Selasa, 17 Maret 2015

Ayat2 Al Qur'an dan Hadits tentang Iman

Meski para ulama Aswaja sepakat bahwa rukun Iman itu ada 6, namun saya dapati juga ayat-ayat Al Qur'an dan Hadits yang menyebut selain itu. Di Sahih Bukhari dan Sahih Muslim ada yang cuma 3 atau 5. Saya tahu betul saat ada seorang Ustad yang agak nyeleneh bilang, bahwa Rukun Iman itu cuma 5. Saya tidak sependapat. Saya coba2 buka Sahih Bukhari dan Sahih Muslim yang saya miliki ternyata ada yang cuma 3 atau 5 seperti di bawah. Sahih Muslim saya punya dari penerbit Bulan  Bintang:

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Pada suatu hari, Rasulullah saw. muncul di antara kaum muslimin. Lalu datang seorang laki-laki dan bertanya: Wahai Rasulullah, apakah Iman itu? Rasulullah saw. menjawab: Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, pertemuan dengan-Nya, rasul-rasul-Nya dan kepada hari berbangkit. Orang itu bertanya lagi: Wahai Rasulullah, apakah Islam itu? Rasulullah saw. menjawab: Islam adalah engkau beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun, mendirikan salat fardu, menunaikan zakat wajib dan berpuasa di bulan Ramadan. Orang itu kembali bertanya: Wahai Rasulullah, apakah Ihsan itu? Rasulullah saw. menjawab: Engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Dan jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia selalu melihatmu. Orang itu bertanya lagi: Wahai Rasulullah, kapankah hari kiamat itu? Rasulullah saw. menjawab: Orang yang ditanya mengenai masalah ini tidak lebih tahu dari orang yang bertanya. Tetapi akan aku ceritakan tanda-tandanya; Apabila budak perempuan melahirkan anak tuannya, maka itulah satu di antara tandanya. Apabila orang yang miskin papa menjadi pemimpin manusia, maka itu tarmasuk di antara tandanya. Apabila para penggembala domba saling bermegah-megahan dengan gedung. Itulah sebagian dari tanda-tandanya yang lima, yang hanya diketahui oleh Allah. Kemudian Rasulullah saw. membaca firman Allah Taala: Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana ia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. Kemudian orang itu berlalu, maka Rasulullah saw. bersabda: Panggillah ia kembali! Para sahabat beranjak hendak memanggilnya, tetapi mereka tidak melihat seorang pun. Rasulullah saw. bersabda: Ia adalah Jibril, ia datang untuk mengajarkan manusia masalah agama mereka. (Shahih Muslim No.10)


http://www.islam2u.net/index.php?option=com_content&view=article&id=96:terjemahan-hadits-dari-shahih-muslim-kitab-iman&catid=8:hadis-shahih-muslim&Itemid=58

Pada hadits di atas cuma 5. Tidak ada Iman kepada qadha dan qadar yang baik atau pun yang buruk. Tapi di Al Qur'an ada yang menyinggung soal qadha dan qadar. Tentu saja jika kita tidak beriman pada qadha dan qadar, niscaya kafir. Harus tetap beriman.

Di sini saya sekedar mengungkap ayat-ayat Al Qur'an dan Hadits tentang Iman yang formatnya berbeda2.

"Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan. Tetapi, sesungguhnya kebajikan itu ialah orang yang beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan), dan orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan, dan peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. "(al-Baqarah: 177) Dan firman Allah, "Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman." (al-Mu'miniin: 1)

Pada surat Al Mu'miniin ayat 1, hanya disebut "Beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar