga dari Bahaya Syi'ah Laknatullah dan Taqiyyah (Dusta) nya. 

.
Sebarkan dan Selamatkan Aqidah Ummat Islam Indonesia.. 

Stop !!! Penyebaran Agama Dusta "SYI'AH" ini. 

Semoga Bermanfaat.

http://www.sunnahcare.com/2013/08/diantara-sebagian-kecil-ustadz-syiah-di.html

Kamis, 12 Maret 2015

Damai itu Indah


Damai itu Indah... :)
Di atas adalah foto2 tokoh Muslim Sunni dan Syi'ah yang saling bertemu mesra. Saling berjabat tangan, merangkul, bahkan ada juga foto-foto cium pipi kanan dan kiri sebagaimana tradisi Arab yang selengkapnya bisa dilihat di link bawah.
Jika Ummat Islam bersatu di mana Khomeini duduk bareng bersama Yasser Arafat, Ali Khamenei merangkul mesra Khaled Meshaal pemimpin Hamas, dan Ahmadinejad bersalaman dengan Raja Abdullah, dsb, PM Israel Benyamin Netanyahu akan marah. Islam bersatu akan jadi kuat. Berbahaya bagi Israel.
Oleh karena itu Zionis Yahudi melalui antek-anteknya berusaha memecah-belah ummat Islam. Dikatakan Syi'ah itu kafir. Nanti orang2 Sunni yang membela tidak semua Syi'ah itu sesat / kafir mereka fitnah juga sebagai Syi'ah. Minimal Pembela Syi'ah. Padahal yang dibela adalah saudara Muslim juga mengingat kaum Syi'ah sebagaimana Sunni juga merupakan Muslim yang masih bersyahadah dan sholat.
Jika Sunni dan Syi'ah saling benci dan saling perang, mereka tidak bisa bersatu melawan Israel. Dan para "Mujahidin" Wahabi yang saat ini membantai Muslim di Suriah, sama sekali tidak mau membunuh tentara Israel. Jadi kita harus paham ini.

http://kabarislamia.com/2013/02/09/sunni-dan-syiah-beda-aqidah-dan-tak-mungkin-bersatu/

Kamis, 11 Desember 2014

Semua Syi'ah Kafir dan Syi'ah Bukan Islam?

Ada sebagian Salafi Wahabi yang rajin menyebar kesesatan Syi'ah. Semua Syi'ah sesat. Syi'ah bukan Islam kata mereka. Alasannya: "Demi Menjaga Aqidah".

Itu keliru. Jika menjaga aqidah, ajarkan saja aqidah dan fiqih yang benar menurut mazhab Syafi'ie. Jika anak2 kita selalu diajari tentang kesesatan Syi'ah, aqidah Syi'ah, dsb apalagi tiap hari, maka akan ada 3 kemungkinan. Pertama netral: anak tsb tetap menganut paham Sunni. Kedua: amat benci Syi'ah dan mengkafirkannya serta berusaha membunuh Syi'ah. Ketiga: dia tabayyun ke Syi'ah dan bukan tidak mungkin jika yg diajarkan tidak sesuai dgn keterangan kaum Syi'ah tsb, anaknya jadi Syi'ah. Ini persis kasus 9/11 di mana Islam dijelek2an di Barat, tapi justru karena dijelek2an, banyak orang2 Barat jadi ingin tahu Islam tsb sebenarnya dan masuk Islam.

Dan mengkafirkan Syi'ah, jika ternyata mereka tidak kafir, justru merusak aqidah kita. Justru kitalah yg jadi kafir jika tuduhan kita tidak benar.


“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan “salam” kepadamu (atau mengucapkan Tahlil): “Kamu bukan seorang mukmin” (lalu kamu membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia, karena di sisi Allah ada harta yang banyak. Begitu jugalah keadaan kamu dahulu [dulu juga kafir], lalu Allah menganugerahkan nikmat-Nya atas kamu, maka telitilah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. ” [An Nisaa’ 94]
“Barangsiapa yang berkata kepada saudaranya “hai kafir”, maka ucapan itu akan mengenai salah seorang dari keduanya.” [HR Bukhari]

Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2011/10/26/jangan-mudah-mengkafirkan-sesama-muslim/

Saat pemberontakan Mu'awiyah thd Khalifah Ali, Islam terbagi jadi 3: Sunni, Syi'ah, dan Khawarij. Aqidah dan amalan Ibadah mereka masih sama. Jadi Sunni dan Syi'ah saat itu boleh dikata serupa. Tidak ada yang sesat. Sama2 bagian dari Islam. Hanya karena perpecahan politiklah mereka terbagi 2: Kubu Mu'awiyah dan yg netral disebut Sunni, Kubu Ali disebut Syi'ah.

Nanti kubu Ali ini terpecah lagi. Ada Khawarij yang memisahkan diri dari Khalifah Ali dan menganggap semua Muslim itu kafir dan membunuhnya. Nah Khawarij ini meski aqidah dan amal ibadahnya sama, tapi karena mengkafirkan dan membunuh sesama Muslim, mereka disebut Khawarij. Orang2 yang keluar dari Islam.


Jadi kalau ada Muslim yang mengkafirkan sesama Muslim, mereka ini pada dasarnya Khawarij. Meski mereka taqiyyah sebagai Ahlus Sunnah / Sunni.

Jika terjadi saling membunuh antara dua orang muslim maka yang membunuh dan yang terbunuh keduanya masuk neraka. Para sahabat bertanya, “Itu untuk si pembunuh, lalu bagaimana tentang yang terbunuh?” Nabi Saw menjawab, “Yang terbunuh juga berusaha membunuh kawannya.” (HR. Bukhari)
Hadis riwayat Abdullah bin Umar ra., ia berkata:Nabi saw. bersabda: Barang siapa menghunus pedang kepada kami, maka ia bukanlah dari golongan kami. (Shahih Muslim No.143)

Terhadap orang yang jelas-jelas munafik seperti Abdullah bin Ubay pun Nabi tidak mau membunuhnya. Apa kata orang jika aku membunuh sesama Muslim? Begitu sabda Nabi.

Jadi jika Muslim saling bunuh, jelas dia tidak mengikuti sunnah Nabi.

Hadis riwayat Jarir ra., ia berkata:Ketika haji wada, Nabi saw. bersabda kepadaku: Suruhlah orang-orang diam. Setelah orang-orang diam, beliau bersabda: Janganlah sesudah kutinggalkan, kalian kembali menjadi orang-orang kafir, di mana sebagian membunuh sebagian yang lain. (Shahih Muslim No.98)

Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2012/02/07/larangan-mencaci-dan-membunuh-sesama-muslim/

Mengenai Syi'ah, Dr Habib Rizieq Shihab membagi Syi'ah ke dalam 3 golongan: Syi'ah Ghulat yang menTuhankan Ali (Kafir), Syi'ah Rafidhoh yang menghina istri dan sahabat Nabi (Sesat), dan Syi'ah Mu'tadil yang tidak menTuhankan Ali dan tidak menghina istri dan sahabat Nabi (Lurus).

Pandangan FPI terhadap SYI’AH sebagai berikut : FPI membagi Syi’ah dengan semua sektenya menjadi TIGA GOLONGAN ; Pertama, SYI’AH GHULAT yaitu Syi’ah yang menuhankan/menabikan Ali ibn Abi Thalib RA atau meyakini Al-Qur’an sudah di-TAHRIF (dirubah/ditambah/dikurangi), dan sebagainya dari berbagai keyakinan yang sudah menyimpang dari USHULUDDIN yang disepakati semua MADZHAB ISLAM. Syi’ah golongan ini adalah KAFIR dan wajib diperangi.
Kedua, SYI’AH RAFIDHOH yaitu Syi’ah yang tidak berkeyakinan seperti Ghulat, tapi melakukan penghinaan/penistaan/pelecehan secara terbuka baik lisan atau pun tulisan terhadap para Sahabat Nabi SAW seperti Abu Bakar RA dan Umar RA atau terhadap para isteri Nabi SAW seperti ‘Aisyah RA dan Hafshah RA. Syi’ah golongan ini SESAT, wajib dilawan dan diluruskan.
Ketiga, SYI’AH MU’TADILAH yaitu Syi’ah yang tidak berkeyakinan Ghulat dan tidak bersikap Rafidhah, mereka hanya mengutamakan Ali RA di atas sahabat yang lain, dan lebih mengedapankan riwayat Ahlul Bait daripada riwayat yang lain, secara ZHOHIR mereka tetap menghormati para sahabat Nabi SAW, sedang BATHIN nya hanya Allah SWT Yang Maha Tahu, hanya saja mereka tidak segan-segan mengajukan kritik terhadap sejumlah sahabat secara ilmiah dan elegan. Syi’ah golongan inilah yang disebut oleh Prof. DR. Muhammad Sa’id Al-Buthi, Prof. DR. Yusuf Qardhawi, Prof. DR. Wahbah Az-Zuhaili, Mufti Mesir Syeikh Ali Jum’ah dan lainnya, sebagai salah satu Madzhab Islam yang diakui dan mesti dihormati. Syi’ah golongan ketiga ini mesti dihadapi dengan DA’WAH dan DIALOG bukan dimusuhi.

Berikut Rekomendasi MUI (bukan Fatwa) tentang Syi’ah. Ini adalah Rekomendasi. Bukan Fatwa. Meski MUI minta Aswaja waspada terhadap menyebarnya Syi'ah, namun tidak menulisnya sebagai "Sesat dan Menyesatkan" sebagaimana Fatwa Sesat MUI thd Ahmadiyyah dan Sepilis. Apalagi sampai mengkafirkan:
Faham Syiah
بسم اللّه الرحمن الرحيم
Majelis Ulama Indonesia dalam Rapat Kerja Nasional bulan Jumadil Akhir 1404 H./Maret 1984 M merekomendasikan tentang faham Syi’ ah sebagai berikut:
Faham Syi’ah sebagai salah satu faham yang terdapat dalam dunia Islam mempunyai perbedaan-perbedaan pokok dengan mazhab Sunni (Ahlus Sunnah Wal Jamm’ah) yang dianut oleh Umat Islam Indonesia.
Perbedaan itu di antaranya :
1. Syi’ah menolak hadis yang tidak diriwayatkan oleh Ahlu Bait, sedangkan Ahlu Sunnah wal Jama’ah tidak membeda-bedakan asalkan hadits itu memenuhi syarat ilmu mustalah hadis.
2. Syi’ah memandang “Imam” itu ma ‘sum (orang suci), sedangkan Ahlus Sunnah wal Jama’ah memandangnya sebagai manusia biasa yang tidak luput dari kekhilafan (kesalahan).
3. Syi’ah tidak mengakui Ijma’ tanpa adanya “Imam”, sedangkan Ahlus Sunnah wal Jama’ ah mengakui Ijma’ tanpa mensyaratkan ikut sertanya “Imam”.
4. Syi’ah memandang bahwa menegakkan kepemimpinan/pemerintahan (imamah) adalah termasuk rukun agama, sedangkan Sunni (Ahlus Sunnah wal Jama’ah) memandang dari segi kemaslahatan umum dengan tujuan keimamahan adalah untuk menjamin dan melindungi da’wah dan kepentingan umat.
5. Syi’ah pada umumnya tidak mengakui kekhalifahan Abu Bakar as-Siddiq, Umar Ibnul Khatab, dan Usman bin Affan, sedangkan Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengakui keempat Khulafa’ Rasyidin (Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali bin Abi Thalib).
Mengingat perbedaan-perbedaan pokok antara Syi’ah dan Ahlus Sunnah wal Jama’ah seperti tersebut di atas, terutama mengenai perbedaan tentang “Imamah” (pemerintahan)”, Majelis Ulama Indonesia menghimbau kepada umat Islam Indonesia yang berfaham ahlus Sunnah wal Jama’ah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan masuknya faham yang didasarkan atas ajaran Syi’ah
Ditetapkan : Jakarta, 7 Maret 1984 M
4 Jumadil Akhir 1404 H
KOMISI FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA
Ketua
ttd
Prof. K.H. Ibrahim Hosen, LML
Sekretaris
ttd
H. Musytari Yusuf, LA
Sumber: http://mui.or.id/index.php?option=com_docman&task=search_result&Itemid=73
Fatwa MUI/Bidang Aqidah dan Aliran Keagamaan
http://faisalchoir.blogspot.com/2011/12/fatwa-mui-tentang-syiah.htm

Meski masyarakat banyak yang mengira tulisan di atas Fatwa, namun bukan. Itu rekomendasi.

Pada Risalah Amman di www.ammanmessage.com, lebih dari 500 ulama dari 84 negara menyatakan Sunni dan Syi'ah adalah bagian dari Islam yang lurus dan dilarang mengkafirkan. Di antara yang tanda tangan adalah Raja Abdullah dari Saudi Arabia dan beberapa Ulama Saudi, Syeikh Al Azhar seperti Syeikh Tantawi, Ali Jum'ah, dan Ahmad Thayyib, Syeikh Al Buthi, Yusuf Qaradhawi, KH Hasyim Muzadi, Din Syamsuddin, Tutty Alawiyah, PM Malaysia Abdullah Badawi, dsb.

Umar Syihab (Ketua MUI)

Menurut Umar Syihab, ia tak sependapat dengan MUI Jawa Timur yang menyebut aliran Syiah sesat. Umar menegaskan bahwa MUI tidak pernah mengeluarkan fatwa bahwa ajaran Syiah sebagai aliran sesat.

Mengenai insiden pembakaran pesantren Syiah di Sampang, Madura beberapa waktu lalu, Umar berpendapat insiden hanyalah ditumpangi pihak-pihak yang ingin mengadu domba umat Islam dengan kedok ajaran Syiah yang dituding sesat.
Kata Umar, MUI tidak pernah menyatakan, bahwa Syiah itu sesat. Syiah dianggap salah satu mazhab yang benar, sama halnya dengan ahli sunnah wal jama’ah. Kendati pun ada perbedaan pandangan, kata dia, Islam tidak pernah menghalalkan kekerasan, apalagi perusakan tempat ibadah dan majelis taklim seperti terjadi di Sampang.

Ajaran Syiah, kata Umar, sudah diakui di dunia islam sebagai mazhab yang benar sampai saat ini. “Karena itu jangan kita membuat peryataan yang bisa mengeluapkan gejolak di tengah-tengah masyarakat kita dan bisa menyebabkan korban.”

Said Aqil Siraj (Ketua NU)

Menurut Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj, ada desain besar di balik aksi pembakaran pesantren penganut Syiah di Sampang, Madura. Tak mungkin peristiwa tersebut terjadi tanpa ada yang membuatnya. Padahal kerukunan hidup beragama di sana sebelumnya baik-baik saja.

Said meminta pemerintah dan aparat keamanan bekerja lebih keras, mencegah aksi serupa terulang di kemudian hari. “Ini pasti ada big design-nya. Ada pihak-pihak yang ingin merusak suasana damai di Indonesia,” kata Said.

Menurut Said Aqil, Sunni dan Syiah hanya dijadikan alat seolah-olah memang ada permusuhan. Padahal tidak, mereka dari dulu sampai sekarang hidup damai berdampingan. Ketua Umum PBNU itu meminta semua pihak bisa menahan diri dengan tidak melakukan tindakan-tindakan anarkis. “Pihak ketiga itu selalu melancarkan provokasi supaya konflik terus terjadi. Dan bukan tidak mungkin kasus serupa akan terjadi di kemudian hari,” katanya.

Prof Dr Said Agil Siraj mengungkapkan, di sejumlah negara Islam maupun Timur Tengah yang hidup faham Suni dan Syiah, dapat hidup rukun dan berdampingan. ”Bahkan Mufti Syria Badruddin Hassun yang berasal dari Suni, fatwa-fatwanya sangat didengar oleh kelompok Syiah,” jelas Kiai Siraj seraya menambahkan kondisi serupa terjadi di Saudi Arabia, Pakistan, maupun Libanon.

Bahkan di Libanon Selatan, lanjut Said, Hizbullah dari kelompok Syiah didukung juga oleh kelompok Suni. Dikatakan Said, sepanjang sejarah, perbedaan yang terjadi antara Suni dan Syiah sebenarnya, terkait soal kekuasaan atau lazim disebut imamah. Karena itu, kelompok Syiah memasukkan masalah imamah ke dalam rukun agama dan sejak dini anak-anak mereka diajarkan pengetahuan tentang imamah. “Dalam perkembangan Islam, kedua kelompok Suni dan Syiah sama-sama memberikan andil dan peran yang sangat besar dalam peradaban Islam,” tegas kyai Siraj.

Said menyebut sejumlah tokoh Syiah yang memberikan andil besar bagi kemajuan Islam. Sebut saja misalnya Ibnu Sina, seorang filsuf yang juga dikenal sebagai seorang dokter, Jabir bin Hayyan yang dikenal sebagai penemu ilmu hitung atau aljabbar, dan seorang sufi Abu Yazid al Busthami. Mereka yang beraliran Syiah ini telah menyumbangkan ilmunya bagi kemajuan Islam. “Jadi, kedua kelompok ini adalah aset yang sangat berharga bagi umat Islam.”

Syafii Maarif (Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah)

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif mengutuk keras aksi pembakaran terhadap pondok pesantren Syiah di Kecamatan Karang Penang, Sampang. Terlebih jika aksi pembakaran tersebut dilatarbelakangi oleh perbedaan pandangan keagamaan.

Menurutnya, kebenaran bukanlah milik individu apalagi kelompok. Syafii mengatakan, Syiah telah diakui sebagai mazhab kelima dalam Islam. Dia pun menyatakan bahwa setiap orang, sekalipun atheis berhak hidup. Terpenting, katanya, bisa hidup rukun dan toleran.

Din Syamsudin (Ketua Muhammadiyah)

Pada Konferensi Persatuan Islam Sedunia yang berlangsung 4-6 Mei 2008 di Teheran, Iran, Din Syamsuddin pernah mengatakan, bahwa Sunni dan Syi’ah ada perbedaan, tapi hanya pada wilayah cabang (furu’yat), tidak pada wilayah dasar agama (akidah). Menurut Din, Sunni dan Syi’ah berpegang pada akidah Islamiyah yang sama, walau ada perbedaan derajat penghormatan terhadap sahabat sekaligus menantu Nabi Muhammad, yakni Ali bin Abi Thalib.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini juga mengatakan, sewajarnya jika dua kekuatan besar Islam ini (Sunni dan Syi’ah) bersatu melawan dua musuh utama umat saat ini yaitu kemiskinan dan keterbelakangan. (Detikcom 5 Mei 2008)

Dikatakan Din, seandainya tidak dicapai titik temu, maka perlu dikembangkan tasamuh atau toleransi. Seluruh elemen umat Islam dalam kemajemukannya perlu menemukan “kalimat sama” (kalimatun sawa) dalam merealisasikan misi kekhalifahan di muka bumi.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin menegaskan bahwa persatuan umat Islam khususnya antara kaum Sunni dan kaum Syiah, adalah mutlak perlu sebagai prasyarat kejayaan Islam. Kejayaan umat Islam pada abad-abad pertengahan juga didukung persatuan dan peran serta kedua kelompok umat Islam tersebut. (Desastian/dbs)
http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2012/01/04/17291/inilah-tokoh-para-pembela-paham-sesat-syiah/

Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2012/01/11/rekomendasi-mui-tentang-syiah/