Selasa, 31 Maret 2015

Kemiskinan dan Pemberontakan Rakyat Yaman


Kenapa Rakyat Yaman seperti Syi'ah Hutsi dan Al Qaidah berontak?
Karena Yaman dilanda kemiskinan yang amat parah. Bisa makan sekali sehari saja mereka sudah beruntung.
Menurut PBB 54% penduduk Yaman miskin. 45% kelaparan. Akses mereka ke tanah, sungai dsb amat terbatas karena dimonopoli oleh pengusaha pro AS. Presiden Yaman bagaikan boneka AS yang tidak bisa mensejahterakan rakyatnya. Sementara negara2 Teluk dan Arab Saudi bergelimang kemewahan. Tidak memikirkan rakyat Yaman.

Dengan luas 530.000 km2 (Jawa 127.000 km2) dan adanya minyak di Yaman, seharusnya rakyat Yaman tidak miskin. Namun penjajahan ekonomi yang dilakukan AS dan negara2 Arab lainnya membuat rakyat Yaman dibelenggu kemiskinan.


Saat rakyat Yaman berontak dan presiden Hadi kabur ke Arab Saudi dan minta Arab Saudi membom Yaman, maka Arab Saudi pun dgn amat dermawan menyumbangkan bom2 dan rudal2 kepada rakyat Yaman. Banyak Rakyat Yaman yang tewas karenanya.



Wilayah Yaman sekarang sebagian besar terbagi 2: Syi'ah Hutsi dan Al Qaidah: http://www.bbc.com/news/world-middle-east-32082616

Pangeran2 Arab lebih suka menghabiskan uangnya untuk beli Klub Bola di Eropa, beli Mobil Lamborghini yang dilapis emas, atau membangun gedung2 super tinggi hingga 800 meter lebih yang melebihi tinggu gedung WTC AS yang cuma 417 m. Mereka lupakan rakyat Yaman. Sekarang mereka seolah2 "peduli" pada Yaman?

Ada berita Arab Saudi memberi sumbangan kemanusiaan Rp 650 milyar kepada 45.000 rakyat Yaman. Dengan produksi minyak sekitar 10 juta bph dan harga minyak US$ 50/brl, dalam setahun Arab Saudi dapat Rp 2.370 Trilyun dari minyak. Angka tsb jauh di bawah angka Rp 59 Trilyun dari zakat 2,5% yang harus dibayar. Penduduk Yaman yang kelaparan ada 10.000.000. Jelas bantuan tsb jauh dari mencukupi.

Ini berita tahun 2012 dari Republika. Sekarang tentu lebih parah lagi:

Rakyat Yaman Jalani Puasa dalam Kemiskinan 
Yaman Observer.com
Seorang anak di Yaman tengah mengantri untuk mengambil air bersih
REPUBLIKA.CO.ID, SANA'A - Keluarga Bakri al-Malhani adalah salah satu keluarga paling miskin di Ibu Kota Yaman, Sana'a, dan mereka percaya berpuasa adalah usaha terakhir mereka di tengah kemiskinan parah yang melanda sebanyak separuh warga di negeri itu.

"Kami tak memiliki apa-apa selama Ramadhan. Kami dan anak kami akan tidur sepanjang hari dan berharap kami dapat memperoleh makan satu kali pada akhirnya," kata ayah Bakri al-Malhani.

PBB telah memperingatkan sebanyak 45 persen warga, 10 juta orang, menderita kerawanan pangan dan kekurangan gizi mempengaruhi sebanyak satu juta anak yang berusia di bawah lima tahun di Yaman.

Marzouk Mohsen, Direktur Pusat Penelitian Pembangunan Sosial dan Ekonomi Yaman, mengatakan Yaman telah terdaftar di antara 10 negara teratas di dunia yang mengalami kerawanan pangan parah.

"Sebanyak 10 juta orang menderita akibat kerawanan pangan termasuk 1,5 juta orang yang menghadapi kelaparan," katanya.
http://ramadhan.republika.co.id/berita/ramadhan/puasa-mancanegara/12/07/20/m7fuvx-rakyat-yaman-jalani-puasa-dalam-kemiskinan

Raja Arab Saudi Raja Abdullah dikabarkan memberikan dana sebesar Rp 650 miliar untuk membantu 45 ribu keluarga miskin di Yaman, Selasa (2/12)
http://internasional.republika.co.id/berita/internasional/global/14/12/02/nfy8om-raja-arab-saudi-bantu-pendanaan-untuk-berantas-kemiskinan-di-yaman

4 dari 6 orang yang terbakar akibat pemboman udara Arab Saudi adalah anak2. Menurut PBB paling sedikit ada 62 anak yang tewas:

Amnesty International accused the Saudi-led coalition of "turning a blind eye to civilian deaths" as it reported four children were among six burned to death in strikes on Ibb, in central Yemen.
The UN children's fund said that at least 62 children had been killed and 30 injured during the fighting in Yemen over the past week.

http://news.yahoo.com/un-rights-chief-warns-yemen-verge-total-collapse-142926452.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar